Merapah.com – Anak muda kini tak lagi asing dengan dunia investasi, terutama melalui aset kripto digital. Akses mudah melalui aplikasi membuat mereka tertarik mencoba Bitcoin, Ethereum, hingga Dogecoin. Konten media sosial seperti TikTok turut mendorong minat investasi dari kalangan Gen Z. Mereka melihat investasi crypto sebagai jalan cepat menuju kebebasan finansial di usia muda.
Data Menunjukkan Pertumbuhan Pengguna Kripto
Menurut Bappebti, pengguna aset kripto di Indonesia mencapai lebih dari 12 juta orang. Menariknya, lebih dari 55% pengguna berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun. Fakta ini menandakan Gen Z menjadi kekuatan besar dalam ekosistem investasi digital nasional.
Belajar dari Pengalaman Investor Muda
Timothy Ronald, seorang content creator berusia 23 tahun, menjadi salah satu contoh anak muda yang menekuni dunia investasi kripto dari nol. Ia mulai mengenal crypto saat masa pandemi, ketika banyak orang mencari cara baru untuk menghasilkan pendapatan secara daring. Dengan rasa penasaran tinggi, Timothy mempelajari seluk-beluk dunia Kripto melalui berbagai kanal YouTube, forum diskusi, dan media sosial.
Di awal perjalanannya, ia sempat mengalami kerugian akibat keputusan investasi yang terburu-buru. Namun, pengalaman pahit itu justru menjadi titik balik. Ia belajar pentingnya manajemen risiko, riset sebelum membeli aset, dan tidak ikut-ikutan tren semata. Kini, Timothy aktif membagikan edukasi keuangan dan pengalamannya di media sosial, berharap generasi muda bisa lebih bijak saat memasuki dunia investasi digital yang fluktuatif.
Risiko yang Sering Diabaikan
Harga Kripto bisa berubah drastis dalam hitungan jam, bahkan menit, tanpa alasan jelas. Kurangnya regulasi menyebabkan maraknya penipuan berkedok investasi berbasis aset digital. Risiko lainnya termasuk kehilangan dompet digital, kebobolan data, atau ikut proyek abal-abal.
Pilih Cuan atau Cuan-cuanan?
Investasi kripto bisa menjadi peluang besar jika dilakukan dengan strategi dan pemahaman matang. Gen Z perlu berhati-hati, jangan hanya ikut tren tanpa tahu apa yang sebenarnya mereka beli.
Bijaklah dalam mengelola dana. Gunakan uang dingin, bukan kebutuhan pokok harian kamu. Kripto adalah peluang, tapi tanpa bekal ilmu, ia bisa berubah jadi risiko berbahaya.













