Mahasiswa Sosiologi Bersama Warga Pancur Wujudkan Pendidikan dan Pemberdayaan Lewat P2K Matrix 2025

Mahasiswa Sosiologi tergabung dalam P2K Matrix 2025

Merapah.com, Dusun Pancur – Mahasiswa Sosiologi yang tergabung dalam P2K Matrix 2025 menggelar program Desa Binaan. Mereka mengusung tema “Kolaborasi untuk Tumbuh, Bergerak untuk Berdaya”. Program ini bertujuan memperkuat pendidikan dan pemberdayaan di wilayah 3T.

BACA JUGA: Begini Cara Kreatif HMJ Sosiologi Bentuk Generasi Berkarakter Lewat POSKRITER

Mengapa Dusun Pancur Jadi Pilihan

Ketua Umum P2K Matrix, Ilham Saputra, menjelaskan alasan memilih Dusun Pancur.

“Anak-anak di dusun ini harus pergi ke desa lain atau kota untuk melanjutkan sekolah,” ujarnya.

Dengan kondisi jalan yang rusak dan fasilitas pendidikan terbatas, Pancur memerlukan dorongan nyata. Mahasiswa Sosiologi melihat peluang untuk membuka akses belajar yang lebih luas bagi anak-anak desa.

Menjawab Tantangan Dengan Semangat

Ketua Pelaksana, Naufal Athala, menyebut program ini menjadi pengalaman pertama tim.

Mahasiswa Sosiologi tergabung dalam P2K Matrix 2025.“Hambatan teknis memang ada, tapi kami fokus pada tujuan besar: memberdayakan masyarakat,” ungkapnya.

Akses jalan licin saat hujan tidak menyurutkan semangat. Mahasiswa Sosiologi tetap menempuh perjalanan demi keberlangsungan kegiatan. Mereka percaya kolaborasi akan menghasilkan perubahan positif.

BACA JUGA: Ramadan Fest P2K Area: Mahasiswa Sosiologi Unila Tebar Kepedulian di Panti Asuhan

Kolaborasi Yang Mengajarkan Empati

Program Desa Binaan meliputi Sosialisasi Cerdas dan Edukasi Anak-Anak. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga.

“Melihat anak-anak tetap antusias belajar meskipun keterbatasan terasa, itu jadi pengingat kami,” kata Hafiidh, salah satu anggota tim.

Awalnya, respon warga beragam. Namun, kehadiran mahasiswa Sosiologi perlahan membangun kepercayaan. Anak-anak desa menunjukkan semangat belajar yang tinggi meskipun sarana terbatas.

Kolaborasi yang Menguatkan Empati

Relawan Fadila Naila mengungkapkan makna kolaborasi dalam kegiatan ini.

Mahasiswa Sosiologi tergabung dalam P2K Matrix 2025..

“Saya belajar untuk lebih sabar dan menghargai perbedaan. Kontribusi kecil berdampak besar,” ucapnya.

Kolaborasi ini melahirkan hubungan erat antara mahasiswa dan warga. Proses saling memahami membuat kegiatan berjalan lancar dan penuh rasa kebersamaan.

BACA JUGA: Libur Panjang? Ini 7 Aktivitas Bermanfaat buat Mahasiswa

Membangun Harapan Jangka Panjang

Ilham menegaskan bahwa program ini tidak berhenti saat kegiatan selesai.

“Dengan kolaborasi, kita bisa membawa perubahan positif bahkan di wilayah terpinggirkan,” tutupnya.

Mahasiswa Sosiologi berharap semangat belajar di Pancur terus terjaga. Warga pun berkomitmen mendukung pendidikan anak-anaknya.

Dari Dusun Pancur, terlihat jelas bahwa pendidikan dan pemberdayaan desa dapat tumbuh beriringan. Semangat mahasiswa Sosiologi bersama warga menunjukkan bahwa kerja sama mampu menembus keterbatasan.

Perjalanan ini menjadi pengingat bahwa dengan hati dan komitmen, perubahan besar dapat dimulai.