Merapah.com – Dampak sampah plastik semakin mengkhawatirkan bagi lautan Indonesia yang kaya keanekaragaman hayati. Menurut laporan Kompas.com (14 Februari 2025), 350 ribu ton plastik mencemari laut Indonesia sepanjang 2024.
Sementara itu, United Nations Environment. rogramme (UNEP) mencatat 14 juta ton plastik masuk laut tiap tahun. Lembaga itu memperingatkan, volume plastik bisa melebihi biomassa ikan jika tak segera ditangani serius. Kondisi ini memperjelas urgensi penanganan dampak sampah plastik demi menjaga laut tetap lestari.
BACA JUGA: Cara Masuk FYP TikTok 2025, Ini Rahasia Konten yang Viral!
Ancaman terhadap Biodiversitas
Sampah plastik menghancurkan rantai makanan laut, dari plankton hingga predator puncak seperti paus dan hiu. Studi dalam jurnal PLOS ONE (2023) mencatat 170 triliun partikel plastik mengambang di permukaan laut global.
Mikroplastik masuk tubuh plankton, lalu dikonsumsi kerang, ikan, hingga manusia yang memakan hasil laut. Laporan BRIN menemukan penyu hijau di Kepulauan Seribu menelan plastik karena mirip ubur-ubur. Selain itu, burung laut tersangkut tali plastik, kehilangan kemampuan terbang, lalu mati kelaparan. Fakta ini menegaskan, dampak sampah plastik kini menyerang keanekaragaman hayati secara langsung.
Kerugian Ekonomi dan Sosial
Sampah plastik tak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengguncang ekonomi wilayah pesisir. Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kerugian akibat sampah plastik mencapai Rp 225 triliun per tahun. Kapal nelayan rusak karena baling-baling tersangkut plastik, menaikkan biaya perawatan secara signifikan.
Pantai kotor mengusir wisatawan, membuat pengusaha lokal kehilangan penghasilan selama musim liburan. Pemerintah pun harus menanggung biaya besar untuk bersih pantai dan memperluas tempat pembuangan akhir. Semua ini menunjukkan dampak sampah plastik meluas ke berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Upaya Mitigasi yang Berjalan
Kementerian Lingkungan Hidup menargetkan pengurangan 70 persen sampah plastik laut pada tahun 2030. Kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR) mendorong produsen bertanggung jawab terhadap limbahnya. Larangan kantong plastik berlaku di 20 provinsi, termasuk Bali dan DKI Jakarta, sejak 2020 lalu.
Startup di Makassar mengolah plastik multilapis menjadi paving block dan bahan bangunan tahan lama. Di Banyuwangi, nelayan mengumpulkan 15 ton sampah plastik lewat jaring muara selama tiga bulan. Kampus di Lampung kini mengajarkan ekonomi sirkular agar mahasiswa lebih peduli pada lingkungan.
Langkah Nyata dari Masyarakat
Masyarakat bisa mengubah keadaan dengan langkah kecil yang konsisten di kehidupan sehari-hari. Gunakan tas kain saat belanja, kurangi ketergantungan terhadap kantong plastik dari pasar modern. Pakai botol isi ulang, hindari membeli air minum kemasan yang menciptakan limbah baru setiap hari.
Pilah dan cuci plastik rumah tangga sebelum dikumpulkan dan dikirim ke bank sampah lokal. Relawan #PantaiBersih Lampung mengumpulkan 300 kg plastik setiap Sabtu di pesisir Teluk Betung. Bila kita bergerak bersama, dampak sampah plastik bisa ditekan, dan laut tetap lestari untuk generasi mendatang.













