Bandar Lampung, Merapah.com — Di sebuah ruang pertemuan Hotel Horison, Bandar Lampung, 17 Januari 2026, puluhan peserta duduk dengan raut wajah serius namun penuh harap. Mereka sedang menyembuhkan luka batin lewat Advance Hypnotherapy.
Mereka datang dari latar belakang yang berbeda. Mulai dari bidan, dokter, aparatur sipil negara, pengusaha, ibu rumah tangga, dan kalangan dari elemen lainnya.
Namun, satu tujuan menyatukan mereka yakni belajar memahami dan menyembuhkan luka batin melalui Advance Hypnotherapy.
Pelatihan yang digelar Indonesian Hypnosis Center (IHC) ini diikuti 33 peserta dari berbagai wilayah di Lampung.
Selama pelatihan, mereka diajak menyelami bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku manusia saling terhubung, serta bagaimana hipnoterapi dapat menjadi metode penyembuhan yang aman, profesional, dan bertanggung jawab.
Di tengah meningkatnya persoalan kesehatan mental di masyarakat, pelatihan ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang harapan.
Kecemasan, trauma, stres berkepanjangan, hingga tekanan akibat media sosial kini semakin sering dialami masyarakat. Bahkan, angka kecemasan yang tinggi disebut berpotensi berujung pada tindakan ekstrem jika tidak ditangani dengan tepat.
Direktur IHC, Alfivi Arka, Ph.D., yang juga menjadi pelatih dalam agenda itu menegaskan, hipnoterapi bukan sekadar teknik, melainkan profesi yang harus dijalankan secara legal.
Karena itu, setiap praktisi wajib memiliki sertifikat kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) agar dapat memberikan layanan yang aman dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami ingin masyarakat Lampung memiliki akses pada praktisi hipnoterapi yang kompeten, sehingga persoalan pikiran, perasaan, dan perilaku dapat ditangani dengan baik. Tidak hanya untuk keluarga, tetapi juga untuk masyarakat luas,” ujarnya kepada Merapah.com di sela pelatihan Advance Hypnoterapy.
Pelatihan ini juga menyoroti peran penting guru dan pendidik dalam membantu anak-anak menghadapi tekanan psikologis.
Kecemasan, rasa kecewa, hingga ketergantungan pada gawai menjadi tantangan serius di dunia pendidikan saat ini.
Anak-anak dinilai membutuhkan pendampingan yang tepat agar mampu mengelola emosi dan perilaku mereka.
IHC Menjunjung Tinggi Legalitas bagi Para Hipnoterapis
Trainer sekaligus Ketua IHC Lampung, Eri Septi Wulandari, menjelaskan bahwa IHC merupakan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang berpusat di Mataram, Nusa Tenggara Barat, dan telah memiliki kantor cabang di Jakarta.
Lembaga ini fokus pada pengembangan kompetensi hipnosis dan hipnoterapi yang dijalankan secara profesional dan berlandaskan legalitas.
Menurut Eri, pelatihan hipnoterapi di IHC disusun secara bertahap dan sistematis. Terdapat empat jenjang pelatihan, mulai dari Fundamental Hypnosis, Advance Hypnosis, Master Hypnotherapy, hingga Training of Trainer (ToT).
Kelas Advance yang digelar saat ini merupakan level lanjutan setelah peserta dinyatakan lulus di kelas dasar.
“Peserta tidak bisa langsung lompat ke level advance. Mereka harus lulus terlebih dahulu di kelas fundamental sebagai pondasi, baru kemudian boleh naik ke level berikutnya. Ini penting agar skill yang dimiliki benar-benar matang,” ujar Eri.
Ia menegaskan, meski peserta telah menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan, proses untuk menjadi hipnoterapis profesional tidak berhenti sampai di situ.
Para peserta tetap diwajibkan mengikuti uji kompetensi sebagai bagian dari standar profesi.
“Kami tidak sembarang meluluskan peserta. Setelah pelatihan tetap ada uji kompetensi. Kami sangat mengedepankan aspek legalitas dan profesionalisme, supaya hipnoterapi benar-benar aman dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Salah satu peserta, Adhi Prasetyo, mengikuti pelatihan ini dengan motivasi personal. Ia mengaku ingin memperbaiki diri sekaligus membantu orang lain yang terjebak dalam trauma dan masalah mental.
“Banyak orang di sekitar kita yang terlihat baik-baik saja, padahal sedang berjuang dengan luka batin. Ilmu yang saya dapatkan di sini sangat berarti untuk membantu mereka keluar dari trauma dan tekanan mental,” kata Adhi.
Tantangan Nyata Kesehatan Mental
Menurutnya, di tahun 2026 tantangan kesehatan mental semakin nyata. Pengaruh media sosial dan dinamika sosial kemasyarakatan menjadi pemicu baru munculnya gangguan mental.
Karena itu, pendekatan penyembuhan melalui hipnoterapi harus dilakukan secara profesional dan legal agar benar-benar memberikan manfaat.
Melalui pelatihan Advance Hypnotherapy ini, Indonesian Hypnosis Center berharap para peserta tidak hanya lulus sebagai praktisi, tetapi juga tumbuh sebagai agen kepedulian.
Mereka diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat sebagai pendengar, pendamping, dan penolong bagi mereka yang tengah berjuang menghadapi luka batin. Pelan, namun pasti, menuju pemulihan.













