Bahaya Gorengan Plastik Mengintai: Cek Faktanya!

Bahaya gorengan plastik mengintai

gorengan
Gorengan mengandung plastik? Cek fakta kesehatannya! (Foto iStock)

Merapah.com – Bahaya gorengan plastik kembali menjadi isu yang mencuri perhatian publik. Berbagai penelitian dan laporan otoritas menunjukkan bahwa praktik pencampuran plastik ke minyak goreng benar terjadi di beberapa lokasi.

Situasi ini mendorong konsumen untuk memahami fakta yang tersedia dan meningkatkan kewaspadaan saat membeli jajanan gorengan.

Penelitian Membuktikan Kontaminasi Plastik di Gorengan

Beberapa penelitian mengungkap temuan serius terkait bahaya gorengan plastik. Penelitian di Kota Medan menunjukkan adanya indikasi bahan plastik dalam berbagai jenis gorengan seperti pisang goreng, tahu goreng, tempe goreng, dan bakwan. Peneliti menguji sampel dan menemukan kandungan plastik yang masuk ke dalam makanan.

Penelitian lain di Jati Padang memperkuat kekhawatiran tersebut. Peneliti mengumpulkan sepuluh sampel minyak goreng dari pedagang gorengan dan menganalisisnya menggunakan GC-MS.

BACA JUGA: Manfaat Wortel yang Luar Biasa, Jarang Diketahui Publik

Dari sepuluh sampel tersebut, sembilan di antaranya mengandung polyethylene dan polypropylene dengan kadar berbeda, mulai dari sekitar tujuh persen hingga lebih dari dua puluh persen. Temuan ini menunjukkan bahwa kontaminasi plastik dalam minyak goreng benar terjadi dan perlu perhatian serius.

Dengan data tersebut, masyarakat dapat melihat bahwa bahaya gorengan plastik bukan sekadar rumor media sosial. Penelitian ilmiah sudah menunjukkan bukti konkret di lapangan.

Motif Pedagang dan Mitos Soal Kerenyahan

Di beberapa kota, publik menuduh sebagian pedagang mencampurkan plastik ke minyak goreng demi membuat gorengan terlihat lebih renyah dan menarik.

Beberapa laporan media menyebut bahwa pedagang memasukkan potongan plastik ke minyak panas karena percaya plastik dapat mempertahankan kerenyahan.

Namun ahli kuliner mematahkan anggapan tersebut. Menurut analis kuliner, plastik tidak memiliki mekanisme yang mampu menciptakan kerenyahan secara ilmiah. Klaim tersebut justru menyesatkan dan menciptakan ilusi seolah-olah plastik mampu meningkatkan kualitas gorengan.

Meskipun begitu, temuan penelitian mengenai kontaminasi plastik tetap menghadirkan ancaman nyata. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa bahaya gorengan plastik bukan berasal dari efek renyahnya, melainkan dari risiko kimia yang masuk ke tubuh.

BACA JUGA: Kasus Flu Meningkat di Indonesia, Pakar UGM Ingatkan Warga untuk Waspada

Sikap BPOM dan Tantangan Pengawasan Gorengan Jalanan

BPOM menyampaikan peringatan tegas mengenai praktik menambahkan plastik ke minyak goreng. Larangan praktik tersebut dan mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap gorengan yang tampak terlalu renyah meski sudah dingin atau minyak yang tetap bening meski digunakan berkali-kali.

BPOM juga menjelaskan bahwa pemeriksaan rutin mereka belum menemukan gorengan yang mengandung plastik. Namun lembaga tersebut tetap menerima banyak laporan masyarakat terkait dugaan bahaya gorengan plastik.

Situasi ini memperlihatkan adanya tantangan besar dalam pengawasan jajanan kaki lima. Pedagang sering berpindah-pindah dan proses pengolahan berlangsung tanpa standar, sehingga pengawasan membutuhkan strategi yang lebih intensif.

Dengan kondisi tersebut, perlindungan konsumen menjadi hal yang sangat penting.

Bahaya Gorengan Plastik bagi Kesehatan Konsumen

Kontaminasi plastik menghadirkan ancaman kesehatan yang tidak bisa masyarakat anggap remeh. Senyawa seperti polyethylene dan polypropylene tidak dirancang untuk masuk ke tubuh manusia.

Ketika masyarakat mengonsumsi gorengan yang terkontaminasi, residu kimia dari plastik dapat masuk dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang.

Untuk itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Konsumen dapat memperhatikan tanda-tanda seperti:

  • Minyak yang tetap bening meski sudah digunakan berulang
  • Gorengan yang tetap renyah setelah disimpan lama
  • Aroma atau tekstur yang terasa tidak wajar

Pemilihan pedagang yang menjaga kebersihan dan mengganti minyak secara rutin membantu konsumen mengurangi risiko bahaya gorengan plastik.

BACA JUGA: CPNS 2026: Pelamar Diminta Waspada Hoaks

Kesimpulan: Bahaya Gorengan Plastik Perlu Pengawasan Ketat

Fakta penelitian menunjukkan bahwa kontaminasi plastik dalam minyak goreng benar terjadi di beberapa lokasi. Walaupun BPOM belum menemukan pelanggaran secara nasional, penelitian independen menegaskan bahwa isu ini perlu perhatian serius.

Di tengah tingginya konsumsi gorengan, publik perlu memahami bahaya gorengan plastik dan memperkuat kewaspadaan. Pemerintah, pedagang, dan masyarakat memegang peran penting dalam memastikan keamanan makanan.

Pengawasan yang lebih ketat dan edukasi konsumen menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan publik dari ancaman bahan berbahaya dalam makanan sehari-hari.