Mahasiswa KKN Unila Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Cair di Desa Sukanegara

Mahasiswa KKN Unila
Program KKN harus disusun secara matang, simak selengkapnya!

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung menggelar sosialisasi dan edukasi pembuatan pupuk organik cair. Kegiatan ini berlangsung di Desa Sukanegara, Kecamatan Tanjung Bintang. Mahasiswa memberikan edukasi kepada ibu-ibu PKK tentang pupuk organik cair dan cara menggunakannya.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan limbah organik bagi pertanian. Selain itu, tujuan lainnya mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang semakin mahal. Sosialisasi ini digelar di balai desa dan diikuti dengan antusias oleh para peserta yang berasal dari berbagai kelompok tani dan ibu-ibu PKK.

Manfaat Edukasi Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair

Mahasiswa KKN Universitas Lampung menjelaskan manfaat pupuk organik cair bagi kesuburan tanah. Selain itu, mereka juga memberikan tutorial cara pembuatan pupuk organik cair yang sederhana dan bisa diterapkan di rumah. Bahan utama pupuk ini adalah kedebog pisang yang difermentasi.

Pupuk organik cair dibuat menggunakan kedebog pisang, gula merah, dan EM4 sebagai bahan fermentasi. Proses fermentasi mempercepat penguraian bahan organik sehingga menghasilkan pupuk yang kaya nutrisi untuk tanaman. Dengan pemakaian rutin, pupuk ini dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mempercepat pertumbuhan tanaman.

“Kami ingin memberikan solusi ramah lingkungan bagi masyarakat. Pupuk organik cair mudah dibuat, murah, dan baik untuk tanah serta tanaman,” ujar Salwa, koordinator kegiatan.

Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan

Peserta sosialisasi mengikuti setiap tahap pembuatan pupuk organik cair dengan antusias. Mereka juga mempraktikkan langsung proses pencampuran dan fermentasi bahan tersebut di lokasi. Beberapa peserta mengungkapkan ketertarikannya untuk mencoba membuat pupuk ini di rumah masing-masing.

Ketua PKK mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa. “Kami sangat berterima kasih atas ilmu yang diberikan. Harapannya, ibu-ibu PKK bisa menerapkan ilmunya di rumah. Dengan demikian, pertanian di desa semakin maju dan ramah lingkungan,” katanya.

Dengan kegiatan ini, masyarakat Desa Sukanegara diharapkan bisa mengembangkan pupuk organik cair secara mandiri. Penggunaan pupuk kimia dapat dikurangi secara bertahap. Selain itu, hasil pertanian juga meningkat secara berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan. Jika pupuk ini diterapkan secara luas, maka desa bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam penerapan pertanian organik.

 

Penulis: Putri Fajar

Mahasiswa KKN Unila Jurusan Sosiologi, Fisip.

Artikel ini sudah disunting oleh tim Merapah.com.