Merapah.com, Bandar Lampung – Forum Studi Pengembangan Islam (FSPI) FISIP Unila menggelar Kelas Pemimpin Muda di Universitas Lampung, Senin (9/6/2025). Acara berlangsung di Masjid At-Tarbiyah FISIP Unila dengan tema tantangan ketenagakerjaan bagi Gen Z masa depan.
Sebanyak 15 peserta hadir mengenakan pakaian sopan, disambut hangat oleh panitia sejak pagi hari. Panitia menyediakan snack, doorprize menarik, serta dokumentasi bersama narasumber untuk menambah kenangan acara. Kegiatan ini menghadirkan Bambang Irawan, S.A.B. Staff Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, sebagai pembicara utama membahas ketenagakerjaan era digital global.
BACA JUGA: Lembaga Dakwah Kampus Unila Antusias Ikuti Pelatihan Jurnalistik
Otomatisasi Geser Pekerjaan Tradisional

Bambang membuka diskusi dengan kisah perubahan industri akibat otomatisasi dan kecerdasan buatan. Ia menyampaikan bahwa banyak pekerjaan konvensional tergantikan sistem otomatis yang semakin efisien.
“Kalau tidak beradaptasi, generasi muda bisa tergilas oleh mesin dan sistem digital. Maka kita harus gesit,” tegas Bambang.
Soft Skills Jadi Kunci
Bambang menekankan pentingnya soft skills seperti komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan dalam dunia kerja. Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan bahasa asing dan pemahaman lintas budaya dalam persaingan global.
“Pemerintah sudah menyediakan banyak program. Tinggal bagaimana kita mau ambil peluang itu atau tidak,” ujarnya.
Mahasiswa perlu membangun personal branding agar perekrut mudah menilai potensi mereka secara profesional. Ia mendorong peserta mempublikasikan portofolio di platform profesional untuk meningkatkan visibilitas diri.
Pentingnya Jejaring dan Magang Industri
Peserta antusias membagikan pengalaman proyek dan saling menjajaki peluang kolaborasi berkelanjutan. Bambang juga memaparkan dukungan pemerintah lewat pelatihan vokasi dan insentif untuk dunia kerja.
Sesi Tanya Jawab dan Testimoni Peserta
BACA JUGA: FSPI IN ACTION: Donasi Kebahagiaan di Panti Asuhan Hasbi Rabbi
Moderator membuka sesi tanya jawab interaktif tentang ketidakpastian karier dan arah pelatihan yang tepat. Bambang menjawab dengan tegas bahwa riset tren pekerjaan harus menjadi dasar memilih pelatihan. Ia menyarankan kursus daring terakreditasi, memperbarui portofolio, dan memanfaatkan sumber terbuka digital.
Salah satu peserta, Devi, menyampaikan kesan acara ini telah meningkatkan rasa percaya dirinya.
“Saya jadi sadar pentingnya membangun portofolio sejak sekarang, bukan nanti setelah lulus,” ujarnya
Rencana dan Komitmen FSPI
Melalui kegiatan ini, FSPI memperkuat peran sebagai penggerak pengembangan kapasitas mahasiswa Islam nasional.
“FSPI ingin jadi ruang tumbuh bagi mahasiswa muslim, agar mereka siap jadi pemimpin masa depan,” ujar Aldiva, Ketua Umum FSPI FISIP Unila.
Mereka berkomitmen menjaga kualitas materi, format interaktif, dan lingkungan belajar yang inklusif. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, peserta yakin bisa menaklukkan tantangan industri global.













