Bachtiar Basri Wafat, Lampung Kehilangan Sosok Pemimpin Penuh Dedikasi

Bachtiar Basri
Bachtiar Basri wafat Kamis, 15 Mei 2025 di RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek.

Merapah.com, Bandar Lampung – Bachtiar Basri wafat di RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek pada Kamis, 15 Mei 2025. Almarhum menghembuskan napas terakhir akibat sakit di dada yang menyerang secara tiba-tiba. Kabar duka ini mengejutkan banyak pihak, khususnya masyarakat Lampung dan jajaran pemerintah provinsi.

Bachtiar Basri wafat dalam usia 71 tahun, tepatnya kelahiran 30 Desember 1953. Semasa hidup, ia dikenal sebagai sosok rendah hati dan dekat dengan masyarakat.

Riwayat Singkat Pengabdian Bachtiar Basri

Bachtiar menjabat sebagai Wakil Gubernur Lampung periode 2014 hingga 2019. Ia mendampingi Gubernur Muhammad Ridho Ficardo dalam satu periode pemerintahan yang dinamis.

Selama masa jabatan, Bachtiar aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat di berbagai daerah. Ia dikenal tegas dalam kebijakan, namun tetap humanis dan terbuka terhadap aspirasi rakyat.

Pernyataan Duka dari Gubernur Lampung

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan duka mendalam atas kepergian Bachtiar Basri.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun, kami turut berduka cita atas wafatnya beliau,” ucap Mirza.

Ia menyebut almarhum sebagai sosok besar yang berjasa bagi pembangunan Provinsi Lampung.

“Beliau orang baik, banyak memberi kontribusi besar untuk kemajuan daerah,” tambahnya.

Sosok Paman dan Mentor Politik

Gubernur Rahmat mengungkapkan bahwa Bachtiar Basri adalah pamannya dan guru politik baginya.

“Beliau adalah ketua tim pemenangan saya dan banyak memberi nasihat,” katanya.

Kenangan bersama Bachtiar menjadi pelajaran politik penting dalam perjalanan karier Rahmat. Menurutnya, sosok Bachtiar memberi pengaruh besar dalam setiap langkah dan keputusan politiknya.

Masyarakat Ikut Merasakan Kehilangan

Akun @zaenyumamy menulis, “Saya tahu Bapak orang baik. Semoga husnul khatimah, Pak.” Ratusan komentar serupa membanjiri unggahan berita tentang kepergian almarhum.

Kepergian Bachtiar Basri meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, masyarakat, dan Pemerintah Provinsi Lampung. Pemerintah daerah memberikan penghormatan terakhir sebagai bentuk apresiasi atas jasa-jasanya. Warga mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.

Banyak pihak merasa kehilangan sosok panutan yang telah mengabdikan hidupnya untuk kemajuan daerah. Semangat dan nilai-nilai yang beliau tanamkan akan terus hidup dalam ingatan masyarakat Lampung.