Berita  

Mahasiswa KKN Gelar Penyuluhan Pembuatan Silase di Desa Sukasari

Lampung Utara, 20 Januari 2025 (Merapah.com) – Sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unila menggelar penyuluhan dan demonstrasi pembuatan silase sebagai pakan ternak ruminansia.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peternak terkait pembuatan pakan fermentasi serta manajemen pakan yang lebih efisien, terutama dalam menghadapi perubahan musim.

Penyuluhan yang berlangsung di rumah Kadus 01, Pak Aan, RT 4, ini dihadiri oleh Kepala Desa Sukasari Johan Wahyudi, Ketua Dusun 1, Ketua BPK, aparatur desa, serta kelompok tani dan peternak setempat.

Kurangnya Pengetahuan Peternak Jadi Tantangan

Mahasiswa menemukan bahwa banyak peternak di Desa Sukasari belum memahami cara membuat pakan yang tahan lama dan berkualitas. Selain itu, limbah pertanian yang melimpah di desa ini belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, penyuluhan ini memberikan solusi dengan mengenalkan teknik fermentasi silase menggunakan bahan-bahan sederhana seperti hijauan daun singkong dan molase.

Mahasiswa KKN Unila mengedukasi warga Desa Sukasari, Tanjung Raja, Lampung Utara membuat silase.
Mahasiswa KKN Unila mengedukasi warga Desa Sukasari, Tanjung Raja, Lampung Utara membuat silase.

Proses Pembuatan Silase yang Efektif

Silase adalah hijauan pakan yang diawetkan melalui proses fermentasi dalam kondisi anaerob (tanpa oksigen). Teknik ini membantu meningkatkan kualitas nutrisi pakan ternak dan mengurangi pemborosan limbah hijauan. Adapun langkah-langkah pembuatan silase yang diajarkan dalam penyuluhan ini meliputi:

1. Pemotongan Hijauan

– Daun singkong dan hijauan lainnya dicincang dengan ukuran sekitar 5 cm menggunakan parang atau mesin chopper agar fermentasi berjalan optimal.

2. Pencampuran Bahan

– Hijauan yang telah dicincang dicampur dengan molase dan air hingga merata.

3. Penyimpanan dalam Silo

– Campuran pakan dimasukkan ke dalam silo atau wadah tertutup dan dipadatkan agar tidak ada rongga udara.

– Permukaan silo harus lebih tinggi dari wadahnya untuk mengantisipasi penyusutan isi selama proses fermentasi.

4. Penutupan dan Penyimpanan

– Silase ditutup dengan plastik dan diberi pemberat seperti batu agar udara tidak masuk.

– Fermentasi berlangsung selama beberapa minggu hingga silase siap digunakan.

Silase yang berhasil akan memiliki aroma manis khas, warna coklat kekuningan, tekstur lembut, dan tidak berjamur.

Manfaat Silase bagi Peternak

Pembuatan silase memberikan berbagai manfaat bagi peternak, di antaranya:

– Ketersediaan Pakan Sepanjang Tahun

Peternak tidak perlu khawatir kehabisan pakan saat musim kemarau.

– Meningkatkan Kualitas Nutrisi

Silase memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dibandingkan pakan hijauan biasa.

– Mengurangi Limbah Pertanian

Bahan pakan berasal dari limbah hijauan yang sering terbuang percuma.

– Hemat Biaya

Dengan pakan yang lebih tahan lama, peternak dapat mengurangi pengeluaran untuk pakan tambahan.

Meningkatkan Produktivitas Ternak Ternak yang diberi silase cenderung lebih sehat dan memiliki bobot yang lebih optimal.

Kegiatan ini dipimpin oleh Cindy Aulia Fitri sebagai penanggung jawab. Mahasiswa KKN yang turut berpartisipasi antara lain M. Maritza Patroni, Dira Safira, Panji Herlambang, Erlina Sulistiani, Aziz Betua Perdana, dan Fransiska Dian R. Mereka didampingi oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) Subian Saidi, M.Si.

Penyuluhan ini mendapat respons positif dari para peternak dan aparatur desa. Kepala Desa Sukasari Johan Wahyudi berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak di desa tersebut.

Dengan adanya pelatihan yang digelar mahasiswa KKN Kelompok 2, Desa Sukasari, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara, peternak Desa Sukasari kini memiliki alternatif pakan yang lebih efisien dan bernutrisi tinggi, serta mampu menghadapi tantangan perubahan musim dengan lebih baik.