Lampung Selatan (Merapah.com) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung mengadakan sosialisasi pembuatan pestisida nabati. Kegiatan ini berlangsung di Desa Sukanegara dan diikuti oleh ibu-ibu PKK setempat.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan solusi ramah lingkungan dalam mengendalikan hama pertanian. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pestisida nabati. Mahasiswa menjelaskan bahwa pestisida nabati merupakan alternatif yang lebih murah dan efektif dibandingkan dengan pestisida kimia.
Proses Pembuatan Pestisida Nabati
Mahasiswa KKN mempraktikkan cara membuat pestisida nabati menggunakan bahan alami. Bahan utama yang digunakan adalah daun jeruk, air jeruk limau, gula merah, dan EM4. Semua bahan ini memiliki manfaat dalam mengusir hama tanaman secara alami. Selain itu, pestisida nabati tidak mencemari lingkungan dan tidak meninggalkan residu berbahaya.
Berikut adalah langkah-langkah pembuatan pestisida nabati:
- Daun jeruk segar dijemur hingga kering lalu dihancurkan hingga halus.
- Hasil hancuran dicampur dengan larutan gula merah, air bersih, dan EM4.
- Campuran tersebut difermentasi selama beberapa hari hingga siap digunakan.
- Pestisida yang telah difermentasi kemudian disaring sebelum diaplikasikan pada tanaman.
Para peserta tampak antusias mengikuti praktik pembuatan pestisida nabati. Mereka aktif bertanya dan mencoba langsung membuat pestisida sendiri. Beberapa peserta juga berdiskusi mengenai cara aplikasi yang tepat agar hasilnya lebih efektif.
Manfaat Pestisida Nabati bagi Pertanian
Menurut Luthfia, koordinator kegiatan, pestisida nabati memiliki banyak keunggulan. Biayanya lebih murah, bahannya mudah ditemukan, dan tidak meninggalkan residu berbahaya. Selain itu, pestisida nabati lebih aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Petani tidak perlu khawatir akan dampak negatif jangka panjang karena pestisida ini terbuat dari bahan alami.
“Kami berharap ibu-ibu PKK dapat menyebarkan pengetahuan ini ke petani lain. Dengan demikian, pertanian bisa lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujar Luthfia.
Selain mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia, penggunaan pestisida nabati juga berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Hama yang diusir dengan pestisida nabati tidak akan mengalami resistensi seperti pada pestisida kimia. Oleh karena itu, metode ini lebih efektif untuk jangka panjang.
Kegiatan ini diakhiri dengan pembagian pestisida nabati yang telah dibuat. Selain itu, panitia memberikan hadiah kepada peserta yang bisa menjawab pertanyaan dengan benar. Beberapa ibu-ibu PKK merasa senang karena mendapatkan ilmu baru yang bisa diterapkan langsung di kebun mereka.
Mahasiswa KKN berharap ilmu ini dapat diterapkan masyarakat untuk pertanian yang lebih sehat. Mereka juga berharap pemerintah desa mendukung inisiatif ini dengan memberikan pelatihan lanjutan. Dengan begitu, petani di Desa Sukanegara dapat beralih sepenuhnya ke metode pertanian organik yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Penulis: Putri Fajar
Mahasiswa KKN Unila Jurusan Sosiologi, Fisip.
Artikel ini sudah disunting oleh tim Merapah.com.













