Lampung, Merapah.com — Sebagian wilayah Lampung bakal hujan pada siang dan sore hari ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan pada siang hingga sore hari, Selasa (25/11/2025).
Sejumlah wilayah diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Menurut prakiraan cuaca BMKG Lampung, cuaca pada pagi hari cenderung cerah hingga cerah berawan.
Namun memasuki siang dan sore, potensi hujan mulai meningkat secara signifikan di beberapa kabupaten, terutama di wilayah tengah dan utara.
Potensi Hujan Meningkat Mulai Siang Hari
BMKG memprakirakan hujan terjadi di wilayah Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Timur, Mesuji, Pesisir Barat, Tulang Bawang.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Hardianto, menyampaikan bahwa masyarakat di wilayah tersebut perlu mewaspadai perubahan cuaca yang cukup cepat.
Pada siang hingga sore hari terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Way Kanan dan Lampung Utara.
“Hujan ini berpotensi disertai petir dan angin kencang, sehingga masyarakat perlu berhati-hati,” ujar Rudi Hardianto.
Suhu, Angin, dan Kelembapan
Suhu udara di sebagian besar wilayah Lampung berkisar antara 24°C–33°C, sementara wilayah Lampung Barat berada pada kisaran 20°C–29°C.
Kelembapan udara tercatat antara 50%–92%, dengan angin bertiup dari Selatan–Barat berkecepatan 5–20 knots (9–37 km/jam).
Imbauan BMKG Hadapi Lampung Bakal Hujan
Rudi mengingatkan agar masyarakat menghindari aktivitas di ruang terbuka ketika hujan lebat bersamaan dengan petir terjadi.
Selain itu, pengguna jalan perlu berhati-hati karena kondisi hujan dapat menurunkan jarak pandang dan membuat jalan licin.
“Tetap pantau informasi cuaca terbaru dari BMKG agar dapat mengambil langkah antisipasi lebih awal,” tambahnya.
Dengan meningkatnya potensi hujan pada siang hingga sore hari, masyarakat di wilayah terdampak harus mempersiapkan diri terhadap kondisi cuaca yang dinamis agar aktivitas tetap aman dan lancar.
Udara terasa cerah pada pagi ini, namun Rudi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Saat ini Indonesia telah memasuki masa pancaroba, periode ketika kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat.
Cuaca yang awalnya panas terik bisa tiba-tiba berganti menjadi hujan deras beserta angin kencang maupun petir.
“Sehingga kewaspadaan dan persiapan tetap kita perlukan,” ujar dia.
Untuk itu, lanjut dia, masyarakat perlu melakukan mitigasi awal dengan menyadari kondisi, waspada dan saling mengingatkan. Ia misalkan, ketika hendak berangkat membawa mantel atau jas hujan.
“Ingatkan orang terdekat kita untuk berhati-hati saat melakukan perjalanan baik kendaraan roda dua maupun empat,” papar dia.













