Kumpulan Puisi Refleksi Hati Karya Sujud
Kasmaran
aku sedang kasmaran
bediri tegak
di pancang pelayaran
menabung nyawa
mematut angan dan cinta
tubuhku merahab lunglai
berlangganan rindu
beruas gaduh
cahaya menyusut
di cerai kabut
menanti teluh pemikat
surah langit
pengabar makbul,
sayap patahku
berkemas sebelum
kau datang
mengacak-acak hari
penuh bayang samarmu
Sekar Kenangan
gerimis meloloskan
musim dingin
di gigir waktu
aku rubuh
bertilam sunyi
ada sesaji langit
yang tersesat
di pelipis matahari
dentam tadarus
hening menyayat hati
sekar, kau patut kukenang
mengguyupi kisah
setelah rinai
teduh sosokmu
hanyut kalut
hendak kupinang
dengan rasa bersalahku
BACA JUGA: Festival Tanah Lado: Wadah Film Dokumenter Isu Lingkungan
Piknik
1.
aku memandang laut
menunggu ombak
kapan saja tsunami
dan badai menerjang
sekujur tubuhku
2.
aku memandang laut
kapal-kapal jalur rempah
hendak ke dermaga
menjulurkan jaring ikan
jeritku memekik
diatas buih
3.
aku memandang laut
duduk dibawah ketapang
menampakkan wajahmu
bangkit dari waktu
memulas awan berjelaga
4.
aku memandang laut
serupa dirimu
menyita kelopak mataku
mengiris serat-serat hidup
yang memutuskan riwayatmu
Blora, September 2024
BACA JUGA: Ritual of Biha: Kisah Mistik Lampung di Panggung UKMBS UNILA
Orang-Orang Ladang
punggung legam
kulit kiriput
keringat membaluri
sekujur tubuh
rumput teki
setinggi kaki
kau tebas
tersungkur merunduk
mengering disiksa terik
kau tak menyewa traktor
hanya dua sapi kurus kering
terpaksa membajak tanah
miliknya berlarut-larut
parit-parit irigasi
airnya tak sampai
ladang dan sawahnya
sesabar menunggu
guyuran dari langit
yang kerap menjenuhkan
kau ingin menanam jagung pabrik
dan padi kualitas terbaik
petik dengan harga mahal
pupuk pabrik mencekik
panen melimpah
harga tersungkur pasrah
lumbung-lumbung padi
tanda kemakmuran
sirna terhempas
serakah tak bermarwah
Blora, September 2024
Musim Petik Kopi
sewaktu umurmu
menginjak tuju belas,
kau gadis ranum,
mulai peruntungan
di kebun kopi
memanen butir kopi
dengan kinjar usang
dibalik punggungmu
menuju pancuran air
dekat lembah
membasuh getah
yang menempel
kau jemur
di emperan rumah
yang datar meluas
milik tuanmu
musim petik kopi
wajah murung
tertunduk pilu
memelas kasih
dengan senyum
jumawahmu
Blora, September 2023
Tentang Permuisi
Sujud Arismana nama pena dari Pujiono Slamet. Kelahiran Blora, Jawa Tengah, Indonesia, 8 Agustus 1981. Tinggal di Pekanbaru. Menulis puisi, cerpen, dan novel. Buku Antologi Puisi Tunggalnya Gadis Pesisir Melayu (2013), Putri Malam (2016), Ranting Kering ( 2019), Yang Berkelasah Di Bumi Blora ( 2024).













