Berita  

Optimalisasi Pembelajaran Al-Qur’an melalui Kegiatan Mengaji Rutin di TPA Baitul Sani Mustaqim

1.1 Foto bersama di TPA Baitul Sani Mustaqim
Foto bersama di TPA Baitul Sani Mustaqim

Mahasiswa KKN Periode 1 Tahun 2025 Universitas Lampung beranggotakan Rofi Hidayat, Febrian Jovi Pradana, Hanny Luthfia Shabrina, Sisil Ameliana. Kemudian, Bunga Ayu Lestari, Indah Purwoningsih, Dewa Ayu Made Meri Sintia, Maya Nurdianti, Aulia Intan Akhmalia, F. Riska Elisa menggelar mengaji rutin. Mahasiswa itu dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung.

Pendidikan Al-Qur’an Bentuk Karakter

Pendidikan Al-Qur’an memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas anak-anak sejak dini. Penelitian ini menganalisis optimalisasi pembelajaran Al-Qur’an melalui kegiatan mengaji rutin di TPA Baitul Sani Mustaqim, Desa Aji Murni Jaya.

Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis, penelitian ini mengobservasi kondisi pembelajaran, implementasi program, serta dampaknya terhadap santri dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran Talaqqi, Iqra’, dan Qira’ati yang diterapkan mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri secara signifikan.

Mengaji Rutin dapat Dukungan

Dukungan masyarakat dan komitmen pengajar menjadi faktor pendukung utama, sementara keterbatasan fasilitas dan tenaga pengajar menjadi kendala dalam pelaksanaan program. Studi ini memberikan wawasan tentang strategi optimalisasi pendidikan Al-Qur’an di lingkungan TPA serta pentingnya peran aktif komunitas dalam mendukung pembelajaran agama.

Kata kunci: Pembelajaran Al-Qur’an, TPA, Metode Mengaji, Pendidikan Agama,Talaqqi

Abstract

Qur’an education has an important role in shaping children’s character and spirituality from an early age. This study analyzes the optimization of Qur’an learning through routine recitation activities at the Baitul Sani Mustaqim Landfill, Aji Murni Jaya Village. Using a qualitative approach with phenomenological methods, this study observes learning conditions, program implementation, and its impact on students and the surrounding community. The results of the study show that the Talaqqi, Iqra’, and Qira’ati learning methods applied are able to significantly improve the ability to read the Qur’an of students. Community support and teacher commitment are the main supporting factors, while limited facilities and teaching staff are obstacles in the implementation of the program. This study provides insight into the strategy of optimizing Qur’an education in the landfill environment and the importance of the active role of the community in supporting religious learning.

Keywords: Learning the Qur’an, TPA, Reciting Methods, Religious Education, Talaqqi

1. Pendahuluan

Pendidikan agama, khususnya pembelajaran Al-Quran, memiliki peran vital dalam pembentukan karakter dan spiritual anak-anak. Di era digital yang semakin berkembang, tantangan dalam mempertahankan minat anak-anak untuk mempelajari Al-Quran semakin kompleks.

Al-Qur’an adalah kitab suci yang mengandung wahyu Allah, yang diturunkan secara bertahap melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sebagai utusan-Nya. Kitab ini berfungsi sebagai pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan agar memperoleh kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat.Pendidikan Al-Qur’an memiliki peran vital dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan memahami nilai-nilai keislaman sejak dini. Di Desa Aji Murni Jaya, TPA Baitul Sani Mustaqim hadir sebagai wadah pembelajaran Al-Qur’an yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pendidikan keagamaan masyarakat setempat.

Taman Pendidikan al-Qur’an yang dikenal dengan singkatan TPA atau TPQ merupakan institusi pendidikan yang memiliki struktur organisasi formal. Lembaga ini berfokus pada pengajaran kemampuan membaca dan menulis al-Qur’an serta pembelajaran mengenai praktik ibadah dasar kepada para muridnya.

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program mengaji rutin di TPA Baitul Sani Mustaqim secara komprehensif, mulai dari kondisi pembelajaran, implementasi program, hingga dampaknya terhadap perkembangan TPA dan masyarakat sekitar.

Melalui observasi mendalam terhadap berbagai aspek seperti sarana prasarana, metode pembelajaran, tingkat partisipasi santri, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang utuh mengenai efektivitas program ini dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an para santri.

