Merapah.com, Bandar Lampung – Mitra Bentala dan GPAP menggelar aksi bersih pesisir dan penanaman mangrove di Kota Karang. Aksi ini memperingati Hari Mangrove Se-Dunia 2025, berlangsung pada 25-26 Juli 2025.
Sebanyak 100 peserta terlibat dalam kegiatan yang berlangsung di pesisir Kelurahan Kota Karang. Peserta berasal dari Pemerintahan Kota Karang, AEISEC UNILA, JEJAMA Lampung, serta relawan Mitra Bentala.
BACA JUGA: Sejarah Kota Bandar Lampung: Dari Kota Kembar ke Pusat Pelabuhan Modern Sumatra
Lurah Kota Karang Ajak Warga Rutin Bersih-Bersih Pesisir
Lurah Kota Karang, Bambang, membuka kegiatan dengan memberikan pengarahan kepada seluruh peserta yang hadir. Bambang mengajak warga rutin membersihkan sampah di pesisir wilayah mereka setiap pekan keempat.

Ia menegaskan, program bersih pantai tersebut sudah berjalan secara rutin di Kota Karang.
“Penanaman mangrove ini penting untuk mencegah abrasi dan menjaga ekosistem pesisir,” ujarnya.
Ketua RT Dorong Kesadaran Warga Kelola Sampah Plastik
Ketua RT 05 Lingkungan 2, Firman, menyambut baik aksi yang digelar Mitra Bentala dan GPAP ini. Firman menyoroti sampah plastik yang sulit terurai dan sering mencemari pesisir Kota Karang.
Ia mengajak warga untuk rutin membersihkan lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Kegiatan ini juga sebagai edukasi warga agar peduli menjaga kebersihan lingkungan,” tegas Firman.
Mitra Bentala Tekankan Pentingnya Clean Up dan Tanam Mangrove
Direktur Mitra Bentala, Rizani, menyebut kegiatan ini sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir secara menyeluruh.
Menurutnya, hutan mangrove akan tetap terjaga jika lingkungan pesisir bebas dari sampah plastik.
“Kami membersihkan sampah terlebih dahulu agar mangrove bisa tumbuh dengan baik,” kata Rizani.
Selama dua hari, Mitra Bentala dan GPAP memimpin aksi bersih pesisir dan penanaman 1.000 mangrove. Rizani menegaskan bahwa aksi nyata seperti ini harus terus dilakukan bersama masyarakat.
BACA JUGA: Tips Reels Instagram Ramai: 5 Strategi Jitu Naikkan Engagement
AEISEC UNILA Antusias Berpartisipasi dalam Aksi Lingkungan
Perwakilan AEISEC UNILA, Hibah dan Nadia, mengaku senang mengikuti aksi lingkungan ini. Mereka menyebut pengalaman ini menjadi pelajaran penting untuk menjaga kelestarian pesisir Kota Karang.

AEISEC UNILA merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang anggotanya dari berbagai perguruan tinggi.
“Kami bangga bisa ikut berkontribusi menjaga lingkungan melalui kegiatan ini,” ujar Hibah.
GPAP dan Mitra Bentala Ajak Masyarakat Bersama Jaga Pesisir
Mitra Bentala dan GPAP mengajak masyarakat Kota Karang untuk menjaga lingkungan pesisir secara berkelanjutan. Mitra Bentala dan GPAP juga mendorong masyarakat mengelola sampah dengan serius demi kelestarian mangrove.
Melalui aksi ini diharapkan mampu membangun budaya menjaga lingkungan di Kota Karang. Keduanya mendorong kolaborasi komunitas agar pesisir terbebas dari abrasi dan pencemaran.













