Rabu, Juni 17, 2026
No Result
View All Result
Merapah.com
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini
Merapah.com
Home Uncategorized

Economic Behavior Masyarakat Masa Puasa Hingga Jelang Lebaran Dorong Inflasi

Putri S by Putri S
Maret 11, 2026
in Uncategorized
Economic Behavior Masyarakat Masa Puasa Hingga Jelang Lebaran Dorong Inflasi
FacebookWhatsappTelegramTwitter

Oleh : Erson Agustinus (Praktisi Ekonomi)

Masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim memiliki kebiasaan dan tradisi keagamaan menyambut puasa ramadan dan perayaan lebaran idul fitri dengan semarak dan meriah. Dari berbelanja untuk kebutuhan sahur dan buka puasa dengan menu istimewa, membeli baju baru untuk hari raya hingga tradisi mudik lebaran, hal tersebut menyebabkan prilaku ekonomi berbiaya tinggi (high-cost economic behavior) alias berpola hidup konsumtif.

Related posts

Harga emas Antam pada Kamis, 4 Juni 2026, masih bertahan di level Rp2,774 juta per gram. Meski pasar global mengalami tekanan, harga emas domestik tetap berada pada level tinggi.

Harga Emas Antam 4 Juni 2026 Bertahan, Simak Pergerakan Terbarunya

Juni 4, 2026
PT BHM dan PT Adora Marsada Group resmi bekerja sama mengelola BATIQA Hotel Adora Lampung yang dijadwalkan beroperasi pada 2027 di Natar, Lampung Selatan.

BATIQA Bangun Hotel Baru di Natar, Bidik Penumpang Bandara dan Wisatawan Modern

Juni 3, 2026

Ramadhan selalu menjadi salah satu momen puncak konsumsi bagi masyarakat Indonesia dan juga identik sebagai momentum musiman untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

economic behavior 2

Bulan Ramadhan semestinya membuat pengeluaran rumah tangga menurun. Pasalnya, frekuensi makan berkurang, aktivitas nongkrong siang hari menurun, bahkan sebagian orang mengurangi perjalanan dan hiburan.

Namun, realitas menunjukkan hal yang berbeda. Pengeluaran selama bulan puasa justru meningkat, hingga menjelang hari raya Idul Fitri.

Data nasional menunjukkan proyeksi perputaran uang selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026 berpotensi tembus Rp 190 triliun. Momentum ini dinilai dapat memperkuat konsumsi rumah tangga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026.

Ramadan dan Idul Fitri tahun ini menjadi fenomena strategis karena seluruh siklus konsumsi akan terkonsentrasi pada awal tahun karena peningkatan perputaran uang tidak hanya berasal dari konsumsi primer seperti makanan dan pakaian, tetapi juga dari lonjakan signifikan pada sektor transportasi, akomodasi, dan pariwisata. Dari perspektif makroekonomi, dampak ini menjadi penting karena konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari separuh struktur Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Terlebih, faktor utama penggerak konsumsi tetap pada peningkatan pendapatan meski inflasi turut memengaruhi pola belanja. Namun dilain sisi, pergeseran permintaan agregat biasanya memicu kenaikan harga yang kemudian berdampak pada penurunan jumlah barang yang diminta. Ketika harga meningkat, maka terjadi pergeseran yaitu barang yang diminta cenderung akan berkurang. Nah, disinilah pemerintah perlu memastikan inflasi akan tetap terkendali dengan menjaga pasokan agar tidak terjadi kelangkaan barang.

economic behavior 3

Inflasi pada Februari 2026 secara tahunan mencapai 4,54% year on year (yoy), atau meningkat dari Januari 2026 yang hanya 3,55% YoY. Sementara itu, inflasi secara bulanan diperkirakan mencapai 0,48% secara month to month (mtm).

Kenaikan inflasi didorong oleh efek musiman dari Ramadan yang mulai menaikkan harga bahan pokok, selain dari efek low base tarif listrik (tahun lalu ).

Inflasi inti juga diperkirakan meningkat menjelang Lebaran imbas masyarakat yang berbondong-bondong membeli produk pakaian dan kebutuhan Lebaran lainnya. Di sisi lain, harga emas yang masih meningkat turut jadi penyumbang.

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi selama Ramadan dan Idulfitri 2026 tetap terjaga dalam kisaran sasaran, meski ada potensi kenaikan sedikit di atas 3% akibat efek low base diskon listrik awal 2025. Stabilitas didukung panen hortikultura dan koordinasi TPIP/TPID untuk menjaga harga pangan

Kenaikan terutama disumbang volatile food (pangan) karena permintaan Ramadan dan administered prices (harga diatur pemerintah) akibat perbandingan rendah dari diskon listrik Jan-Feb 2025.

