Berita  

Mitra Bentala Edukasi Siswa SMPN 24 Bandar Lampung Soal Sampah dan Mangrove

Mitra Bentala Edukasi Sekolah
Mitra Bentala Edukasi Siswa SMPN 24 Bandar Lampung (23/07/2025)

Merapah.com, Bandar Lampung – Mitra Bentala bersama Global Plastic Action Partnership (GPAP) menggelar edukasi lingkungan di SMPN 24 Kota Bandar Lampung pada Rabu, 23 Juli 2025, dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Kegiatan ini menyasar siswa kelas dua dan melibatkan 90 murid yang aktif mengikuti acara sejak pagi hari di lapangan sekolah.

Fokus pada Isu Sampah dan Biodiversitas

Kepala SMPN 24 Bandar Lampung, Slamet Mulyadi, membuka acara dengan menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai, isu sampah dan biodiversitas sangat relevan dengan kondisi lingkungan sekitar sekolah.

Mitra Bentala Edukasi Sekolah.

“Sekolah kami memang punya tantangan soal pengelolaan sampah. Selain itu, lokasi kami juga dekat dengan kawasan hutan mangrove. Maka penting bagi siswa memahami dampak sampah, terutama plastik, terhadap kelestarian mangrove,” ujarnya.

BACA JUGA: Fakta Sampah di Pulau Pasaran: 64 Persen Plastik, 149 Ton per Tahun

Ia menekankan pentingnya menjaga habitat pesisir agar tetap bersih, mengingat hutan mangrove memiliki peran besar sebagai penyangga ekosistem pesisir dan pelindung dari abrasi.

Bahaya Sampah Plastik Disampaikan Langsung

Perwakilan dari Mitra Bentala, Ardiyanti dan Like Septina, memberikan materi seputar jenis-jenis sampah dan ancaman nyata sampah plastik terhadap lingkungan. Ardiyanti menjelaskan bahwa setiap hari, masyarakat paling banyak menghasilkan sampah organik dan nonorganik. Namun, sampah nonorganik—khususnya plastik—menjadi masalah utama karena sulit terurai dan berdampak panjang terhadap ekosistem.

“Sampah plastik mengancam keberlangsungan lingkungan, terutama jika masuk ke laut atau hutan mangrove. Mengingat SMPN 24 berada dekat laut, siswa harus sadar akan ancaman ini,” tegas Ardiyanti.

Ia menambahkan, sampah plastik yang masuk ke ekosistem pesisir bisa merusak rantai makanan dan mengganggu kehidupan makhluk laut, termasuk biota yang tinggal di mangrove.

BACA JUGA: Dampak Perubahan Iklim terhadap Kehidupan Masyarakat Pesisir: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Siswa Dukung Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Salah satu siswa, Kenzo, menerima hadiah tumbler karena berhasil menjawab kuis dengan benar. Ia mengaku akan terus menggunakan tumbler itu sebagai wadah air minum ke sekolah. Kenzo menyadari bahwa penggunaan botol plastik sekali pakai hanya menambah beban sampah dan merugikan lingkungan.

Mitra Bentala Edukasi Sekolah..

“Saya akan pakai tumbler ini terus supaya nggak pakai plastik lagi. Selain hemat, juga bantu jaga lingkungan,” ujar Kenzo dengan semangat.

Interaktif Lewat Game dan Kuis Lingkungan

Selain pemaparan materi, kegiatan juga dilengkapi dengan permainan edukatif dan kuis bertema lingkungan. Setiap murid yang menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah berupa alat tulis. Guru-guru dan siswa terlihat antusias selama acara berlangsung.

Kepala sekolah bahkan mengikuti kegiatan hingga selesai dan berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut.

“Kami ingin edukasi ini menjangkau kelas lainnya. Penanganan sampah harus dimulai sejak dini, agar terbentuk kesadaran di kalangan pelajar,” tutup Slamet.

BACA JUGA: Lab Lokal BSPJI Bandar Lampung Dukung Efisiensi Pengujian Pakan Ternak

Mitra Bentala: Komitmen Terhadap Edukasi Lingkungan

Melalui kegiatan ini, Mitra Bentala menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi generasi muda soal pentingnya menjaga lingkungan. Edukasi langsung ke sekolah-sekolah dinilai sebagai langkah strategis untuk membentuk kebiasaan positif sejak dini.

Langkah Mitra Bentala dan GPAP di Hari Anak Nasional ini membuktikan bahwa edukasi lingkungan tak hanya milik orang dewasa. Anak-anak pun bisa menjadi agen perubahan dalam mengurangi sampah plastik dan menjaga ekosistem pesisir, khususnya hutan mangrove yang kini makin terancam.