Warga Desa Munca Belajar Memproduksi Sabun Alami Bersama Mahasiswa KKN Unila

Workshop Sabun Alami Berbahan Lokal oleh Mahasiswa KKN di Desa Munca

Mahasiswa KKN Unila Desa Munca
Warga Desa Munca mengikuti workshop produksi sabun alami berbahan pandan dan jeruk nipis yang digelar mahasiswa KKN Unila.

Merapah.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung mendorong warga Desa Munca memanfaatkan bahan lokal untuk kebutuhan rumah tangga.

Melalui sebuah workshop, mahasiswa mengajarkan cara membuat sabun cuci piring alami berbahan daun pandan dan jeruk nipis.

Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Dusun Kapling, Desa Munca, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Selasa sore, 27 Januari 2026.

Sebanyak 40 warga, mayoritas ibu-ibu PKK, mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua jam tersebut.

 

BACA JUGA: Mahasiswa KKN Unila Petakan Potensi Desa Munca Berbasis Spasial untuk Dukung Pembangunan Desa

 

Dorong Kemandirian Lewat Bahan Lokal

Penanggungjawab Kegiatan Riska Siti menjelaskan, mahasiswa KKN Unila menilai warga masih bergantung pada sabun komersial.

Mahasiswa KKN Unila Desa Munca (2)
Mahasiswa KKN Unila mendampingi warga Desa Munca saat praktik pembuatan sabun cuci piring berbahan alami.

Padahal, bahan alami tersedia melimpah di sekitar lingkungan desa.

Ketergantungan tersebut mendorong mahasiswa merancang program pemberdayaan berbasis lingkungan.

“Kami melihat potensi lokal belum dimanfaatkan maksimal,” kata salah satu mahasiswa KKN Unila itu.

Ia menjelaskan bahwa daun pandan dan jeruk nipis mudah ditemukan serta aman digunakan.

Ia menyebut bahan tersebut efektif membersihkan peralatan dapur.

 

BACA JUGA: Mahasiswa KKN Unila Gandeng BPBD Lampung Sosialisasi dan Simulasi Mitigasi Bencana 

 

Edukasi Singkat hingga Praktik Langsung

Mahasiswa mengawali workshop dengan pemaparan singkat mengenai manfaat bahan alami.

Mahasiswa menjelaskan fungsi masing-masing bahan dalam proses pembuatan sabun.

Peserta juga mendapat pengenalan bahan pendukung seperti surfaktan.

Setelah penyuluhan, mahasiswa memperagakan tahapan pembuatan sabun cuci piring.

Mereka menunjukkan proses pencampuran bahan hingga tahap pengemasan sederhana.

Peserta kemudian mempraktikkan langsung proses tersebut secara berkelompok.

Suasana workshop berlangsung interaktif. Peserta aktif bertanya dan mencoba setiap tahapan pembuatan sabun. Mahasiswa mendampingi peserta selama praktik berlangsung.

 

BACA JUGA: Mahasiswa KKN Gelar Penyuluhan Pembuatan Silase di Desa Sukasari

 

Apresiasi Pemerintah Desa dan Harapan Keberlanjutan

Sekretaris Desa Munca, Sutiah, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Unila. Ia menilai kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Kegiatannya sederhana, tetapi langsung memberi manfaat bagi warga. Warga juga bisa mempraktikkan ilmunya langsung di rumah,” ujar Sutiah.

Sutiah berharap warga tidak berhenti belajar di kegiatan workshop.

Ia mendorong warga menerapkan keterampilan tersebut dalam aktivitas sehari-hari dan mengembangkannya secara mandiri.

Menurutnya, keterampilan ini berpeluang berkembang menjadi usaha rumahan.

Dukungan juga datang dari Ketua RT Dusun Kapling, Arwani.

Ia membantu menyiapkan lokasi dan mengoordinasikan peserta. Kolaborasi tersebut membuat kegiatan berjalan lancar.

 

BACA JUGA: Tim KKN dan Ibu-Ibu PKK Desa Duto Yoso Mulyo Gelar Penanaman TOGA untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan

 

Peserta workshop tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis.

Mereka juga membawa pulang hasil praktik berupa sabun cuci piring alami.

Produk tersebut dapat langsung digunakan di rumah. Mahasiswa KKN Unila berharap kegiatan ini menumbuhkan kemandirian masyarakat.

Mereka menilai pemanfaatan bahan lokal dapat menekan biaya rumah tangga. Program ini sekaligus mendorong kesadaran lingkungan berbasis praktik sederhana.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unila memperkuat peran kampus dalam pemberdayaan desa.