Merapah.com – Fenomena alam langka kembali terjadi di Pulau Réunion, wilayah Prancis di Samudra Hindia. Aliran lava dari gunung berapi aktif melintasi jalan pesisir utama pulau tersebut.
Peristiwa ini menarik perhatian banyak pengamat karena terakhir kali kejadian serupa terjadi hampir dua dekade lalu.
Erupsi Piton de la Fournaise Picu Aliran Lava
Gunung berapi Piton de la Fournaise kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada awal 2026. Para ilmuwan mengenal gunung ini sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di dunia.
Aktivitas vulkanik meningkat sejak pertengahan Februari 2026. Para ilmuwan mencatat peningkatan gempa vulkanik yang menandakan pergerakan magma menuju permukaan.
Erupsi kemudian terjadi melalui retakan di lereng selatan gunung. Retakan tersebut berada di dalam kaldera vulkanik yang tidak berpenghuni.
Lava panas mulai mengalir menuruni lereng curam menuju kawasan pesisir. Aliran lava bergerak perlahan melewati kawasan Grandes Pentes.
Lava dari gunung Piton de la Fournaise sering melewati kawasan tersebut saat terjadi erupsi.
BACA JUGA: Pengaruh Hukum Internasional terhadap Kebijakan Dalam Negeri
Lava Melintasi Jalan Pesisir RN2
Pada Jumat pagi, 13 Maret 2026, lava akhirnya mencapai jalan nasional RN2. Jalan tersebut merupakan jalur transportasi penting di pulau itu.
Jalan RN2 menghubungkan wilayah selatan dan timur pulau. Jalur ini melintasi kawasan pesisir yang dikenal sebagai Grand Brûlé.
Aliran lava menutup sebagian ruas jalan utama tersebut. Material pijar bergerak perlahan hingga memutus akses transportasi sementara.
Otoritas setempat telah menutup jalan sebelum lava mencapai badan jalan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat.
Hingga laporan terbaru, lava masih terus bergerak menuju Samudra Hindia. Para ilmuwan terus memantau perkembangan aliran lava dari jarak aman.
BACA JUGA: Roda Hamster
Peristiwa Langka Sejak Erupsi 2007
Aliran lava yang benar-benar melintasi jalan RN2 merupakan fenomena yang jarang terjadi. Peristiwa serupa terakhir tercatat pada erupsi besar tahun 2007.
Karena itu, kejadian pada Maret 2026 menjadi momen langka setelah hampir dua dekade. Banyak warga dan pengamat datang untuk menyaksikan fenomena tersebut.
Mereka menyaksikan aliran lava dari lokasi aman yang telah ditentukan otoritas. Pihak berwenang terus mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati area berbahaya.
Fenomena lava yang mengalir menuju laut sering menjadi pemandangan langka. Ketika lava mencapai air laut, biasanya terjadi interaksi dramatis antara magma dan air.
BACA JUGA: Sekilas Trondheim: Kota Sejarah, Mahasiswa, dan Cahaya Utara
Gunung Berapi Aktif yang Terus Dipantau
Gunung Piton de la Fournaise dikenal memiliki tipe erupsi efusif. Jenis erupsi ini menghasilkan aliran lava cair daripada ledakan besar.
Sebagian besar aktivitas gunung terjadi di dalam kawasan kaldera yang tidak berpenduduk. Kondisi ini membuat risiko terhadap permukiman relatif rendah.
Meski begitu, pemerintah tetap melakukan pemantauan ketat. Para ilmuwan menggunakan sensor seismik dan pengamatan visual untuk memantau aktivitas gunung.
Pulau Réunion Island sendiri sering menjadi lokasi penelitian vulkanologi dunia. Aktivitas gunung ini memberi banyak data bagi para peneliti.
Fenomena alam tersebut kembali menunjukkan dinamika kuat bumi. Aktivitas vulkanik tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di pulau tersebut.













