Menjelang akhir tahun, modus baru terhadap kasus penipuan digital mengalami lonjakan yang signifikan. Aktivitas belanja online, transaksi keuangan, dan pemanfaatan teknologi digital meningkat pesat selama liburan, menjadikan masyarakat sasaran empuk bagi pelaku kejahatan siber.
Berbagai modus baru penipuan digital terus bermunculan, menargetkan mereka yang kurang waspada terhadap ancaman di dunia maya.
Lonjakan Kasus Penipuan Digital
Dilansir dari Antara News, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melaporkan bahwa setiap tahun Indonesia menghadapi ratusan juta serangan siber.
Pada tahun 2023, tercatat sebanyak 279,84 juta serangan siber atau penipuan digital, yang menunjukkan penurunan sekitar 24% dibandingkan dengan tahun 2022, di mana jumlah serangan mencapai 370,02 juta.
Lonjakan kasus penipuan digital dipicu oleh meningkatnya aktivitas belanja online, rendahnya literasi digital, serta berkembangnya modus kejahatan siber yang semakin canggih.
BACA JUGA: Akhirnya Toga Warisan Budaya RI ini Diakui Unesco
Modus Baru Penipuan Digital yang Mengancam
Berikut beberapa modus baru yang terdeteksi:
1.Phishing sering kali terjadi melalui promosi akhir tahun, di mana penipu mengirimkan email atau pesan pendek yang menyamar sebagai toko online terkenal. Mereka menawarkan diskon besar dengan tautan menuju situs palsu.
Ketika korban mengklik tautan tersebut dan memasukkan data pribadi atau informasi kartu kredit, data tersebut dicuri untuk digunakan secara ilegal.
2.Menjelang akhir tahun, penipuan donasi online semakin marak, dengan banyak organisasi sosial yang menggalang dana untuk kegiatan amal.
Sayangnya, momen ini dimanfaatkan oleh penipu yang menciptakan situs palsu atau akun media sosial yang menyerupai organisasi resmi, dan kemudian meminta donasi dari masyarakat.
3.Modus pengiriman paket palsu juga banyak ditemui, di mana penipu mengirimkan pesan singkat atau email yang menyatakan ada paket yang tertahan di jasa pengiriman.
Korban diminta untuk membayar biaya tertentu atau memberikan informasi pribadi agar paket dapat dikirim, padahal sebenarnya tidak ada paket yang pernah ada.
4.Selain itu, ada juga penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Pelaku sering kali menggunakan platform digital untuk menawarkan skema investasi ini.
Banyak korban yang tergoda dan mengirimkan uang mereka tanpa menyadari bahwa mereka sedang terjebak dalam penipuan.
Dampak Bagi Korban
Penipuan digital ini tidak hanya menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga berdampak pada keamanan data pribadi korban.
Beberapa kasus bahkan melibatkan pencurian identitas, yang digunakan untuk melakukan tindakan ilegal lainnya.
Kerugian total akibat penipuan digital diperkirakan mencapai miliaran rupiah dalam beberapa minggu terakhir.
Upaya Pencegahan
Untuk menghindari menjadi korban, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.
Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan:
1. Memeriksa keaslian tautan dan situs web memiliki URL yang benar dan menggunakan protokol keamanan (https).
2. Hindari memberikan informasi pribadi atau keuangan melalui email atau pesan tanpa verifikasi.
3. Gunakan autentikasi dua faktor (2FA), aktifkan fitur keamanan ini untuk melindungi akun digital Anda.
4. Laporkan ketika ada aktivitas mencurigakan, jika menerima pesan atau email yang mencurigakan, laporkan ke pihak berwenang atau penyedia layanan terkait.
Tanggapan Pemerintah dan Ahli
Dikutip dari laman Cyberthreat, Anton Setiyawan, Juru Bicara sekaligus Direktur Proteksi Ekonomi Digital Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), mengingatkan, “Kalau kita tidak berhati-hati mengelola identitas digital kita, ancaman yang muncul bisa seperti peretasan, penipuan, pencurian identitas, pemerasan, dan lainnya.”
Penipuan digital yang meningkat menjelang akhir tahun adalah ancaman nyata yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak.
Dengan memahami modus-modus baru dan mengambil langkah pencegahan, masyarakat dapat melindungi diri dari kerugian finansial dan risiko keamanan lainnya.
Tetap waspada dan bijak dalam menggunakan teknologi adalah kunci untuk menghadapi tantangan di era digital ini.













