Jarwo Songha Pentas Dongeng dalam Gelaran Say WaWay Kota Metro 2026

Jarwo Songha Hipnotis Penonton Say WaWay 2026 Lewat Dongeng Budaya Lampung

METRO, Merapah.com Pendongeng nasional Jarwo Songha tampil memukau dalam gelaran Say no Waste is Our Way (Say WaWay) 2026 yang digelar di Gedung Sesat Agung Kota Metro, Minggu (10/5/2026). Puluhan penonton tampak antusias menyaksikan pementasan dongeng berjudul Kisah Lebon ne Iwa Kham di Way Sekampung.

Penonton dibuat terpukau sejak awal pertunjukan ketika Jarwo membawakan sastra lisan Lampung berupa “ringget”.

“Iwa, iwa, khatong mit dija. Iwa iwa sai lamon khatong mit dija,” lantunnya membuka pementasan.

 

BACA JUGA: UI Gandeng Tri Sujarwo, Latih Mahasiswa Mendongeng untuk Pemulihan Anak

 

Acara Say no Waste is Our Way (Say WaWay) yang diinisiasi Komunitas Pegiat Fashion (KOMPASION) menjadi panggung para desainer untuk menampilkan karya kreatif berbasis sustainable fashion. Dalam gelaran bertema “Catalyst” tersebut, pertunjukan dongeng turut dihadirkan sebagai media menanamkan nilai-nilai kebaikan melalui cerita yang sarat budaya dan bahasa Lampung.

Jarwo Songha sukses menghibur penonton Say WaWay 2026 di Kota Metro lewat dongeng berbahasa Lampung yang sarat pesan menjaga lingkungan.
Jarwo Songha sukses menghibur penonton Say WaWay 2026 di Kota Metro lewat dongeng berbahasa Lampung yang sarat pesan menjaga lingkungan.

Dalam gelaran Say WaWay ke-5 itu, Jarwo mengawali kisah dengan menggambarkan keresahan warga desa yang kesulitan mendapatkan ikan di sungai. Warga kemudian mendatangi tokoh adat untuk membahas penyebab berkurangnya hasil tangkapan ikan.

Ternyata, banyak orang yang menangkap ikan menggunakan setrum sehingga ikan mati. Selain itu, masyarakat juga masih membuang sampah dan limbah ke sungai.

 

BACA JUGA: Jarwo Songha Dongengkan Siswa SDN 52 Krui

 

“Masyarakat juga banyak membuang sampah di sungai,” kata Jarwo dalam pementasannya yang memadukan Bahasa Lampung dan Bahasa Indonesia.

Melalui musyawarah, warga akhirnya sepakat untuk tidak lagi menangkap ikan dengan cara disetrum dan tidak membuang limbah ke sungai. Tokoh adat dalam cerita itu pun menyarankan masyarakat mencari ikan dengan cara yang lebih ramah lingkungan, seperti menggunakan jala atau memancing.

“Akhirnya warga kembali dengan mudah mendapatkan ikan. Sayangilah sungai, maka ia akan menyayangi kalian,” tutup Jarwo yang telah berkeliling Indonesia lewat pertunjukan dongengnya.

Salah satu peserta, Alvino, mengaku sangat senang dapat menyaksikan penampilan Kak Jarwo.

“Ceritanya bagus, lucu, dan ada misterinya juga,” ujarnya.