Hasil kajian ini tidak hanya bermanfaat sebagai evaluasi program yang telah berjalan, tetapi juga dapat menjadi dasar pengembangan program serupa di masa mendatang. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi, tantangan, dan peluang yang ada, diharapkan dapat dirumuskan strategi yang tepat untuk mengoptimalkan peran TPA dalam pendidikan Al-Qur’an di Desa Aji Murni Jaya.

Artikel ini membahas pembelajaran Al-Qur’an di TPA Baitul Sani Mustaqim, yang mencakup metode pembelajaran, faktor-faktor yang mempengaruhi, kondisi pembelajaran, serta dampak perkembangannya dengan dukungan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung periode I tahun 2025.

2. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis rancangan fenomenologis. Sumber data dalam penelitian ini meliputi kami sebagai mahasiswa yang membantu mengajar, guru ngaji TPA, serta para santri TPA yang menjadi rujukan peneliti dalam melaksanakan pengumpulan data. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan wawancara dan observasi lapang.

Wawancara dilakukan untuk menggali pengalaman, pandangan, dan perasaan para informan terkait kegiatan asistensi mengajar di TPA, sedangkan observasi lapang bertujuan untuk memahami dinamika interaksi dan proses pembelajaran yang berlangsung di TPA. Dengan pendekatan ini, diharapkan penelitian dapat memberikan pemahaman yang mendalam mengenai pengalaman dan tantangan dalam kegiatan asistensi mengajar di Desa Aji Murni Jaya.

3. Hasil dan Pembahasan

A. Kondisi Pembelajaran di TPA Baitul Sani Mustaqim
Rahmat (2017) mengemukakan pendidikan nonformal berdasarkan segi isi program menggunakan kurikulum yang berpusat pada kepentingan anak yang disusun atas dasar perbedaan kebutuhan belajar anak dan lebih mengutamakan keterampilan yang bernilai guna bagi kehidupan anak.

Pembelajaran Al-Qur’an di TPA Baitul Sani Mustaqim merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungan sekitar. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan dengan memanfaatkan ruang belakang masjid yang telah didesain sedemikian rupa untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif.

Dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar, ruangan telah dibagi menjadi tiga kelas berdasarkan tingkat kemampuan santri. Pembagian ini terdiri dari kelas rendah yang diperuntukkan bagi santri pemula yakni membaca huruf hijaiyah, kelas menengah untuk santri dengan kemampuan membaca Al-Qur’an yang sudah cukup baik, dan kelas tinggi bagi santri yang telah mahir dalam membaca Al-Qur’an.

Setiap kelas dilengkapi dengan sarana pembelajaran berupa meja ngaji yang terbuat dari kayu. Meja-meja ini dirancang khusus dengan ketinggian yang sesuai untuk anak-anak, sehingga mereka dapat belajar dengan posisi yang nyaman.

Untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif, setiap kelas juga dilengkapi dengan papan tulis. Papan tulis ini berfungsi sebagai media pengajaran yang digunakan oleh para ustadz dan ustadzah dalam menjelaskan materi pembelajaran, seperti pengenalan huruf hijaiyah, hukum tajwid, dan materi-materi pembelajaran Al-Qur’an lainnya. Ruang pembelajaran di TPA ini juga dilengkapi dengan sistem pencahayaan dan ventilasi yang baik. Jendela-jendela besar memungkinkan masuknya cahaya alami dan sirkulasi udara yang optimal, menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman bagi para santri dan pengajar.

Untuk Jadwal dan alokasi waktu pembelajaran, Kegiatan pembelajaran Al-Qur’an di TPA Baitul Sani Mustaqim dilaksanakan secara rutin dan terstruktur dengan jadwal yang telah dirancang secara sistematis. Pembelajaran berlangsung setiap hari mulai Senin hingga Minggu, dengan pengecualian pada hari Jumat yang ditetapkan sebagai hari libur mengaji.

Waktu pembelajaran dimulai setelah shalat Ashar, tepatnya pukul 16.00 WIB hingga pukul 17.30 WIB, memberikan durasi belajar yang optimal selama 90 menit.

Dalam pelaksanaannya, para santri dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuan membaca Al-Qur’an mereka, mulai dari kelompok dasar yang masih belajar Iqro hingga kelompok lanjutan yang telah mampu membaca Al-Qur’an. Setiap kelompok belajar didampingi oleh seorang ustadz atau ustadzah yang bertanggung jawab untuk membimbing dan memantau perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an para santri.

