Merapah.com, Tanggamus – Desa Binaan BEM U KBM Unila 2025 menjadi bukti pengabdian mahasiswa Universitas Lampung (Unila) di masyarakat. Program ini berlangsung di Desa Kiluan Negeri, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, selama lima hari penuh.
Mahasiswa hadir membawa program tematik yang menyentuh sektor pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan. Program ini mengajak masyarakat terlibat aktif dalam berbagai kegiatan yang dirancang sesuai kebutuhan desa.
BACA JUGA: Pertanyaan Penguji Saat Sempro: 6 Jawaban Cerdas Bikin Skripsimu Melaju!
Literasi Senja Bangkitkan Semangat Belajar Anak-anak
Setiap sore, mahasiswa menggelar Literasi Senja di tiga dusun Kiluan Negeri. Anak-anak antusias mengikuti sesi membaca, menulis, menggambar, dan diskusi nilai moral yang menyenangkan.

Mahasiswa menjadi fasilitator, menciptakan suasana belajar yang hangat dan interaktif. Kegiatan ini bertujuan menanamkan minat baca sejak dini di kalangan anak-anak desa.
Go To School Motivasi Siswa di SDN 1 dan SMPN 1 Atap Kelumbayan
Mahasiswa menggelar program Go to School di SDN 1 Kiluan Negeri dan SMPN 1 Atap Kelumbayan. Mahasiswa memberikan motivasi belajar, wawasan kebangsaan, dan edukasi lingkungan bagi siswa.
Sesi pembelajaran berlangsung interaktif agar siswa lebih memahami pentingnya semangat belajar dan menjaga lingkungan. Mahasiswa menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan komunikatif.
BACA JUGA: Bhayangkara Presisi Lampung FC Resmi Diperkenalkan, Siap Berlaga di Liga 1 2025/2026
Clean-Up Pantai Wujudkan Kepedulian Lingkungan Warga
Mahasiswa dan warga bersama-sama melakukan Clean-Up Pantai di pesisir Kiluan Negeri. Kegiatan ini membersihkan sampah plastik dan limbah lain yang mencemari ekosistem pesisir.
Melalui aksi ini, mahasiswa mengajak warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Gotong royong membersihkan pantai menjadi langkah sederhana, namun berdampak besar bagi ekosistem.
Penanaman 1000 Mangrove Cegah Abrasi Pesisir Kiluan Negeri
Selain bersih pantai, mahasiswa dan warga menanam 1000 bibit mangrove di pesisir Kiluan Negeri. Program ini menjadi upaya konkret menjaga kelestarian lingkungan dan mengurangi abrasi.

Penanaman mangrove diikuti antusias oleh warga dari berbagai dusun. Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga ekosistem pesisir.
Pupuk Kompos dan Daur Ulang Sampah Bernilai Ekonomi
Mahasiswa mengedukasi warga tentang Pembuatan Pupuk Kompos dan Kerajinan Daur Ulang Sampah. Kegiatan ini berlangsung di tiga dusun dengan melibatkan ibu-ibu dan pemuda.
Mahasiswa mengajak masyarakat mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dan memanfaatkan sampah anorganik menjadi kerajinan bernilai jual.
BACA JUGA: Save Raja Ampat: Suara Penolakan Tambang Menggema di Media Sosial
Posyandu Balita dan Sosialisasi Kesehatan bagi Warga
Mahasiswa dari rumpun kesehatan mendukung pelaksanaan Posyandu Balita di Kiluan Negeri. Mereka memberikan edukasi gizi dasar kepada ibu-ibu agar lebih memahami pola makan sehat.
Selain itu, mahasiswa menggelar Sosialisasi Kesehatan tentang pencegahan malaria, DBD, dan penerapan PHBS. Edukasi dilakukan secara interaktif agar mudah dipahami oleh warga.
Karang Taruna Unlocked, Dialog Pemuda dan Mahasiswa
Melalui sesi Karang Taruna Unlocked, mahasiswa berdiskusi dengan pemuda desa membahas potensi pemberdayaan. Mereka merancang ide-ide kreatif untuk mengembangkan potensi desa secara bersama-sama.
BACA JUGA: Cara Masuk FYP TikTok 2025, Ini Rahasia Konten yang Viral!
Tabligh Akbar dan Sowan Warga Bangun Keakraban
Setelah memperkuat hubungan spiritual melalui Tabligh Akbar dan sowan ke rumah-rumah warga, mahasiswa dan masyarakat kemudian menutup rangkaian Program Desa Binaan BEM U KBM Unila 2025 dengan pentas seni, sunset session, dan farewell party yang penuh kehangatan dan kebersamaan.













