Dies Natalis ke-17 Siger Lampung Malang, Perkuat Sinergi dan Identitas Budaya Perantau

 

Malang, Merapah.com, 21 Februari 2026 – Suasana haru dan penuh kebersamaan menyelimuti Pendopo Agung Kabupaten Malang saat Keluarga Besar Siger Lampung Malang merayakan Dies Natalis ke-17, Sabtu (21/2/2026). Mengusung tema “Merawat Kebersamaan, Menguatkan Identitas, dan Mewujudkan Kontribusi Nyata”, kegiatan ini dirangkai dengan tasyakuran dan buka puasa bersama.

Perayaan tersebut menjadi momentum penting bagi warga Lampung di perantauan, khususnya di wilayah Malang Raya. Sejumlah tamu undangan turut hadir, di antaranya jajaran Forum Pembauran Kebangsaan Kota Malang, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan organisasi mahasiswa se-Malang Raya, serta keluarga besar Lampung.

Organisasi yang berdiri sejak 1 Januari 2009 ini menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan budaya Lampung di tanah rantau sekaligus memperkuat sinergi lintas suku dan budaya.

Pembukaan Khidmat dan Sarat Makna

Rangkaian acara dimulai pukul 16.00 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surat Al-Hasyr ayat 23–24 oleh Althaf, qari muda Siger Lampung. Suasana religius semakin terasa saat seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan lagu daerah Lampung Sang Bumi Ruwai Jurai yang menggema di pendopo.

Ketua Umum Siger Lampung Malang periode 2025–2026, Wahyu Tegar Prakasa, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi.

“Dies Natalis kali ini sengaja kami mengundang orda dan forda se-Malang Raya untuk mempererat silaturahmi dan mengokohkan sinergi. Kita ingin menjaga bangsa melalui pelestarian budaya masing-masing di perantauan. Di era globalisasi, identitas lokal adalah benteng persatuan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua FPK Kota Malang, Ahmad Fu’ad Rahman, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas kiprah Siger Lampung dalam menjaga pembauran kebangsaan.

“Siger Lampung telah menjadi teladan dalam pembauran kebangsaan. Kebersamaan seperti ini memperkuat fondasi NKRI di Malang Raya. Mari kita wujudkan kontribusi nyata melalui budaya yang hidup,” katanya.

Sementara itu, Ust. Rudial yang mewakili keluarga besar Lampung di Malang mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan berlandaskan nilai keimanan dan adat istiadat.

“Sebagai perantau, kita harus merawat kebersamaan dengan iman, menguatkan identitas melalui adat istiadat, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Silaturahmi adalah kunci keberkahan,” tuturnya.

Potong Tumpeng dan Tari Tradisional

Prosesi potong tumpeng menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan 17 tahun Siger Lampung Malang. Para pimpinan organisasi secara bersama-sama melakukan pemotongan tumpeng yang disambut tepuk tangan hadirin.

Acara dilanjutkan dengan kultum bertema “Kebersamaan di Bulan Puasa” serta doa buka bersama yang dipimpin Ust. Toni. Kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta menikmati hidangan berbuka puasa bersama.

Penampilan seni budaya menjadi penutup yang memukau. Tari Muli Bekipas yang dibawakan Sanggar Muli Sai Betari milik Siger Lampung (Malang) berhasil memikat perhatian. Gerakan anggun dengan balutan busana adat berwarna merah cerah menggambarkan keindahan dan kelembutan muli Lampung, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada tamu lintas daerah.

Momentum Kolaborasi Lintas Budaya

Kegiatan yang berakhir pukul 18.45 WIB itu diharapkan menjadi titik awal kolaborasi yang lebih luas antarorganisasi di Malang Raya. Salah satu peserta dari ormas lain menyebut acara tersebut sebagai momentum emas untuk memperkuat kerja sama pelestarian budaya.

Ke depan, Siger Lampung Malang berencana menggelar program bersama seperti workshop tari dan kuliner Lampung sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.

Melalui Dies Natalis ke-17 ini, Siger Lampung Malang tidak hanya merawat warisan budaya leluhur, tetapi juga memperkuat harmoni multikultural dan semangat persatuan di tengah keberagaman Indonesia.