Merapah.com – Harga emas batangan produksi Antam kembali menguat pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Kenaikan ini mengikuti tren penguatan emas dunia sejak awal pekan.
Berdasarkan pembaruan harga Logam Mulia, emas ukuran 1 gram mencapai Rp2,84 juta. Harga itu naik dibanding perdagangan sebelumnya.
Emas ukuran 0,5 gram dijual Rp1,47 juta pada perdagangan hari ini. Sementara emas 2 gram menyentuh Rp5,62 juta.
Antam juga menjual emas ukuran 5 gram seharga Rp13,97 juta. Untuk ukuran 10 gram, harganya mencapai Rp27,89 juta.
Harga emas ukuran besar turut mengalami kenaikan cukup signifikan. Emas 25 gram dijual Rp69,61 juta hari ini.
Sementara emas ukuran 50 gram dipasarkan Rp139,14 juta. Adapun emas 100 gram menembus Rp278,21 juta.
Kenaikan harga ini membuat masyarakat kembali memantau pergerakan emas harian. Banyak investor mulai membeli emas untuk menjaga nilai aset.
BACA JUGA: Dua Menteri Hadiri Gala Dinner Penutupan HUT Ke-54 REI di Lampung
Harga Emas Pegadaian Hari Ini
Pegadaian juga mencatat kenaikan harga pada sejumlah produk emas. Kenaikan terjadi pada emas Antam, UBS, dan Galeri24.
Harga emas Antam di Pegadaian berada di kisaran Rp2,93 juta per gram. Nilai itu menjadi salah satu harga tertinggi tahun ini.
Pegadaian masih menjadi pilihan masyarakat untuk membeli emas secara bertahap. Banyak pembeli memanfaatkan layanan cicilan emas yang tersedia.
Kenaikan harga emas juga mendorong aktivitas jual beli di sejumlah gerai. Sebagian masyarakat memilih menahan emas untuk investasi jangka panjang.
BACA JUGA: Hantavirus Kembali Mengancam, WHO Soroti Penularan dari Tikus
Penyebab Harga Emas Naik
Harga emas dunia terus menguat akibat meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Kondisi itu membuat investor mencari aset aman.
Ketegangan geopolitik ikut memengaruhi pergerakan pasar keuangan internasional. Investor cenderung memindahkan dana ke instrumen yang lebih stabil.
Selain itu, pelemahan dolar Amerika Serikat turut mendukung kenaikan harga emas. Saat dolar melemah, harga emas biasanya ikut menguat.
Kekhawatiran terhadap inflasi global juga meningkatkan permintaan logam mulia. Banyak investor menggunakan emas sebagai pelindung nilai aset.
Permintaan emas fisik di sejumlah negara tercatat meningkat sepanjang pekan ini. Kondisi tersebut ikut mendorong kenaikan harga pasar internasional.
Analis menilai tren kenaikan emas masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat. Namun pasar tetap bergerak mengikuti kondisi ekonomi global.
BACA JUGA: Vivo X300 Bikin Geger, Kamera 200MP dan Baterai Jumbo Jadi Sorotan
Apakah Masih Bagus untuk Investasi?
Sejumlah pengamat menilai emas masih menarik untuk investasi jangka panjang. Mereka melihat emas mampu menjaga nilai kekayaan saat kondisi ekonomi bergejolak.
Meski harga sedang tinggi, masyarakat tetap membeli emas dalam jumlah cukup besar. Banyak investor memilih emas karena memiliki risiko yang relatif stabil.
Pengamat menyarankan investor pemula membeli emas secara bertahap agar lebih aman. Strategi itu membantu investor mengurangi risiko saat harga bergerak fluktuatif.
Banyak investor memilih membeli emas rutin dibanding membeli dalam jumlah besar sekaligus. Cara tersebut membantu masyarakat mengatur kondisi keuangan lebih baik.
Selain untuk investasi, masyarakat juga memanfaatkan emas sebagai dana darurat jangka panjang. Emas cenderung mempertahankan nilainya dalam berbagai kondisi ekonomi.
Pelaku pasar masih memantau pergerakan harga emas sepanjang pekan ini. Investor kini menunggu arah kebijakan ekonomi global berikutnya.













