Bahaya Konsumsi Soda Berlebih Intai Masyarakat Indonesia

bahaya konsumsi soda
Konsumsi soda berlebih dapat memicu obesitas dan gangguan metabolik. (Foto iStock)

Merapah.com – Bahaya konsumsi soda kini semakin mendapat perhatian karena minuman berkarbonasi ini sering hadir di berbagai momen: saat cuaca panas, ketika menyantap makanan cepat saji, hingga menemani aktivitas padat.

Rasanya yang manis dan sensasi segarnya membuat banyak orang memilih soda sebagai pelepas dahaga. Namun, lonjakan konsumsi soda justru meningkatkan kekhawatiran di kalangan tenaga kesehatan.

Ahli kesehatan menegaskan bahwa masyarakat harus mewaspadai bahaya konsumsi soda, terutama ketika mereka mengonsumsinya secara berlebihan.

BACA JUGA: Kasus Flu Meningkat di Indonesia, Pakar UGM Ingatkan Warga untuk Waspada

Lonjakan Konsumsi dan Dampak Kesehatan

Masyarakat kini meningkatkan konsumsi minuman berpemanis, termasuk soda, dalam jumlah semakin besar. Tren ini sejalan dengan meningkatnya prevalensi diabetes di Indonesia.

Data International Diabetes Federation (IDF) mencatat bahwa lebih dari 20,4 juta orang di Indonesia akan hidup dengan diabetes pada 2024. Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi kelima dunia.

Kementerian Kesehatan RI juga memproyeksikan bahwa prevalensi penyakit gula akan naik menjadi 28 juta kasus pada 2045. Lonjakan ini menunjukkan bahwa pola konsumsi gula masyarakat sangat memengaruhi kenaikan penyakit tidak menular.

Soda, sebagai minuman dengan gula tambahan tinggi, memberikan kontribusi besar terhadap tren tersebut. Kebiasaan masyarakat mengonsumsi soda setiap hari langsung meningkatkan risiko kelebihan gula, obesitas, dan gangguan metabolik.

Efek pada Berat Badan dan Risiko Diabetes

Gula dalam soda menambah kalori harian tanpa memberi rasa kenyang. Saat seseorang minum soda, ia meningkatkan jumlah makanan yang ia konsumsi karena tubuh mencari nutrisi yang tidak tersedia dalam minuman tersebut. Pola ini mendorong kenaikan berat badan dalam waktu singkat.

Setiap tegukan soda menaikkan kadar gula darah dan mengganggu sensitivitas insulin. Kebiasaan minum soda setiap hari juga meningkatkan beban kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok usia muda yang semakin sering memilih minuman manis.

Dampak Serius pada Organ Tubuh

Selain meningkatkan risiko kencing manis, soda menghadirkan ancaman bagi organ tubuh lain. Kandungan asam fosfat dan asam sitrat dalam soda merusak enamel gigi. Gigi yang sering terkena paparan soda mengalami pengikisan dan menjadi lebih rentan berlubang.

Soda juga memengaruhi kesehatan hati. Konsumsi fruktosa berlebih yang banyak terdapat dalam soda kemasan, memicu penumpukan lemak di hati. Para ahli menyebut kondisi ini sebagai fatty liver, dan kondisi tersebut dapat berkembang menjadi penyakit hati kronis jika seseorang tidak segera mengubah gaya hidupnya.

Ginjal pun menghadapi risiko serupa. Beberapa penelitian menemukan hubungan antara konsumsi soda jenis cola dan penurunan fungsi ginjal. Asam fosfat dalam soda membebani ginjal ketika seseorang mengonsumsinya terlalu sering. Kandungan kafein juga meningkatkan frekuensi buang air kecil yang dapat memicu dehidrasi.

BACA JUGA: Manfaat Jahe bagi Kesehatan, Cara Alami Jaga Imun

Risiko Penyakit Jantung dan Peradangan

Para peneliti mencatat bahwa orang yang rutin minum soda memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung. Gula tambahan dalam soda meningkatkan trigliserida, menurunkan HDL (kolesterol baik), dan memicu peradangan di dalam tubuh.

Kombinasi faktor ini menempatkan soda sebagai salah satu minuman yang paling berisiko bagi kesehatan jantung.

Ketika tubuh mengalami peradangan berulang akibat konsumsi gula berlebih, sistem metabolik seseorang mengalami gangguan, mulai dari kelelahan hingga kestabilan emosi yang terganggu. Para ahli mendorong masyarakat untuk membatasi minuman manis dan menggantinya dengan air putih.

Seseorang masih bisa menikmati soda sesekali, tetapi ia perlu mengendalikan konsumsinya karena penelitian sudah membuktikan bahwa bahaya konsumsi soda sangat nyata. Mengurangi soda menjadi salah satu langkah paling sederhana namun sangat efektif untuk melindungi kesehatan jangka panjang.