Boemikita dan FEB UNILA Wujudkan Kampus Ramah Lingkungan

Boemikita, startup teknologi berbasis solusi daur ulang sampah, kini merangkul civitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB UNILA) dalam mewujudkan kampus ramah lingkungan di Provinsi Lampung. Kolaborasi ini bertujuan mengatasi permasalahan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar.

Prof. Nairobi, Dekan FEB UNILA, menyatakan dukungannya terhadap langkah ini. “Kerja sama ini sangat menginspirasi, terutama karena melibatkan peran aktif pemuda dalam menjaga lingkungan. Kami optimis program ini dapat mendorong kesadaran kolektif,” ujarnya.

Kolaborasi untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Program kolaboratif ini menjadi bagian dari inisiatif Boemikita.id, yang mengusung visi zero waste (tanpa sampah) di lingkungan kampus. Tujuan utamanya adalah mengurangi sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) melalui edukasi, pemilahan sampah sejak sumber, dan penerapan praktik pengelolaan sampah berkelanjutan.

Ridho, Ketua Yayasan Boemi dan Kita, menyampaikan apresiasinya terhadap kerja sama ini. “Kami berterima kasih atas sambutan hangat FEB UNILA. Inisiatif ini menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem daur ulang di Lampung dan mendorong masyarakat lebih peduli lingkungan.”

Program Eduwaste: Tingkatkan Kesadaran Lingkungan Mahasiswa

Sebagai bagian dari kerja sama ini, program Eduwaste akan diluncurkan di FEB UNILA. Program ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa dan dosen mengenai jenis-jenis sampah serta cara pengelolaannya.

“Melalui Eduwaste, kami ingin mahasiswa memahami dampak sampah terhadap lingkungan sekaligus mengajarkan mereka keterampilan pengelolaan sampah yang praktis,” tambah Ridho.

Program ini akan melibatkan kegiatan seperti:

  • Pemilahan sampah di sumbernya.
  • Edukasi tentang daur ulang sampah anorganik.
  • Sosialisasi manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah.

Collection Waste Center: Solusi Konkret untuk Lampung yang Lebih Bersih

Sebagai pendukung inisiatif ini, Boemikita telah meresmikan Collection Waste Center di Bandar Lampung. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat pengumpulan, pemilahan, dan distribusi sampah yang siap didaur ulang. Program tambahan seperti Bersama Boemi juga mengajak masyarakat aktif berpartisipasi dalam pengelolaan sampah anorganik.

“Collection Waste Center mempermudah masyarakat memilah sampah. Langkah ini mendukung visi kami menciptakan Provinsi Lampung yang bersih dan berkelanjutan,” ujar Ridho.

Dampak Positif: Lingkungan Bersih dan Ekonomi Sirkular

Melalui program ini, Boemikita berharap tidak hanya mengurangi sampah di TPA, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru. Sektor daur ulang dapat membuka lapangan pekerjaan dan mendukung terciptanya ekonomi sirkular, di mana sampah dimanfaatkan kembali sebagai sumber daya bernilai.

“Kami ingin mengubah paradigma bahwa sampah adalah limbah. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah bisa menjadi sumber daya ekonomi baru,” tambah Ridho.

Ekspansi ke Kampus dan Instansi Lain

Keberhasilan program di FEB UNILA akan dijadikan model untuk diterapkan di kampus lain di Lampung dan wilayah sekitar. Boemikita juga berencana menggandeng instansi pemerintah dan swasta untuk memperluas gerakan ini.

“Kami berharap inisiatif ini bisa menjadi inspirasi bagi lebih banyak kampus dan institusi untuk berkontribusi dalam pengelolaan sampah yang lebih baik,” tutup Ridho.