Para pengajar tidak hanya bertugas memberikan materi pembelajaran, tetapi juga melakukan evaluasi berkala terhadap kemajuan setiap santri, sehingga dapat menentukan kapan seorang santri siap untuk naik ke tingkat pembelajaran yang lebih tinggi. Sistem pembelajaran yang terorganisir ini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an para santri di TPA Baitul Sani Mustaqim.

B. Implementasi Program Mengaji Rutin di TPA Baitul Sani Mustaqim

Pelaksanan Program Mengaji Rutin
Gambar 1. Pelaksanan Program Mengaji Rutin

 

1.1 Foto bersama di TPA Baitul Sani Mustaqim
Gambar 1.1 Foto bersama di TPA Baitul Sani Mustaqim

TPA Baitul Sani Mustaqim di Desa Aji Murni Jaya menerapkan metode pembelajaran Talaqqi serta Iqra’ dan Qira’ati dalam proses pembelajaran mengajinya. Metode Talaqqi digunakan untuk membimbing santri membaca Al-Qur’an secara langsung di hadapan ustadz atau ustadzah, sehingga mereka dapat memperoleh koreksi dan pembinaan bacaan secara tepat.

Sementara itu, metode Iqra’ dan Qira’ati diterapkan sesuai dengan tingkat kemampuan santri, di mana santri pemula belajar membaca Al-Qur’an dengan metode Iqra’, sedangkan santri yang susah lebih mahir menggunakan metode Qira’ati untuk mempermudah pemahaman tajwid dan meningkatkan kefasihan bacaan mereka.

Kedua metode ini diterapkan secara sistematis untuk memastikan santri dapat membaca Al-Qur’an dengan benar dan lancar, TPA ini juga menerapkan Metode Muroja’ah, yaitu pengulangan hafalan secara berkala agar santri semakin lancer dan ingat terhadap ayat-ayat atau surah yang telah dihafalkan dan dipelajari.

Pembelajaran di TPA Baitul Sani Mustaqim di Desa Aji Murni Jaya dilakukan secara bertahap dan terstruktur sesuai dengan tingkat kemampuan santri agar santri dapat menguasai bacaan Al-Qur’an dengan baik. Materi yang diajarkan mencakup pengenalan huruf Hijaiyah, pelatihan membaca Al-Qur’an dengan metode Iqra’ dan Qira’ati, pemahaman hukum tajwid, hafalan ayat-ayat pilihan, serta pembiasaan muroja’ah untuk memperkuat hafalan.

Tahapan pembelajaran dimulai dari “Kelas Rendah”, di mana santri yang belum mengenal huruf Hijaiyah akan diajarkan dasar-dasar membaca dengan metode Iqra’, termasuk Latihan melafalkan huruf dengan benar serta mengenali harakat dan tanda baca.

Setelah santri mampu membaca dengan lebih lancar, mereka akan naik ke “Kelas Menengah”, yang berfokus pada penerapan hukum tajwid serta peningkatan kefasihan dalam membaca Al-Qur’an dengan metode Qira’ati. Di tahap ini, santri juga mulai diperkenalkan dengan bacaan panjang-pendek, waqaf, serta kelancaran dalam membaca ayat secara berkesinambungan.

Bagi santri yang telah menguasai bacaan Al-Qur’an dengan baik, mereka dapat melanjutkan ke “Kelas Tinggi”, yang bertujuan untuk menghafal ayat-ayat Al-Qur’an secara sistematis. Pada tahap ini, Metode Tasmi’ digunakan untuk melatih santri mendengarkan dan menirukan bacaan guru atau qari yang sudah mahir, sehingga mereka dapat menyesuaikan makhraj dan tajwid dengan baik.

Selain itu, metode Muroja’ah diterapkan untuk mengulang hafalan secara berkala agar tidak mudah terlupakan. Proses pembelajaran ini juga dilengkapi dengan evaluasi rutin, baik mingguan maupun bulanan, untuk memastikan setiap santri mengalami perkembangan yang signifikan. Setiap enam bulan sekali, laporan perkembangan santri diberikan kepada orang tua agar mereka juga dapat memantau kemajuan anak-anak mereka di rumah.

