Lampung, Merapah.com – Ratusan karyawan Siemens Healthineers Indonesia turun langsung ke kawasan Mangrove Cuku Nyinyi, pesisir Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Kamis, 7 Mei 2026. Mereka rela berkubang lumpur demi menanam 2.000 bibit mangrove di kawasan wisata edukasi Mangrove Cuku Nyinyi.
Kegiatan itu menjadi pengalaman berbeda bagi para pegawai perusahaan teknologi kesehatan tersebut. Tidak sedikit peserta yang harus berjalan perlahan di area berlumpur sambil membawa bibit mangrove menuju titik penanaman.

President Director Siemens Healthineers Indonesia, Alfred Fahringer, mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari program keberlanjutan perusahaan yang melibatkan seluruh karyawan dalam kegiatan sosial dan lingkungan.
BACA JUGA: Mitra Bentala dan GPAP Bersihkan Pesisir Kota Karang dan Tanam 1.000 Mangrove
“Setiap karyawan mendapat dua hari kerja dalam setahun untuk kegiatan perbaikan lingkungan. Kemudian setiap tahun kami membuat program bersama seperti ini,” kata Alfred.
Lampung dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kawasan Mangrove Cuku Nyinyi dinilai berhasil memadukan konservasi alam dengan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Bagi Alfred, pengalaman menanam mangrove di Lampung menjadi momen yang berkesan. Ia mengaku kagum melihat kawasan mangrove yang dikelola masyarakat desa hingga berkembang menjadi area konservasi dan wisata edukasi.
BACA JUGA: Yayasan AHM Kolaborasi Jaga Pesisir: 16.000 Mangrove, Tukik, dan Bersih Pantai
“Kami sangat senang bisa datang ke Lampung dan merasakan langsung menanam di kawasan bakau. Ini pengalaman yang sangat berkesan bagi kami,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi perjuangan Kepala Desa Sidodadi yang dinilainya berhasil membangun kawasan mangrove secara mandiri hingga mencapai sekitar 15 hektare dan menjadi lokasi penelitian berbagai pihak.
Menurut Alfred, kawasan mangrove tidak hanya penting untuk menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor wisata dan edukasi lingkungan.
Sementara itu, Kepala Desa Sidodadi, Tunggal Saputro, mengatakan kehadiran Siemens Healthineers Indonesia memberi semangat baru bagi masyarakat untuk terus menjaga kawasan mangrove.
Ia menilai aksi penanaman tersebut membuktikan kepedulian dunia usaha terhadap pelestarian lingkungan pesisir.
“Ekowisata mangrove ini bukan sekadar tempat konservasi, tetapi juga menjadi sumber penghidupan warga,” kata dia.













