Lampung Utara, 15 Januari 2025 (Merapah.com) – Mahasiswa KKN Unila menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci piring di Balai Desa Sukasari.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga dalam memanfaatkan bahan alami untuk kebutuhan sehari-hari.
Pelatihan Pembuatan Sabun Ramah Lingkungan
Kegiatan ini diikuti oleh ibu PKK dan perangkat desa. Peserta diberikan edukasi tentang manfaat pembuatan sabun alami yang lebih hemat dan aman bagi lingkungan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Saya jadi tahu cara membuat sabun sendiri tanpa bahan kimia berbahaya,” kata Yanti, salah satu peserta yang merupakan seorang ibu rumah tangga.
Menurutnya, selain lebih murah, sabun ini juga bisa menjadi peluang usaha rumahan.
Tahapan Pembuatan Sabun Cuci Piring
Peserta diberikan pemahaman tentang bahan yang digunakan. Setelah itu, mereka mengikuti demonstrasi pembuatan sabun.
Langkah-Langkah Pembuatan:
1. Pengenalan bahan – Peserta mempelajari fungsi Texapon, SLS, esens, dan pewarna.
2. Pencampuran bahan – Texapon dicampur air, lalu ditambahkan NaCl dan SLS hingga larut.
3. Penambahan esens – Setelah larutan merata, ditambahkan esens agar sabun wangi.
4. Pengecekan kualitas – Sabun diuji busa dan kekentalannya sebelum dikemas.

Dukungan dari Kepala Desa
Kepala Desa Sukasari, Johan, mengapresiasi program ini.
“Pelatihan ini sangat membantu warga, terutama ibu-ibu, untuk mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Ia berharap program serupa terus dilakukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat.
Penanggung jawab kegiatan, Angel, menyatakan bahwa program ini bertujuan membekali ibu rumah tangga dengan keterampilan baru.
“Kami ingin warga bisa mengurangi ketergantungan pada produk pabrik dan memanfaatkan bahan alami,” katanya.
Manfaat Program bagi Masyarakat
Program ini membawa banyak manfaat bagi warga Sukasari, antara lain:
Meningkatkan keterampilan – Ibu-ibu memiliki keahlian baru dalam membuat sabun.Menambah penghasilan – Sabun buatan sendiri dapat dijual sebagai usaha rumahan.
Mengurangi limbah – Pemanfaatan bahan alami mengurangi pencemaran lingkungan.
Harapannya program seperti ini terus berlanjut karena bermanfaat dan membuka peluang usaha.
Kepala Desa Sukasari juga sangat mendukung kegiatan serupa di bidang lain agar masyarakat semakin mandiri.
Pelatihan tersebut diinisiasi oleh seluruh anggota KKN Unila diantaranya Khoirruddin Jamil, Iman Jaya Gea, Latifah Nurul Hidayah, Agusta Angel Marisa, Ashaella Hilda Elok L, Rida Windu Hapsari, dan Ade Prasetya Aryadinata.
Agenda itu juga dibina oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) Dr.Subian Saidi, S.Si.,M,Si.













