BGTK Lampung Meriahkan Hari Guru dengan Parade Baju Adat

Kepala BGTK Lampung Hendra Apriawan Apresiasi Kehadiran Pendidik: Semangat Budaya Kuatkan Komitmen Guru di Lampung

BGTK Lampung
Upacara Hari Guru Nasional 2025 berlangsung meriah dengan mengenakan baju adat.

BANDAR LAMPUNG, Merapah.com – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung sukses menyelenggarakan Upacara Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025. Upacara berlangsung khidmat dan meriah pada Selasa, 25 November 2025. Acara itu berlangsung di SMAN 2 Bandar Lampung.  Menariknya, para peserta upacara Baju Adat Tradisional dari berbagai daerah.

Upacara yang berlangsung tepat pukul 07.30 WIB ini menghadirkan berbagai pimpinan instansi. Seperti Kepala BPMP Provinsi Lampung, Kepala Balai Bahasa Provinsi Lampung, Ketua Badan Akreditasi Nasional PDM Lampung. Hal ini menunjukkan sinergi kuat antar lembaga pendidikan di Lampung.

Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Lampung, Hendra Apriawan, menjelaskan pemilihan lokasi sekolah berdasarkan arahan langsung dari kementerian. Upaca itu harus dihadiri oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah Lampung.

“Pembinanya adalah perwakilan dari gubernur dan bupati setempat,” ujar Hendra.

Selain itu, lanjut Hendra, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lampung, Fitrianita Damhuri, bertindak sebagai inspektur upacara.

Ia mewakili Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025.

Ia pun menyampaikan apresiasi khusus kepada pihak SMA N 2 Bandar Lampung sebagai tuan rumah penyelenggara yang apik dalam melakukan persiapan upacara tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada SMAN 2 Bandar Lampung yang luar biasa meng-arrange upacara Hari Guru Nasional 2025 ini.”

Pesan Kepala BGTK Lampung: Guru Adalah Garda Terdepan

Ucapan rasa terima kasih juga ia sampaikan atas partisipasi seluruh undangan dan pendidik yang hadir.

Bagi Hendra, Hari Guru merukapan momentum untuk mengapresiasi jerih payah dan upaya tenaga pendidik untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Alhamdulillah, Upacara Hari Guru Nasional tahun ini berjalan sukses dan lancar. Kehadiran peserta upacara dengan balutan busana adat menunjukkan betapa kayanya budaya kita, dan semangat kebudayaan ini harus kita tanamkan dalam dunia pendidikan,” kata Hendra Apriawan kepada Merapah.com.

Hendra menambahkan bahwa pemilihan tema pakaian adat bertujuan untuk menghormati keragaman sekaligus menegaskan peran guru sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai luhur bangsa.

“Arahan dari Kemendikdasmen seperti itu,” ujar dia.

Sinergi dan Apresiasi Pendidik

Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menegaskan kembali komitmen bersama dalam memajukan pendidikan.

Para peserta upacara antusias mengikuti jalannya upacara. Hal ini menunjukkan keindahan dan keanekaragaman Baju Adat yang mereka kenakan.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Kepala BPMP, Balai Bahasa, dan BAN PDM beserta staf. Sinergi ini penting untuk terus meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan di Provinsi Lampung,” pungkas Hendra Apriawan.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan pertunjukan seni singkat, menandai perayaan Hari Guru Nasional yang sukses dan berkesan di Bumi Ruwa Jurai.

Deflasi Pendidikan Lampung

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, sektor pendidikan mengalami deflasi hingga 15,10%. Penyebabnya, kebijakan konstruktif Gubernur Lampung Rachamat Mirzani Djausal yang mengehentikan adanya sumbangan uang komite.

Efek dari penghapusan komite cukup besar. Di mana, sekolah akan mengoptimalkan dana bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kemudian, masyarakat dapat mengalokasikan anggaran yang terbagi ke dalam sumbangan komite menjadi keperluan primer. Para orang tua atau wali murid menggunakan uang ke sektor produktif seperti investasi, kesehatan, dan konsumsi.

Dalam kondisi makro, upaya ini berhasil menekan inflasi. Sebab, aspek pendidikan mempunyai peran besar atas terjadinya inflasi. Kesuksesan ini tidak lebas dari sinergisitas pemerintah dan dewan guru.