LAMPUNG SELATAN, Merapah.com – Pengembangan desa wisata berbasis digital terus didorong oleh kalangan akademisi. Kali ini, Program Studi Pariwisata Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya mengajak masyarakat Desa Wisata Minang Rua memaksimalkan promosi wisata melalui media sosial dan produksi konten kreatif.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung di Pantai Minang Rua pada Kamis, 7 Mei 2026 itu melibatkan sekitar 30 mahasiswa Prodi Pariwisata.
Mengusung tema “Transformasi Digital Desa Wisata Berbasis Community-Based Tourism”, program tersebut difokuskan pada penguatan kemampuan masyarakat dalam membangun citra destinasi wisata melalui platform digital.
Pelaksana Tugas Ketua Program Studi Pariwisata IIB Darmajaya, Rini Nurlistiani, mengatakan perkembangan teknologi saat ini membuka peluang besar bagi desa wisata untuk memperluas jangkauan promosi tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Menurutnya, media sosial dapat menjadi alat strategis untuk memperkenalkan kekayaan wisata lokal kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Potensi wisata Minang Rua sangat besar. Dengan dukungan konten kreatif dan pengelolaan media sosial yang baik, destinasi ini bisa semakin dikenal luas dan menarik lebih banyak pengunjung,” ujarnya.
Ia menilai, penguatan kemampuan digital masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun pariwisata berkelanjutan berbasis komunitas. Tidak hanya promosi wisata, keterampilan tersebut juga dapat dimanfaatkan warga untuk mengembangkan usaha lokal.
Selain memberikan pendampingan kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa agar lebih memahami praktik pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.
Dosen Prodi Pariwisata IIB Darmajaya, Yusminar, menjelaskan mahasiswa dilibatkan langsung dalam proses pelatihan, pembuatan konten, hingga strategi pemasaran digital destinasi wisata.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melihat langsung bagaimana teknologi digital dapat membantu pengembangan sektor pariwisata di masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, Minang Rua dipilih karena memiliki potensi wisata alam dan kekuatan komunitas yang aktif dalam pengelolaan destinasi. Kawasan tersebut dinilai cocok menjadi contoh penerapan konsep Community-Based Tourism atau pariwisata berbasis masyarakat.
Melalui program ini, masyarakat juga didorong untuk memperkenalkan produk-produk lokal seperti kuliner khas dan kerajinan tangan agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Program Studi Pariwisata Darmajaya berharap penguatan promosi digital tersebut mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar kawasan wisata Minang Rua.













