Berita  

Prediksi The Simpsons Terkait Penembakan Donald Trump

Merapah.com – Peristiwa penembakan yang terjadi di Pennsylvania saat kandidat calon presiden Amerika Serikat Donald Trump tertembak ketika melakukan pidato kampanye, Sabtu, 14 Juli 2024 ternyata sudah ada dalam serial kartun The Simpsons.

Prediksi The Simpsons hampir tepat. Dalam tayangan kartun yang populer di Negeri Paman Sam itu, Donald Trump sedang melakukan ceramah politik. Tiba-tiba ia tertembak dan tewas.

Perkiraan The Simpsons pada bagian ini yang hampir tepat. Meski pada kenyataannya kandidat calon presiden Amerika Serikat Donald Trump hanya mengalami luka pada bagian telinga kanan.

Prediksi The Simpsons Menggegerkan Dunia

Prediksi di salah satu episode serial kartun The Simpsons itu berhasil menggegerkan masyarakat di dunia. Pasalnya, Donald Trump adalah kandidat calon presiden Amerika Serikat dari partai Republik yang cukup punya kans kuat untuk duduk menggantikan Joe Biden.

Akibatnya, The Simpsons kembali trending di jagat platform media sosial X atau Twitter. Pembahasan tentang episode penembakan Donald Trump di serial The Simpsons sangat banyak.

Salah satu pengguna X atau Twitter Brendan Casey dengan akun @Brendocasey mengungkapkan rasa tak percaya sekaligus takjub terhadap prediksi The Simpsons. “Still hard to believe that The Simpsons actually predicted this 16 years ago” yang artinya Masih sulit dipercaya bahwa The Simpson benar-benar meramalkan hal ini 16 tahun yang lalu.

Baca Juga: FBI Ungkap Identitas Penembak Donald Trump

Sebagian netizen juga menganggap bahwa Donald Trump merupakan sosok yang berada pada tingkatan tertinggi sehingga sulit untuk menyenggol dan mencelakainya.

Berita sebelumnya, peristiwa penembakan itu mengangetkan semua pihak. Beruntung, penembak hanya melukai telinga kanan Donald Trump. Namun nahas, satu simpatisan yang hadir dalam kampanye politik Donald Trump tewas dan dua orang lainnya mengalami luka berat.

Agen rahasia akhirnya menembak mati pelaku penembakan, Matthew Crooks.

Petugas menduga bahwa pelaku melancarkan aksinya dari atas atap sebuah gedung yang berjarak beberapa ratus meter dari lokasi kampanye politik Donald Trump di Pennsylvania, Amerika Serikat.

Sebagai tanggapan, aparat keamanan memperketat penjagaan di dua objek vital, yakni Gedung Putih dan Trump Tower, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.