Berita  

WASPADA! Hujan Lebat Bisa Bikin Banjir Bandar Lampung 

Hujan dengan intensitas tinggi telah menenggelamkan sebagian wilayah Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Merapah.com — Hujan dengan intensitas tinggi sempat bikin banjir Bandsar Lampung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Sabtu, 7 Maret 2026.

Masyarakat di hampir seluruh wilayah Provinsi Lampung diminta waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga sore hari.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Hardianto, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis atmosfer terkini, kondisi cuaca di Lampung pada hari ini cenderung tidak stabil. Hal ini dipicu oleh pertemuan massa udara basah dari Samudra Hindia yang bergerak dari arah barat hingga utara dengan kecepatan angin antara 5 hingga 21 knots atau setara 9 hingga 40 kilometer per jam.

“Pada pagi hari kondisi masih berawan dengan potensi hujan yang terlokalisir di beberapa wilayah. Namun memasuki siang hingga sore, hujan diprakirakan akan meluas ke sebagian besar wilayah Lampung,” ujar Rudi.

Secara rinci, pada pagi hari cuaca diprakirakan berawan dengan potensi hujan di wilayah Pesisir Barat, Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Tengah, dan Lampung Timur. Memasuki siang hingga sore hari, hujan meluas ke sebagian besar wilayah Lampung.

Pada malam hari, hujan berpotensi terjadi di wilayah Mesuji, Way Kanan, Tulang Bawang, Lampung Tengah, Lampung Timur, Kota Metro, Lampung Selatan, Pesawaran, Pringsewu, dan Kota Bandar Lampung.

Sementara pada dini hari, potensi hujan masih terjadi di Way Kanan, Lampung Utara, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Lampung Tengah, Kota Metro, Lampung Timur, dan Lampung Selatan.

BMKG secara khusus mengeluarkan peringatan dini untuk potensi hujan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

Pada siang dan sore hari, peringatan berlaku untuk 14 wilayah yakni Tanggamus, Mesuji, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Lampung Barat, Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Pringsewu, Pesawaran, Lampung Timur, Kota Metro, Lampung Selatan, dan Kota Bandar Lampung.

Pada malam hari, peringatan masih berlaku untuk Pringsewu, Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Timur, Pesawaran, dan Lampung Selatan.

Suhu udara hari ini secara umum berkisar antara 22,0°C hingga 30,0°C, kecuali wilayah Lampung bagian barat yang lebih sejuk yakni antara 20,0°C hingga 28,0°C.

Kelembapan udara terpantau tinggi, berkisar antara 68 persen hingga 100 persen.

“Masyarakat agar tetap waspada dan tidak meremehkan potensi cuaca ekstrem ini. Kami mengimbau untuk menghindari aktivitas di luar ruangan ketika hujan lebat berlangsung, terutama di area terbuka, dekat pohon besar, serta bangunan yang rentan terhadap angin kencang. Pengendara juga diharapkan berhati-hati karena jarak pandang dapat berkurang drastis saat hujan deras,” kata Rudi Hardianto.

BMKG mengimbau masyarakat memantau perkembangan cuaca secara berkala melalui kanal resmi di bmkg.go.id atau aplikasi Info BMKG. Bagi masyarakat yang bermukim di wilayah rawan banjir dan longsor, terutama di daerah berlereng, diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor kepada pihak berwenang apabila terjadi tanda-tanda bencana.

Banjir Bandar Lampung

Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Jumat, 6 Maret 2026 membuat wilayah Bandar Lampung banjir parah.

Beberapa kelurahan dan kecamatan terendam banjir seperti Rajabasa Jaya, Way Halim, Nunyai dan beberapa area lainnya.

Beberapa sungai meluap akibat tidak mampu menampung debit air yang mengalir dari hulu.

Salah satu korban banjir Dini yang merupakan mahasiswa di Kampung Baru, Kedaton, Bandar Lampung mengalami banjir di indekos nya. Alhasil, beberapa alat elektroniknya rusak akibat tengenang air yang masuk tanpa ampun ke area indekosnya.

Beberapa benda berharga yang rusak yaitu rice cooker, setrika, terminal. Beruntung laptop yang berisi data kuliahnya tidak ikut tergenang.

“Alhamdulillah laptop masih selamat. Hampir kena air karena saya letakkan di meja belajar yang pendek,” ujar dia.

Semua tetangga kamarnya juga mengalami hal serupa. Buku-buku penting yang menunjang kegiatan perkuliahan basah kuyup.

Ironisnya, beras juga tak luput menjadi sasaran air yang meluap. Sekitar 3-5 kilogram beras basah. Namun mereka tetap berusaha mengeringkan.

“Sayang dan mubazir, masih bisa dikeringkan,” kata penghuni kost tersebut

Sumber: BMKG Lampung | Diperbarui: 07 Maret 2026