Berita  

Hujan Berpotensi Guyur Hampir Seluruh Lampung

BMKG: Hujan Berpotensi Guyur Hampir Seluruh Wilayah Lampung, Warga Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

hujan
Waspada potensi hujan guyur Lampung.

BANDAR LAMPUNG, Merapah.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung memprakirakan cuaca hujan masih berpotensi guyur hampir seluruh Lampung. Kondisi ini mendominasi sebagian besar wilayah Provinsi Lampung pada Senin, 2 Februari 2026.

Kondisi ini berpotensi berlangsung dari pagi hingga malam hari dan disertai potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, petir, serta angin kencang di sejumlah wilayah.

BMKG Lampung mencatat, pada pagi hari, hujan diprakirakan terjadi di wilayah Way Kanan, Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, Mesuji, Lampung Tengah, Lampung Timur, Kota Metro, Pesawaran, dan Lampung Selatan.

Intensitas hujan bervariasi dari ringan hingga sedang, dengan potensi meningkat pada wilayah tertentu.

Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan diperkirakan meluas dan terjadi di sebagian besar wilayah Lampung. Kondisi ini diprakirakan berlanjut hingga malam hari, di mana hujan masih berpotensi turun secara merata di berbagai kabupaten dan kota.

Sementara itu, pada dini hari, cuaca diprakirakan relatif berawan, namun hujan masih berpotensi terjadi di wilayah Pesisir Barat, Tanggamus, dan Lampung Timur. BMKG mengingatkan bahwa meski hujan tidak merata, masyarakat tetap perlu waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat.

Cuaca Dipengaruhi Dinamika Atmosfer

Kepala Seksi Data dan Informasi (Kasi Datim) BMKG Lampung, Rudi Hardianto, menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif di wilayah Lampung dan sekitarnya.

“Saat ini terdapat aktivitas atmosfer yang cukup signifikan, termasuk suplai uap air yang tinggi serta kondisi labilitas atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Hal ini menyebabkan potensi hujan masih cukup tinggi di wilayah Lampung,” ujar Rudi Hardianto, Senin, 2 Februari 2026.

Ia menambahkan, beberapa wilayah bahkan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dalam durasi singkat.

BMKG Lampung juga mencatat suhu udara di Provinsi Lampung secara umum berkisar antara 23 hingga 31 derajat Celsius. Khusus wilayah Lampung bagian barat, suhu udara relatif lebih sejuk dengan kisaran 19 hingga 29 derajat Celsius. Adapun kelembapan udara berada pada rentang 60 hingga 100 persen, kondisi yang sangat mendukung pembentukan awan hujan.

Untuk pergerakan angin, BMKG memprakirakan angin bertiup dari arah Barat hingga Utara dengan kecepatan sekitar 5–15 knots atau setara 9–28 kilometer per jam. Kecepatan angin tersebut berpotensi meningkat secara lokal saat terjadi hujan lebat, terutama di wilayah pesisir dan perbukitan.

 

BACA JUGA: Manfaat Jahe bagi Kesehatan, Cara Alami Jaga Imun

 

BMKG Lampung turut mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem. Pada pagi hari, wilayah yang perlu mewaspadai hujan lebat disertai petir dan angin kencang meliputi Way Kanan, Lampung Barat, Lampung Utara, Lampung Tengah, Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, dan Lampung Timur.

Sementara pada siang hingga sore hari, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di wilayah Pesisir Barat, Lampung Barat, Tanggamus, Way Kanan, dan Lampung Utara.

Rudi mengingatkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu relatif singkat dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, genangan air, serta pohon tumbang.

“Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan tinggi dapat menyebabkan sungai meluap, tanah menjadi labil, dan meningkatkan risiko longsor, terutama di wilayah perbukitan dan lereng,” jelasnya.

BMKG Imbau Masyarakat Pantau Kondisi Lingkungan

BMKG Lampung juga mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, dataran rendah, serta wilayah dengan sistem drainase buruk untuk secara rutin memantau kondisi lingkungan sekitar. Membersihkan saluran air, selokan, dan drainase menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko genangan dan banjir.

Selain itu, masyarakat diminta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan disertai petir dan angin kencang. Pengendara juga diimbau meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang dapat berkurang drastis akibat hujan lebat.

“Hindari berteduh di bawah pohon saat hujan disertai petir dan angin kencang. Perhatikan juga potensi pohon tumbang dan baliho roboh, terutama di kawasan perkotaan,” tambah Rudi.

BMKG Lampung menekankan bahwa informasi cuaca bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, aplikasi, maupun media sosial BMKG Lampung.

Dengan meningkatnya potensi hujan di awal Februari ini, BMKG berharap masyarakat dapat lebih siap dan sigap dalam melakukan langkah-langkah mitigasi guna meminimalkan dampak bencana akibat cuaca ekstrem.

“Kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG,” tutup Rudi Hardianto.