Dengan sistem pembelajaran yang bertahap dan terstruktur ini, diharapkan santri dapat membaca dan memahami Al-Qur’an dengan lebih baik serta menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Di TPA Baitul Sani Mustaqim di Desa Aji Murni Jaya, penggunaan media dan alat bantu pembelajaran sederhana menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman santri terhadap Al-Qur’an. Media yang digunakan umumnya mudah dijangkau namun efektif dalam membantu proses belajar mengajar. Salah satu alat utama yang digunakan adalah Buku Iqra’ dan Al-Qur’an dengan tajwid berwarna, yang sangat membantu santri dalam mengenali dan memahami hukum bacaan dengan lebih jelas. Selain itu, Papan tulis dan spidol juga menjadi media utama dalam menjelaskan teori tajwid, hukum bacaan, serta latihan menulis huruf hijaiyah bagi santri yang masih dalam tahap awal pembelajaran.

Sebagai bentuk variasi, Poster Tajwid dan Kartu Huruf Hijaiyah ditempel di ruang belajar agar santri lebih mudah menghafal dan memahami dasar-dasar ilmu tajwid secara visual. Selain itu, penggunaan Tongkat penunjuk saat membaca Al-Qur’an membantu santri dalam mengikuti bacaan dengan lebih fokus. Meskipun menggunakan alat bantu yang sederhana, pendekatan ini terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, sehingga santri lebih mudah memahami dan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dengan baik.

C. Hasil dan Capaian Program Mengaji Rutin
TPA Baitul Sani Mustaqim fokus pada pembelajaran Al-Qur’an untuk anak-anak usia dini hingga remaja. TPA ini berupaya memberikan pembelajaran yang berkualitas dalam memfasilitasi santri untuk memahami dan menghafal Al-Qur’an dengan baik. Salah satu indikator keberhasilan dari pendidikan di TPA ini adalah perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an santrinya. Proses tersebut melibatkan berbagai faktor yang saling berkaitan, seperti metode pengajaran, fasilitas yang ada, serta dukungan dari orang tua dan masyarakat.Di TPA Baitul Sani Mustaqim, pembelajaran membaca Al-Qur’an diterapkan dengan menggunakan metode yang terstruktur dan mudah dipahami oleh santri.Salah satu metode yang digunakan adalah metode Tilawati yang mengajarkan santri untuk membaca Al-Qur’an dengan tartil dan fasih, sambil menekankan makhraj dan tajwid yang benar. Metode ini bertujuan agar santri dapat membaca Al-Qur’an dengan suara yang indah dan benar.

Seiring dengan berjalannya waktu, TPA Baitul Sani Mustaqim mencatat perkembangan yang signifikan dalam kemampuan membaca Al-Qur’an santrinya.Santri di TPA ini semakin mampu membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang baik, mengingat mereka diberikan pembelajaran yang terperinci mengenai hukum bacaan dan cara membaca yang benar.Santri mulai mampu membaca dengan lebih cepat tanpa mengabaikan kualitas bacaan. Mereka sudah lebih fasih dan dapat melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan lancar.Tidak hanya mengutamakan kelancaran dalam membaca, tetapi santri juga mulai memahami arti dan makna dari ayat-ayat yang dibaca. Hal ini berkontribusi pada pemahaman agama yang lebih dalam dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tingkat kehadiran dan partisipasi santri di TPA Baitul Sani Mustaqim sangat penting untuk menilai efektivitas kegiatan pembelajaran.Tingkat kehadiran mencerminkan seberapa sering santri mengikuti kegiatan pembelajaran di TPA Baitul Sani Mustaqim. Kehadiran yang tinggi menunjukkan bahwa santri memiliki komitmen yang baik terhadap program pembelajaran yang disediakan oleh TPA.Partisipasi santri tidak hanya terlihat dari kehadiran mereka, tetapi juga dari keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan yang diadakan di TPA.Tingkat kehadiran dan partisipasi yang tinggi di TPA Baitul Sani Mustaqim dapat memberikan manfaat semakin tinggi partisipasi, semakin besar peluang santri untuk memperdalam pemahaman tentang agama Islam, terutama dalam mempelajari Al-Qur’an dan ajaran-ajaran Islam. santri juga dapat mengembangkan karakter, seperti disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Dukungan orang tua dan masyarakat sangat penting dalam perkembangan membaca Al-Qur’an santri di TPA Baitul Sani Mustaqim. Orang tua yang secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran akan memberikan motivasi tambahan kepada anak-anak mereka untuk giat belajar. Selain itu, masyarakat sekitar juga turut memberikan dukungan dengan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi santri untuk belajar dan berlatih membaca Al-Qur’an.

