Lampung Utara (Merapah.com) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) menggelar Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Organik di Desa Pekurun Udik, Kecamatan Abung Pekurun, Lampung Utara. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan limbah kulit buah dan sayur serta pemanfaatan pupuk organik cair.
Sosialisasi ini dilaksanakan pada Senin, 27 Januari 2025, dengan peserta dari warga desa, Karang Taruna, dan aparatur desa setempat. Enam mahasiswa KKN dari berbagai jurusan turut serta, yaitu Nur Hidayat (Kehutanan), Muhamad Ainnur Hanif (Teknologi Hasil Pertanian), Uswatun Hasanah (Ilmu Hukum), Tiara (Agribisnis), Amara Choirunisa (Perikanan dan Ilmu Kelautan), serta Oryza Sativa (Sosiologi).
Pemanfaatan Limbah Organik Berupa Kulit Buah dan Sayur Menjadi Eco-Enzyme
Nur Hidayat, mahasiswa kehutanan, menjelaskan bahwa limbah kulit buah dan sayur dapat diolah menjadi eco-enzyme. Cairan fermentasi ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, pembersih alami, hingga pestisida ramah lingkungan.
“Limbah organik yang sering dibuang ternyata punya manfaat besar. Dengan mengolahnya menjadi eco-enzyme, kita mengurangi sampah sekaligus menciptakan solusi ramah lingkungan,” ujar Nur Hidayat.
Peserta juga diajarkan cara membuat sabun berbasis eco-enzyme, yang lebih ramah lingkungan dibanding sabun berbahan kimia. Campuran air fermentasi eco-enzyme dengan biang sabun menghasilkan deterjen alami yang aman digunakan.

Pupuk Organik Cair dari Air Cucian Beras
Muhamad Ainnur Hanif memperkenalkan pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar air cucian beras. Menurutnya, air cucian beras mengandung nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang bermanfaat bagi tanaman.
“Daripada dibuang, air cucian beras bisa dijadikan pupuk organik murah. Ditambah EM4 dan gula merah, pupuk ini semakin berkualitas,” jelas Hanif.
Ia mendemonstrasikan cara pembuatan POC, yaitu mencampurkan air cucian beras dengan EM4 dan gula merah, kemudian difermentasi selama satu hingga dua minggu sebelum digunakan.
Komitmen Masyarakat dalam Pemanfaatan Limbah Organik
Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi interaktif antara mahasiswa dan warga. Beberapa peserta berbagi pengalaman dalam mengelola sampah organik, sementara yang lain menyatakan tertarik mencoba metode ini.
Mahasiswa KKN Unila berharap sosialisasi ini dapat menginspirasi masyarakat Desa Pekurun Udik untuk menerapkan pengelolaan limbah organik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan langkah ini, lingkungan desa menjadi lebih bersih dan produktif.













