Merapah.com – Qana’ah merupakan ajaran Islam yang menekankan sikap merasa cukup dalam menjalani kehidupan. Islam mengajarkan qana’ah sebagai rasa ridha terhadap rezeki yang diterima. Sikap ini tidak mengajarkan kemalasan atau berhenti berusaha.
Seorang Muslim tetap bekerja dan berikhtiar dengan sungguh-sungguh. Setelah usaha dilakukan, qana’ah menuntun seseorang menerima hasilnya dengan hati yang tenang.
Dalam proses tersebut, nilai ini membantu manusia mengendalikan keinginan yang berlebihan. Sikap ini sekaligus mencegah rasa iri dan tekanan akibat kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Dengan demikian, dalam kehidupan sehari-hari, sikap ini melatih rasa syukur atas apa yang telah dimiliki.
BACA JUGA: Keutamaan Puasa Senin Kamis: Amalan Ringan, Pahala Berlipat
Al-Qur’an Menekankan Hidup Sederhana dan Tidak Berlebihan
Al-Qur’an memberikan dasar kuat tentang pentingnya hidup secukupnya. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-A’raf ayat 31:
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Artinya:
“Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaian terbaikmu setiap memasuki masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”
Ayat tersebut menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan dalam memenuhi kebutuhan. Islam tidak melarang menikmati rezeki, tetapi melarang sikap berlebihan. Prinsip ini sejalan dengan maknanya dalam kehidupan Muslim.
Kekayaan Sejati Menurut Hadis Nabi
Rasulullah Muhammad SAW menjelaskan makna kekayaan dengan sangat jelas. Dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda:
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
Artinya:
“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa.”
BACA JUGA: Mencari Nafkah Adalah Jihad: Nasihat Islam untuk Pekerja yang Lelah
Hadis ini menegaskan bahwa ketenangan hati lebih bernilai daripada harta berlimpah. Sikap ini menjadikan seseorang merasa cukup meski hidup sederhana. Ulama menjadikan hadis ini sebagai dasar utama ajaran qana’ah. Islam memandang kekayaan batin sebagai sumber kebahagiaan yang sejati.
Relevansi dalam Kehidupan Modern
Qana’ah tetap relevan di tengah tekanan ekonomi dan gaya hidup konsumtif. Banyak orang mengalami stres karena keinginan yang tidak pernah selesai. Sikap qana’ah membantu seseorang mengelola harapan secara realistis.
Qana’ah mendorong hidup sederhana tanpa kehilangan semangat bekerja. Nilai ini juga menumbuhkan empati dan kepedulian sosial. Orang yang qana’ah lebih mudah berbagi dan membantu sesama.
Dalam kehidupan modern, ini menjadi penopang ketenangan dan keseimbangan. Islam menempatkan qana’ah sebagai akhlak yang menjaga manusia dari kegelisahan.