Jadi perkembangan membaca Al-Qur’an santri di TPA Baitul Sani Mustaqim menunjukkan hasil yang positif, di mana santri semakin mampu membaca dengan baik, lancar, dan benar sesuai dengan tajwid yang diajarkan. Proses tersebut melibatkan metode yang tepat, dukungan dari orang tua dan masyarakat, serta komitmen dari pengelola TPA dalam meningkatkan kualitas pengajaran. Dengan terus mengatasi kendala yang ada, diharapkan TPA Baitul Sani Mustaqim dapat mencetak lebih banyak santri yang mahir membaca Al-Qur’an dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang agama Islam

D. Faktor Penghambat dan Pendukung
Pembelajaran Al-Quran merupakan aspek penting dalam pendidikan agama di Indonesia. TPA Baitul Sani Mustaqim yang terletak di Desa Aji Murni Jaya, Tulang Bawang, Lampung, berkomitmen untuk mengoptimalkan pembelajaran Al-Quran melalui kegiatan mengaji rutin. Namun, terdapat berbagai faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi keberhasilan program ini.

Faktor Pendukung
1. Faktor Internal
• Komitmen Pendidik : Meskipun jumlah tenaga pendidik hanya dua orang, komitmen mereka dalam mengajar sangat tinggi. Dedikasi ini membantu menciptakan suasana belajar yang positif.
• Minat Santri : Antusiasme santri dalam mengikuti kegiatan mengaji rutin menunjukkan adanya keinginan untuk belajar Al-Quran dengan baik.
• Kurikulum : Adanya kurikulum yang jelas dan terstruktur dalam pembelajaran Al-Quran memberikan panduan yang baik bagi pengajaran.

2. Faktor Eksternal
• Dukungan Masyarakat : Keterlibatan orang tua dan masyarakat setempat dalam mendukung kegiatan belajar mengaji sangat penting. Mereka sering memberikan motivasi kepada santri.

Faktor Pengahambat
1. Faktor Internal
• Fasilitas yang Kurang Memadai : Ruang kelas yang tidak nyaman dan kurangnya sarana belajar seperti buku dan alat bantu mengajar menghambat proses pembelajaran yang efektif.
• Jumlah Tenaga Pendidik yang Terbatas : Dengan hanya dua tenaga pendidik untuk jumlah santri yang banyak, baik dari kelas tinggi maupun rendah, kualitas pengajaran dapat terpengaruh. Hal ini menyulitkan pengawasan dan perhatian individual terhadap santri.

2. Faktor Eksternal
• Kondisi Lingkungan : Faktor lingkungan, seperti kebisingan dari luar atau cuaca yang tidak mendukung, dapat mengganggu konsentrasi santri saat belajar.
• Kompetisi dengan Kegiatan Lain : Santri sering kali terlibat dalam kegiatan lain di luar TPA, seperti pekerjaan rumah atau kegiatan ekstrakurikuler, yang mengurangi waktu mereka untuk mengaji.

Optimalisasi pembelajaran Al-Quran di TPA Baitul Sani Mustaqim dapat dilakukan dengan memanfaatkan faktor pendukung yang ada dan mengatasi faktor penghambat. Peningkatan fasilitas, penambahan tenaga pendidik, serta dukungan dari masyarakat dan pemerintah sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan Al-Quran di desa Aji Murni Jaya. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan kegiatan mengaji rutin dapat lebih efektif dan bermanfaat bagi santri.

E. Dampak Program terhadap Perkembangan TPA
Program asistensi mengajar di TPA Baitul Sani Mustaqim telah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan pembelajaran Al-Quran di Desa Aji Murni Jaya. Sebelum program ini dilaksanakan, TPA menghadapi tantangan dalam hal keterbatasan tenaga pengajar, di mana hanya terdapat dua orang ustadz/ustadzah yang harus membimbing sekitar 60 santri. Kondisi ini menyebabkan proses pembelajaran kurang optimal karena rasio pengajar dan santri yang tidak seimbang.

Dengan hadirnya program asistensi mengajar, kualitas pembelajaran di TPA mengalami peningkatan yang terlihat dari beberapa aspek. Pertama, santri mendapatkan perhatian dan bimbingan yang lebih intensif karena adanya tambahan tenaga pengajar. Hal ini memungkinkan pembagian kelompok belajar menjadi lebih kecil, sehingga setiap santri memiliki kesempatan lebih banyak untuk praktik membaca Al-Quran dan mendapatkan koreksi langsung dari pengajar.

