Bandar Lampung, Merapah.com — Waspada hujan lebat hari ini. Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Provinsi Lampung berpotensi diguyur hujan pada Kamis, 30 April 2026. Hujan diprediksi terjadi sejak pagi hingga malam hari dengan intensitas bervariasi, bahkan berpotensi disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah daerah.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Hardianto, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sepanjang hari.
“Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang perlu diwaspadai, terutama pada siang hingga malam hari di sebagian besar wilayah Lampung,” ujar Rudi.
Pada pagi hari, cuaca di Lampung diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah seperti Lampung Selatan, Lampung Timur, Metro, Bandar Lampung, Lampung Tengah, Tulang Bawang, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, hingga Pesisir Barat.
Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan diperkirakan semakin meluas dan mencakup sebagian besar wilayah di Provinsi Lampung. Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, pada malam hari, cuaca umumnya berawan. Meski demikian, hujan masih berpotensi terjadi di wilayah Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus, Way Kanan, Lampung Utara, Mesuji, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Lampung Tengah, Pringsewu, hingga Pesawaran.
Adapun pada dini hari, cuaca di wilayah Lampung diprakirakan kembali cerah berawan hingga berawan.
BMKG mencatat suhu udara di Lampung secara umum berkisar antara 22,0°C hingga 33,0°C. Khusus wilayah Lampung bagian barat, suhu udara lebih sejuk, yakni berkisar antara 20,0°C hingga 30,0°C. Kelembapan udara berada pada kisaran 55% hingga 95%.
Untuk kondisi angin, secara umum bertiup dari arah Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan antara 4 hingga 15 knots atau sekitar 6 hingga 28 kilometer per jam.
Lebih lanjut, Rudi Hardianto menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan air, hingga pohon tumbang akibat angin kencang.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang berada di daerah rawan banjir dan longsor, agar tetap waspada dan memperhatikan informasi cuaca terkini dari BMKG,” tambahnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi guna mengantisipasi dampak yang dapat ditimbulkan dari perubahan cuaca yang cukup dinamis dalam beberapa hari ke depan.