Secara keseluruhan, BI menegaskan tekanan harga selama Ramadan 2026 bersifat sementara dan berada dalam kontrol.

Tags: beritaberita ekonomiekonomi dan bisniserson agustinus
Previous Post

Wujudkan Layanan Prima, TDM Gelar Awarding Kontes Layanan Honda Regional Lampung 2026

Next Post

Waspada Hujan Lebat di Lampung

Next Post
BMKG memprakirakan cuaca Lampung didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan pada Jumat, 5 Juni 2026. Hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah daerah saat siang dan sore.

Waspada Hujan Lebat di Lampung

Siswa Kelas 12 SMAN 1 Tumijajar Bagikan 346 Takjil dan 15 Sembako untuk Warga Sekitar

Siswa Kelas 12 SMAN 1 Tumijajar Bagikan 346 Takjil dan 15 Sembako untuk Warga Sekitar

TDM Gelar Ramadan Activity, Apresiasi Konsumen Loyal Honda di Lampung

TDM Gelar Ramadan Activity, Apresiasi Konsumen Loyal Honda di Lampung

Era Baru Wajah PMII Kota Denpasar

Era Baru Wajah PMII Kota Denpasar

Bank Jakarta Syariah Ajak Pedagang Go Digital di Pasar Margorejo Metro

Bank Jakarta Syariah Ajak Pedagang Go Digital di Pasar Margorejo Metro

RECOMMENDED NEWS

Pemutihan Pajak Kendaraan

Pemutihan Pajak Lampung 2025: Cukup Bayar Satu Tahun!

1 tahun ago
Bom Molotov Menuju Gedung DPRD

Bom Molotov Menuju Gedung DPRD, Aparat Ringkus Tiga Pemuda di Bandar Lampung

10 bulan ago
Hujan Lebat

BMKG: Waspadai Hujan Lebat Lampung Hari Ini, Selasa 13 Mei 2025

1 tahun ago
EKSPEKTASI MAMPU PENGARUHI SENTIMEN PASAR, PERGERAKAN KURS RUPIAH MELEMAH ATAU MENGUAT TERHADAP MATA UANG ASING

EKSPEKTASI MAMPU PENGARUHI SENTIMEN PASAR, PERGERAKAN KURS RUPIAH MELEMAH ATAU MENGUAT TERHADAP MATA UANG ASING

2 minggu ago

FOLLOW US

BROWSE BY CATEGORIES

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Uncategorized

BROWSE BY TOPICS

2018 League antam Bali United Bandar Lampung berita berita cuaca berita lampung Bisnis BMKG bmkg Lampung cerpen Chopper Bike Cuaca cuaca Lampung digitalisasi ekonomi Ekonomi bisnis emas erson agustinus gen z harga emas Honda hujan di Lampung Indonesia Istana Negara kegiatan mahasiswa kesehatan Lampung Lampung Selatan Lifestyle mahasiswa Mahasiswa KKN Mitra Bentala olahraga Opini otomotif pendidikan prakiraan cuaca Prakiraan cuaca Lampung Teknologi tips tips dan trik Tips Kesehatan ubs Universitas Lampung

POPULAR NEWS

  • Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    Penjual Video Porno di Telegram Untung Rp5-7 Juta Per Bulan

    457 shares
    Share 183 Tweet 114
  • Mempercayai Weton Tulang Wangi dalam Perspektif Islam

    418 shares
    Share 167 Tweet 105
  • Enam Permainan Sederhana Tingkatan Motorik Anak

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Tiga Tips Manager untuk Memiliki Karyawan Profesional

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Tiga Aplikasi Gratisan untuk Edit Video di Ponsel Kamu

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
Merapah.com

Follow us on social media:

Recent News

  • Polinela Gelar Sosialisasi K3 Kelistrikan di SMKN 9 Bandar Lampung
  • Tri Sujarwo Latih Mahasiswa UGM Mendongeng untuk KKN Gorontalo
  • CUAN-CUAN PIALA DUNIA

Category

  • Berita
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Inspirasi
  • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
  • Kuliner
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Sepak Bola
  • Sosial
  • Sport
  • Uncategorized
  • About
  • Advertise
  • Careers
  • Contact

© 2026 - Merapah.com

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Entertainment
  • Inspirasi
    • Inspirasi
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Komunitas
    • Sosial
  • Kuliner
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Sport
  • Opini

© 2026 - Merapah.com