Merapah.com – Setiap manusia memiliki mata lahir untuk melihat dunia secara fisik dan visual. Namun, Islam mengenalkan kita pada dua jenis penglihatan: bashar dan bashirah. Arti bashar dan bashirah sangat penting untuk memahami cara pandang manusia terhadap hidup. Bashar berarti mata fisik yang menangkap bentuk, warna, dan cahaya di sekitar kita. Bashirah adalah mata hati yang melihat makna, arah, dan pesan dalam setiap kejadian.
Perbedaan Bashar dan Bashirah
Bashar hanya menangkap apa yang tampak oleh mata biasa dalam waktu yang singkat. Sebaliknya, bashirah menembus makna di balik semua hal yang tampak di luar. Arti bashar dan bashirah bukan soal kemampuan teknis, tapi cara manusia menyadari hidup. Bashar melihat permukaan; bashirah melihat makna terdalam dari setiap peristiwa hidup. Orang dengan bashar bisa melihat, namun belum tentu benar-benar memahami kehidupan.
BACA JUGA: Amalan Sunnah Sebelum Tidur yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Bahaya Mengandalkan Bashar Saja
Banyak orang tersesat karena hanya menggunakan bashar dalam menjalani hidup sehari-hari. Seringkali, kita hanya melihat kesuksesan orang lain lalu merasa hidup kita penuh kekurangan. Namun di sinilah pentingnya memahami makna bashar dan bashirah, sebuah ajakan untuk melihat lebih dalam, melampaui apa yang tampak di permukaan. Tanpa bashirah, kita mudah terjebak dalam gemerlap semu dunia, tak mampu membedakan mana cahaya sejati dan mana ilusi yang menipu pandangan..
Keutamaan Melihat dengan Bashirah
Saat hati terhubung dengan iman, bashirah mulai tumbuh dan menguatkan jiwa seseorang. Orang yang menggunakan bashirah tidak cepat panik saat tertimpa ujian atau musibah. Ia akan bertanya:
“Apa hikmah Allah dalam kejadian ini?” lalu mendekat kepada-Nya.
Arti bashar dan bashirah membantu manusia menjalani hidup dengan lebih tenang dan sadar. Bashirah juga menjaga diri agar tidak sombong saat mendapat nikmat dari Allah.
BACA JUGA: Tips Memilih Qurban untuk Idul Adha, Jangan Salah Pilih
Menyalakan Bashirah dalam Kehidupan Sehari-hari
Allah berfirman dalam Al-Qur’an: “Yang buta bukan mata, tapi hati di dalam dada…” Al-Hajj ayat 46
Ayat ini menegaskan betapa pentingnya memahami arti bashar dan bashirah setiap saat. Latih bashirah melalui zikir, muhasabah, ilmu, dan kejujuran dalam melihat diri sendiri. Gunakan mata untuk melihat, tapi biarkan hati memaknai dengan cahaya keimanan sejati. Karena hidup bukan hanya tentang melihat, tetapi juga tentang memahami dengan bashirah.













