Jakarta, Merapah.com – Film horor terbaru berjudul Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026. Film ini menghadirkan kisah dendam dengan balutan santet dan konflik emosional yang kuat.
Azhar Kinoi Lubis menyutradarai film ini, sementara Soraya Intercine Films memproduksinya.
BACA JUGA: Jet Li Kembali Ke Layar Lebar Februari 2026, Ini Deretan Filmnya!
Dendam Santet Jadi Inti Cerita
Film ini mengisahkan Suzzanna sebagai perempuan desa yang hidup sederhana. Ia dikenal sebagai sosok pendiam dan berhati baik.
Namun, konflik mulai muncul ketika Bisman, penguasa desa, mencintainya secara obsesif. Penolakan Suzzanna kemudian memicu tindakan kejam dari Bisman.
Selanjutnya, Bisman menggunakan santet untuk menyerang keluarga. Serangan itu akhirnya menewaskan ayah Suzzanna secara tragis.
Peristiwa tersebut langsung mengubah hidup Suzzanna. Ia pun memilih mempelajari ilmu santet demi membalas dendam.
Seiring waktu, cerita berkembang dengan konflik batin yang kuat. Suzzanna kini menghadapi pilihan sulit antara mempertahankan kemanusiaan atau mengikuti amarahnya.
Luna Maya Ungkap Pendalaman Karakter
Aktris Luna Maya kembali memerankan Suzzanna dengan pendekatan berbeda. Ia menekankan sisi manusiawi dalam karakter tersebut.
“Di sini Suzzanna berperan sebagai manusia, full dari awal sampai akhir,” ujar Luna Maya.
Ia menilai karakter ini memberi ruang eksplorasi yang lebih dalam.
“Saya bisa me-recall dan lebih menyelami karakternya,” katanya.
Luna Maya juga menegaskan pendekatan baru dalam film ini. “Ini bukan lomba mirip-miripan,” ujarnya.
Menurutnya, Suzzanna kali ini tampil lebih kompleks. Ia menyebut karakter tersebut seperti sosok kuat dalam semestanya sendiri.
BACA JUGA: 4 Film Panas Wajib Nonton Bareng Pasangan
Produksi Besar dengan Nuansa Lokal
Film ini mengambil lokasi syuting di Pangandaran. Lokasi dipilih tuk memperkuat suasana mistis.
Tim produksi menggarap film ini dalam skala besar. Mereka menghadirkan banyak karakter dan konflik yang berlapis.
Horor dengan Sentuhan Emosional
Film ini tidak hanya menampilkan teror. Cerita juga mengangkat konflik emosional yang mendalam.
Film ini mengajak penonton memahami perjalanan batinnya. Hal ini membuat cerita terasa lebih manusiawi.
Film ini memadukan horor, drama, dan konflik moral. Pendekatan tersebut memberi warna baru dalam genre horor Indonesia.
Dengan durasi lebih dari dua jam, film ini menghadirkan ketegangan bertahap. Klimaks cerita dibangun secara intens.
Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa menjadi salah satu film horor yang mencuri perhatian tahun ini. Film ini menghadirkan teror sekaligus kisah tragis yang membekas.













