Berita  

Hujan Lebat Ancam Lampung Hari Ini, Warga Diminta Waspada

Kondisi cuaca tersebut dapat memicu berbagai potensi bencana hidrometeorologi.

 

Bandar Lampung, Merapah.com – Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat ancam Lampung. Kondisi cuaca ekstrem diprakirakan meluas di hampir seluruh wilayah Lampung pada Minggu, 29 Maret 2026.

Kondisi ini berpotensi disertai kilat/petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari.

Berdasarkan prakiraan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, cuaca pagi hari di wilayah Lampung umumnya cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan sudah mulai berpotensi terjadi di beberapa daerah seperti Lampung Tengah, Tulang Bawang, Way Kanan, dan Pesisir Barat.

Memasuki siang hingga sore hari, hujan diprakirakan meluas ke sebagian besar wilayah Lampung. Kondisi ini berlanjut hingga malam hari dengan potensi hujan yang masih terjadi secara merata.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Hardianto, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Pada siang hingga sore hari, potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang terjadi di wilayah Pesisir Barat, Lampung Barat, Lampung Utara, Tanggamus, Pesawaran, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Timur, Metro, Lampung Tengah, dan Way Kanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi serupa juga berpotensi terjadi pada malam hari di wilayah Tanggamus, Pesawaran, Pringsewu, Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Utara, Way Kanan, Tulang Bawang Barat, dan Tulang Bawang.

Sementara itu, suhu udara di Lampung secara umum berkisar antara 23 hingga 31 derajat Celsius. Khusus wilayah Lampung bagian barat, suhu lebih sejuk dengan kisaran 20 hingga 28 derajat Celsius. Kelembapan udara tercatat cukup tinggi, yakni antara 54 hingga 98 persen, dengan arah angin dominan dari barat hingga utara berkecepatan 5–16 knots.

Potensi Bencana dan Imbauan

BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca tersebut dapat memicu berbagai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Rudi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang berada di wilayah rawan bencana.

“Masyarakat diimbau untuk menghindari aktivitas di daerah rawan longsor dan bantaran sungai saat hujan lebat. Selain itu, periksa saluran air di sekitar rumah agar tidak tersumbat dan dapat mengurangi risiko banjir,” katanya.

 

Ia juga menyarankan masyarakat untuk:

  • Mengamankan benda-benda yang mudah terbawa angin kencang
  • Menghindari berteduh di bawah pohon saat terjadi hujan disertai petir
  • Memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG
  • Menyiapkan perlengkapan darurat jika terjadi kondisi darurat

Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalisir dampak bencana.