Kedua, program ini berkontribusi dalam meningkatkan motivasi belajar santri. Kehadiran mahasiswa KKN sebagai pengajar memberikan suasana baru dan metode pembelajaran yang lebih variatif, sehingga santri lebih antusias dalam mengikuti kegiatan mengaji. Hal ini tercermin dari tingkat kehadiran santri yang lebih konsisten dan semangat mereka dalam mempelajari Al-Quran.

Dari segi kontribusi terhadap pendidikan Al-Quran di lingkungan sekitar, program ini telah membantu memperkuat peran TPA sebagai pusat pembelajaran Al-Quran di Desa Aji Murni Jaya. Masyarakat setempat memberikan respon positif terhadap program ini, yang ditunjukkan dengan meningkatnya kepercayaan orang tua untuk mengikutsertakan anak-anak mereka dalam kegiatan TPA. Selain itu, program ini juga telah membantu mempertahankan keberlanjutan pendidikan Al-Quran di desa tersebut, meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya pengajar.

Lebih jauh lagi, program asistensi mengajar ini telah memberikan dampak jangka panjang berupa peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan Al-Quran bagi anak-anak. Transfer pengetahuan dan pengalaman yang terjadi selama program berlangsung tidak hanya bermanfaat bagi para santri, tetapi juga memberikan inspirasi bagi pemuda setempat untuk turut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Al-Quran di masa mendatang.

4. Kesimpulan

Program mengaji rutin di TPA Baitul Sani Mustaqim Desa Aji Murni Jaya telah menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an. Dengan menerapkan metode pembelajaran yang terstruktur, seperti Talaqqi, Iqra’, dan Qira’ati, serta membagi kelas sesuai tingkat kemampuan santri, program ini mampu mengoptimalkan proses belajar meskipun menghadapi keterbatasan tenaga pengajar dan fasilitas. Kehadiran mahasiswa KKN Universitas Lampung periode I tahun 2025 sebagai asisten pengajar turut memberikan kontribusi besar, terutama dalam mengatasi kekurangan tenaga pendidik dan meningkatkan semangat belajar santri. Selain itu, program ini berhasil memperkuat peran TPA sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an di desa serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan agama bagi generasi muda. Meskipun masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan fasilitas dan tenaga pengajar, dukungan aktif dari orang tua dan masyarakat, serta komitmen tinggi para pendidik, menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan dan pengembangan program pembelajaran Al-Qur’an di TPA Baitul Sani Mustaqim.

Ucapan Terima Kasih

Puji syukur kepada Allah SWT yang senantiasa kami panjatkan karena hanya dengan rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan pengabdian ini. Kami juga banyak mendapatkan dukungan dari berbagai pihak yang telah menyumbangkan pikiran, waktu, tenaga, dan sebagainya. Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini kami mengucapkan terima kasih kepada:
a) Universitas Lampung
b) BPKKN Universitas Lampung
c) Dosen KDPL Mahasiswa Universitas Lampung
d) Dosen DPL Mahasiswa Universitas Lampung
e) Kepala Desa Aji Murni Jaya Kec. Gedung Aji, Tulang Bawang
f) Masyarakat Desa Aji Murni Jaya Kec. Gedung Aji, Tulang Bawang
Semoga amal dan kebaikan yang diberikan kepada kami akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Aamiin.

Daftar Pustaka

Daulay, S. S., Suciyandhani, A., Sofian, S., Julaiha, J., & Ardiansyah, A. (2023). Pengenalan Al-Quran. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(5), 472-480

Febriani, F., Apani, M. B., & Malahayati, T. (2023). Optimalisasi Pemberdayaan Tempat Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Masjid Nurul Fallah (Studi Pada Masjid Nurul Fallah, Dusun Sidodadi, Desa Ciasem Girang). PROCEEDINGS UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG, 3(1), 123-128.

Firnando, H. G., Ulya, U., Febrian, R. B., Karima, S. A., Hidayatullah, M., Mufarokhah, N., … & Arlan, J. (2024, December). Pemberdayaan Masyarakat di Desa Margasari Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta Berbasis Keagamaan, Pendidikan, dan Sosial-Budaya. In AMONG: Prosiding Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (Vol. 1, pp. 162-184).
Nurchasanah, A. D., Sugiyat, S., & Sukari, S. (2021). PERAN TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR’AN. Al’Ulum Jurnal Pendidikan Islam, 51-63.
Rahmat, Abdul. (2017). Managemen pendidikan nonformal. Ponorogo: Penerbit Wade.

Said, S. D., Suciyandhani, A., Sofian, S., & Julaiha, J. (2023). Ardiansyah.” Pengenalan Al-Quran.”. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 472-480.