Merapah.com, Bandar Lampung, 22 Agustus 2025 – Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Bandar Lampung menunjukkan langkah konkret dalam mendukung transformasi industri hijau melalui partisipasi di Annual International Green Industry Summit (AIGIS) 2025.
Kegiatan ini berlangsung di Jakarta Convention Center (JICC) dan menjadi forum strategis untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mendorong industri berkelanjutan.
BACA JUGA: Mahasiswa Teknologi Industri ITERA Field Trip ke BSPJI Bandar Lampung
Forum Internasional AIGIS 2025
AIGIS 2025 mengangkat tema “Mendorong Dekarbonisasi Industri melalui Ekosistem Industri Hijau.” Tema tersebut sejalan dengan agenda nasional menekan emisi karbon sekaligus memperkuat daya saing industri ramah lingkungan.
Forum ini mempertemukan pemerintah, asosiasi industri, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung pencapaian target net-zero emissions pada 2060.
Peran BSPJI Bandar Lampung di AIGIS
Dalam forum itu, BSPJI Bandar Lampung memaparkan dua layanan strategis. Pertama, konsultansi inventarisasi gas rumah kaca (GRK) yang membantu industri menghitung, memantau, dan melaporkan emisi secara akurat. Data tersebut menjadi fondasi bagi langkah mitigasi serta strategi dekarbonisasi yang terukur.
BACA JUGA: Lab Lokal BSPJI Bandar Lampung Dukung Efisiensi Pengujian Pakan Ternak
Kedua, BSPJI Bandar Lampung memperkenalkan layanan sertifikasi industri hijau. Instrumen kebijakan ini mendorong pelaku usaha menerapkan efisiensi sumber daya dan prinsip ramah lingkungan secara konsisten.
Kepala BSPJI Bandar Lampung, Syamdian, menegaskan pentingnya forum internasional ini.
“Kami hadir tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi industri. Melalui forum ini, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada para pelaku usaha tentang pentingnya inventarisasi GRK dan sertifikasi industri hijau, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Ajang Kolaborasi dan Peluang Baru
Keikutsertaan BSPJI Bandar Lampung di AIGIS 2025 membuka ruang kolaborasi lebih luas. Balai ini memanfaatkan forum untuk memperkuat kerja sama di bidang pengujian, kalibrasi, sertifikasi, hingga konsultansi.
BACA JUGA: Perbedaan Mobil Manual dan Matic: Mana yang Cocok untuk Anda?
Syamdian menekankan perlunya kebersamaan dalam menghadapi transisi energi.
“Industri tidak bisa berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan transisi energi dan dekarbonisasi. Diperlukan sinergi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, serta masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ekosistem industri hijau yang kokoh,” jelasnya.
Komitmen Jangka Panjang
BSPJI Bandar Lampung memandang keterlibatan dalam AIGIS 2025 sebagai momentum untuk memperkuat perannya. Balai ini tidak hanya memberikan pelayanan teknis, tetapi juga berfungsi sebagai katalis dalam percepatan transformasi industri menuju keberlanjutan.
Syamdian menyebut balai berkomitmen menghadirkan inovasi layanan berbasis data dan akuntabilitas. Langkah itu dirancang agar sejalan dengan kebutuhan industri hijau yang terus berkembang.
Menyokong Agenda Industri Hijau Nasional
Partisipasi BSPJI selaras dengan kebijakan pemerintah dalam mengembangkan industri hijau sebagai tulang punggung pembangunan berkelanjutan.
Pelaku usaha menekan emisi dan memperluas akses pasar global dengan melakukan inventarisasi GRK serta sertifikasi hijau yang menuntut standar ramah lingkungan.
BACA JUGA: Institut Teknologi Sumatera Meriahkan PPLK 2025 Bersama 4.929 Mahasiswa Baru
Forum internasional seperti AIGIS juga memperkuat diskusi mengenai praktik terbaik dan peluang kolaborasi lintas sektor untuk membangun industri hijau di Indonesia.
Kehadiran BSPJI Bandar Lampung di AIGIS 2025 membuktikan komitmen balai untuk terus mendorong terciptanya industri yang inovatif, efisien, dan ramah lingkungan.
Dengan semangat kolaborasi, balai menegaskan kesiapannya menjadi mitra strategis dalam mendukung agenda besar transformasi industri hijau nasional.













