Merapah.com – Pimpinan Wilayah Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PW PMMBN) Provinsi Bali menggelar Diskusi Moderasi atau Diksi di Kota Denpasar.
Kegiatan ini menjadi ruang temu mahasiswa lintas agama dan budaya untuk berdialog secara terbuka.
Diskusi tersebut berlangsung di Dakara Cafe pada Senin, 29 Desember 2025.
Sejak awal, forum ini menghadirkan mahasiswa dari berbagai latar belakang agama dan suku yang berdomisili di Denpasar.
Melalui Diskusi Moderasi, PW PMMBN Bali membuka ruang dialog yang aman dan inklusif.
BACA JUGA: Menjawab Tantangan Digital, PMMBN Lampung Perkuat Nilai dan Kesiapan Karier
Forum ini mendorong mahasiswa membagikan pengalaman hidup di tengah keberagaman masyarakat Bali.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di kalangan generasi muda.
Ruang Aman Mahasiswa Berbagi Pengalaman Keberagaman
Peserta Diskusi Moderasi datang dari beragam latar belakang budaya dan keyakinan.
Mahasiswa lintas agama yang tinggal di Denpasar aktif mengikuti jalannya diskusi sejak awal hingga akhir.
Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan keluh kesah secara terbuka.
Mereka juga berbagi pengalaman personal selama hidup berdampingan di lingkungan multikultural Bali.
Dengan demikian, keberagaman Bali menjadi konteks utama yang memperkaya diskusi.
Ketua PW PMMBN Bali, Angger Bayu Pamungkas, menilai antusiasme peserta sangat positif.
BACA JUGA: Kabar PMMBN 2025 Dorong Pemuda Moderat Hadapi Tantangan Digital dan AI
Menurutnya, mahasiswa aktif bertanya dan menyampaikan pandangan kritis sepanjang diskusi berlangsung.
Ia menegaskan bahwa keterbukaan peserta mencerminkan kesadaran pentingnya dialog moderasi. “Antusias teman-teman sangat baik, bahkan mereka berani berbagi pengalaman pribadi tentang hidup di tengah keberagaman Bali,” ujar Angger.
Moderasi Beragama sebagai Spirit Kehidupan Sosial
Lebih lanjut, Angger Bayu Pamungkas menekankan pentingnya pemahaman moderasi beragama secara kontekstual.
Ia menilai mahasiswa perlu membangun sikap saling menghormati dalam ruang sosial sehari-hari.
Menurutnya, Diskusi Moderasi menjadi langkah awal untuk membentuk kesadaran tersebut. Oleh karena itu, ia berharap nilai moderasi mampu menjadi spirit kehidupan mahasiswa di Bali.
“Kami berharap diskusi ini menambah pemahaman dan spirit moderasi agar mahasiswa tetap nyaman hidup di Bali,” katanya.
Sejalan dengan itu, Angger menilai nilai moderasi sangat relevan dengan kondisi sosial Bali yang majemuk. Ia mendorong mahasiswa berperan sebagai agen perdamaian di lingkungan masing-masing.
BACA JUGA: Strategi Belajar Menjelang Ujian agar Lebih Efektif: 10 Tips Ampuh
Peserta Nilai Diskusi Inklusif dan Relevan
Salah satu peserta, Listia Puji Astuti, merasakan manfaat langsung dari kegiatan tersebut. Ia mengaku diskusi memberikan ruang refleksi yang bermakna dan mendorong keberanian untuk berbicara jujur.
Menurutnya, forum dialog seperti ini masih jarang hadir di ruang publik mahasiswa.
“Diskusi ini membuat saya merasa didengar dan dihargai sebagai mahasiswa dari latar belakang yang berbeda,” ungkap Listia.
Ia berharap PW PMMBN Bali dapat menggelar kegiatan serupa secara berkelanjutan. Baginya, dialog terbuka sangat penting untuk mencegah prasangka antar kelompok.
Panitia Tekankan Pentingnya Dialog Berkelanjutan
Sementara itu, salah satu panitia kegiatan, M. Faris Idham, menegaskan bahwa panitia merancang Diskusi Moderasi secara inklusif. Panitia memastikan setiap peserta memperoleh ruang bicara yang setara.
Ia menyebut dialog sebagai kunci utama dalam merawat keberagaman. “Kami ingin mahasiswa terbiasa berdialog tanpa rasa takut atau curiga,” ujar Faris.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup memahami keberagaman hanya secara teori. Mereka membutuhkan ruang praktik untuk membangun empati dan saling pengertian.
BACA JUGA: Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu
Komitmen PW PMMBN Bali Perkuat Moderasi Mahasiswa
Sebagai penutup, PW PMMBN Bali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang diskusi edukatif. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai bela negara yang berlandaskan toleransi.
Melalui Diskusi Moderasi, PW PMMBN Bali berharap mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan sosial yang beragam.
Forum dialog ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun harmoni di tengah pluralitas masyarakat Bali.













