Siger Lampung (Malang) Gelar Mudik Jejama 2026, Berangkatkan Dua Bus ke Lampung

kegiatan mudik bersama menjadi momen penting untuk mempererat ikatan antarperantau.

 

 

Malang, Merapah.com – Organisasi daerah Sikam Gabungan Warga Lampung (Siger Lampung) Malang sukses menggelar program Mudik Jejama 2026 dengan memberangkatkan lebih dari 100 perantau asal Lampung yang tinggal di Kota Malang, Sabtu, 14 Maret 2026. Rombongan diberangkatkan menggunakan dua armada bus besar menuju Provinsi Lampung.

Pelepasan rombongan mudik dilakukan secara khidmat di Masjid Tarbiyah kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara tersebut dihadiri perwakilan Keluarga Besar Lampung di Malang, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah dan kepolisian.

Perwakilan Keluarga Besar Lampung yang hadir dalam kegiatan itu menekankan pentingnya menjaga silaturahmi serta melestarikan budaya Lampung di tanah rantau. Mereka menilai kegiatan mudik bersama menjadi momen penting untuk mempererat ikatan antarperantau.

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman, mengapresiasi kekompakan masyarakat Lampung di Malang yang mampu menyelenggarakan kegiatan sosial tersebut.

“Kegiatan Mudik Jejama ini menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat Lampung di perantauan. Saya berharap kekompakan ini terus dijaga agar dapat memberikan kontribusi positif bagi kehidupan sosial di Kota Malang,” ujar Ahmad Fuad Rahman.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Rio Angga Prasetya, mengingatkan pentingnya keselamatan selama perjalanan jauh yang akan ditempuh rombongan.

“Perjalanan dari Malang menuju Lampung cukup panjang. Kami mengimbau seluruh peserta mudik untuk selalu mengutamakan keselamatan, menjaga kondisi kesehatan, serta mematuhi aturan lalu lintas sepanjang perjalanan,” kata Rio Angga Prasetya.

Ketua Umum Siger Lampung (Malang) periode 2025–2026, Wahyu Tegar Prakasa, mengatakan kegiatan Mudik Jejama merupakan bentuk kebersamaan masyarakat Lampung di tanah perantauan.

“Mudik Jejama bukan hanya perjalanan pulang kampung, tetapi juga wujud kebersamaan dan gotong royong sesama anak Lampung di perantauan. Kami ingin menjaga tradisi jejama atau kebersamaan ini agar tetap hidup di tengah generasi muda,” ujar Wahyu Tegar.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi generasi muda Lampung yang menempuh pendidikan atau bekerja di Malang untuk lebih mengenal budaya serta memperkuat hubungan dengan kampung halaman.

Dalam perjalanan menuju Lampung, rombongan mudik mendapat pengawalan dari Satuan Lalu Lintas Polresta Malang Kota hingga gerbang Tol Singosari. Perjalanan kemudian dilanjutkan melintasi Pulau Jawa menuju Sumatera dengan tujuan akhir di Kabupaten Lampung Utara.

Selama perjalanan, para peserta mudik juga dijadwalkan menjalani berbagai kegiatan kebersamaan seperti berbuka puasa dan sahur bersama di dalam perjalanan, mengingat kegiatan ini berlangsung di bulan suci Ramadan.

Kegiatan Mudik Jejama 2026 ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, karena dinilai mampu mempererat hubungan sosial masyarakat Lampung di perantauan sekaligus menjaga identitas budaya daerah di tengah kehidupan kota besar. Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi tradisi tahunan yang terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat Lampung.