Merapah.com, Bandarlampung — PT Sinergi Global Alkesindo bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Provinsi Lampung menggelar seminar ilmiah tentang deteksi dini kanker paru.
Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, kedua pihak menyelenggarakan seminar bertajuk “The Innovative CT CAD Lung Cancer Screening”.
Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 14 Februari 2026 di Hotel Emersia, Bandar Lampung. Forum ini menyoroti optimalisasi skrining kanker paru melalui teknologi Low-dose CT (LDCT).
Teknologi tersebut terintegrasi dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
BACA JUGA: IDAI Menyambut Baik Tunjangan Dokter Spesialis di Daerah Tertinggal
Dorong Kompetensi Dokter dalam Deteksi Dini
Ketua pelaksana, dr. Diah Anjarini, M.Epid., menyatakan seminar ini bertujuan meningkatkan kapasitas dokter.
Ia menyasar dokter spesialis radiologi dan pulmonologi agar lebih optimal mendeteksi kanker paru tahap awal.
Menurut Diah, integrasi AI dalam pencitraan CT membantu tenaga medis mengenali nodul paru lebih presisi.
“Sistem dapat menandai lesi pada citra CT bilateral dan menyajikan analisis otomatis untuk mendukung keputusan klinis,” ujarnya.
Sekitar 180 peserta mengikuti kegiatan ini. Peserta terdiri atas Kepala Dinas Kesehatan kabupaten dan kota se-Lampung.
Panitia juga mengundang direktur rumah sakit dan dokter spesialis perwakilan YKI daerah. Pengurus YKI tingkat kabupaten, kota, dan provinsi turut hadir.
Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung juga mengikuti forum tersebut.
BACA JUGA: Mahasiswa Kedokteran Hewan Unair Field Trip ke BWX PETCARE Banyuwangi
Kanker Paru Masih Jadi Ancaman Serius
Perwakilan Ketua YKI Lampung yang juga Direktur RSUD Abdul Moeloek, dr. Imam Ghozali, menegaskan beban kanker di Indonesia masih tinggi.
Ia menyebut ratusan ribu kasus baru terdiagnosis setiap tahun dengan angka kematian signifikan. Menurut Imam, kanker paru menjadi penyumbang mortalitas tertinggi.
Kebiasaan merokok dan paparan polusi udara berkontribusi besar terhadap tingginya insiden penyakit ini.
Ia menilai kemajuan teknologi pencitraan berbasis AI membuka peluang deteksi lebih cepat. Pasien pun memiliki kesempatan terapi lebih baik jika terdiagnosis dini.
Namun, ia menekankan pencegahan tetap menjadi fondasi utama. Masyarakat perlu menerapkan pola hidup sehat dan mewaspadai gejala sekecil apa pun.
“Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen memperkuat layanan kesehatan, termasuk penanganan kanker,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi multipihak penting agar program pengendalian kanker berjalan efektif. Pemanfaatan AI dalam skrining dinilai mampu mengurangi risiko keterlambatan diagnosis.
Teknologi ini juga berpotensi menekan beban biaya pengobatan pada stadium lanjut.
BACA JUGA: Obat Batuk Andalan Ini Ternyata dari Bahan Dapur
Data Skrining dan Inovasi AI
YKI Lampung menghimpun data skrining CKG terhadap pria usia di atas 45 tahun. Dari 86.582 peserta, sekitar 16,54 persen teridentifikasi memiliki potensi risiko kanker paru.
Mayoritas peserta berada pada kategori risiko sedang. Sebagian lainnya masuk kategori risiko ringan. Lebih dari seribu orang tergolong risiko tinggi dan memerlukan evaluasi lanjutan.
Temuan ini menegaskan urgensi skrining rutin pada kelompok usia rentan. Direktur Utama PT Sinergi Global Alkesindo, Kanti P. Wijiastuti, menjelaskan pihaknya menghadirkan perangkat skrining AI asal Taiwan.
Perangkat tersebut telah memperoleh persetujuan FDA Amerika Serikat. Menurut Kanti, teknologi mampu mengidentifikasi jumlah nodul, ukuran, volume, tipe, hingga skor Lung-RADS secara otomatis.
Sistem juga membandingkan hasil pemeriksaan sebelum dan sesudah terapi untuk evaluasi klinis. Ia mengklaim tingkat akurasi alat mencapai lebih dari 95 persen.
BACA JUGA: Bunda, Ini Alasan Mengapa Anak Tidak Boleh Stres
Sensitivitasnya meningkat sekitar 20 persen dibandingkan metode tanpa bantuan AI. Saat ini perangkat digunakan di sejumlah rumah sakit di Jakarta.
Di Lampung, teknologi tersebut masih dalam tahap pengenalan. Melalui kolaborasi ini, PT Sinergi Global Alkesindo dan YKI berharap inovasi teknologi berjalan selaras dengan peningkatan kesadaran masyarakat.
Kanker paru sering berkembang tanpa gejala berarti, namun berdampak fatal jika terlambat ditangani.
Seminar ini menegaskan sinergi dunia usaha, organisasi sosial, tenaga kesehatan, dan pemerintah menjadi kunci menekan angka kematian akibat kanker paru.













