Merapah.com – Bandar Lampung, 16 April 2025 – Mahasiswa Sosiologi Universitas Lampung mengadakan diskusi membahas hak perempuan. Kegiatan ini bertajuk Pojok Diskusi Mahasiswa (PODIUM) dan digelar oleh HMJ Sosiologi. Diskusi ini merupakan kegiatan perdana Kabinet Navagatra bekerja sama dengan Lamban PuAn Lampung. Acara dilaksanakan di Taman FISIP Universitas Lampung pada pukul 16.00 WIB. Tema yang diangkat yaitu “Ketika RUU Dibahas: Di Mana Posisi Hak-Hak Perempuan?”.
Partisipasi Mahasiswa Lintas Jurusan
Mahasiswa dari berbagai jurusan hadir dan aktif dalam diskusi seputar isu kebangsaan dan gender. Mereka menunjukkan kepedulian tinggi terhadap isu hak perempuan dalam pembahasan RUU TNI. Ketua HMJ Sosiologi, Yolanda Betriliani, menyampaikan pentingnya perjuangan hak-hak perempuan.
Ia menekankan bahwa perempuan berhak bebas berpendapat dan memiliki ruang aman di masyarakat.
“Perempuan harus bebas dari intimidasi maupun potensi pelecehan,” tegas Yolanda dalam sambutannya.
BACA JUGA: Biar Jawaban AI Nggak Aneh, Pahami 4 Struktur Prompt Ini
Kritik Mahasiswa terhadap RUU TNI
Isdania selaku Ketua Pelaksana menyampaikan alasan pentingnya diskusi ini digelar. Menurutnya, RUU TNI dinilai memiliki potensi membatasi ruang demokrasi dan mengancam hak perempuan. Diskusi ini hadir sebagai respons terhadap kekhawatiran tersebut dari berbagai kalangan masyarakat.
“Kami ingin membuka ruang dialog dan refleksi bersama atas wacana RUU ini,” jelas Isdania.

Suara Mahasiswa dalam Diskusi
Rima Dwi, mahasiswi Ilmu Pemerintahan angkatan 2024, turut menyampaikan pandangannya dalam forum. Ia menilai perlunya perlindungan terhadap korban kekerasan berbasis gender dan pelecehan seksual. Menurut Rima, edukasi dan pelatihan pemberdayaan perempuan sangat dibutuhkan dalam konteks saat ini.
“Diskusi seperti ini penting untuk membangun kesadaran dan empati mahasiswa,” ujar Rima.
BACA JUGA: Sertifikasi vs Gelar: Mana yang Lebih Penting untuk Karir?
Harapan untuk Mahasiswa
Yolanda menutup diskusi dengan harapan agar mahasiswa terus terlibat dalam forum intelektual terbuka. Ia percaya diskusi seperti ini membentuk pemikiran kritis dan empati terhadap isu sosial.
“Mahasiswa harus terus belajar, berpikir kritis, dan peduli terhadap isu kebangsaan,” tutup Yolanda.
Melalui diskusi ini, HMJ Sosiologi berharap mahasiswa lebih peka terhadap dinamika sosial dan politik. PODIUM menjadi langkah awal membangun solidaritas dan kesadaran terhadap hak perempuan di Indonesia.













