Bandar Lampung, Merapah.com — Terpilihnya Dr. Rein Susinda Hesty, S.Sos., M.Si. sebagai Ketua Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) Pengurus Provinsi Lampung menjadi momentum penting dalam memperkuat peran profesi arsitek lanskap di daerah.
Amanah tersebut merupakan bentuk kepercayaan besar dari para anggota sekaligus tanggung jawab strategis dalam mendorong kontribusi arsitektur lanskap bagi pembangunan berkelanjutan di Provinsi Lampung.
Dr. Rein Susinda Hesty menegaskan bahwa kepengurusan IALI PP Lampung ke depan berkomitmen menjadikan organisasi lebih aktif, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selain berkontribusi dalam mendukung agenda IALI Nasional, fokus utama diarahkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) anggota serta optimalisasi keilmuan arsitektur lanskap dalam berbagai kebijakan perencanaan wilayah.
“IALI Lampung harus mampu hadir dan berkontribusi dalam setiap proses perencanaan lanskap, baik di tingkat kebijakan maupun implementasi pembangunan,” ujarnya.
BACA JUGA: Masyarakat Gagal Paham tentang Ekonomi Akibat Minim Informasi dan Komunikasi Publik yang Tidak Sederhana
Ketua IALI Lampung Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah dan Pemangku Kepentingan
Dalam menjalankan program kerja, IALI Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Dr. Rein akan memprioritaskan kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Khususnya perangkat daerah yang membidangi tata ruang, lingkungan hidup, pekerjaan umum, vegetasi atau pertamanan, serta pariwisata.
Selain itu, sinergi juga akan terbangun bersama perguruan tinggi, asosiasi profesi lain, komunitas lokal, sektor swasta, organisasi masyarakat, dan media.
Kolaborasi lintas sektor ini dinilai penting untuk memperluas peran arsitek lanskap dalam menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
Agenda Prioritas dan Program Jangka Pendek
Dalam waktu dekat, agenda utama IALI PP Lampung meliputi konsolidasi internal organisasi, penyusunan roadmap program kerja, serta penguatan jejaring kelembagaan.
IALI juga akan menginisiasi diskusi dan forum keilmuan yang membahas isu strategis lanskap dan lingkungan hidup di Provinsi Lampung.
Salah satu agenda konkret yang tengah masuk dalam persiapan adalah inisiasi kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Upaya ini, sebagai langkah awal penerapan keilmuan arsitektur lanskap dalam pembangunan daerah.
BACA JUGA: Bean Bag Cikoko Pilihan Tepat untuk Rumah, Kafe, dan Event
Fokus Wilayah dan Sektor Kontribusi
IALI Provinsi Lampung akan memprioritaskan kontribusi arsitek lanskap pada sektor penataan ruang perkotaan dan perdesaan, kawasan pesisir, ruang terbuka hijau (RTH), serta kawasan pariwisata berbasis alam dan budaya.
Fokus tersebut sejalan dengan upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup, mitigasi risiko bencana, penguatan daya dukung dan daya tampung lanskap, serta penciptaan ruang publik yang sehat dan berkeadilan.
Peran Arsitek Lanskap Hadapi Tantangan Lingkungan dan Iklim
Menurut Dr. Rein Susinda Hesti, peran arsitek lanskap semakin krusial karena berada pada irisan antara aspek. Seperti aspek ekologi, sosial, ekonomi, kebijakan, dan infrastruktur.
Di tengah tantangan degradasi lingkungan, tekanan pembangunan, serta meningkatnya ancaman banjir di Provinsi Lampung, arsitek lanskap memiliki kapasitas untuk merancang solusi adaptif berbasis alam (nature-based solutions).
“Pendekatan lanskap tidak hanya berbicara soal estetika ruang, tetapi juga keberlanjutan ekosistem dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Dorong IALI Berperan Aktif dalam Kebijakan Publik
Untuk memperkuat peran organisasi, IALI PP Lampung akan menempuh strategi advokasi kebijakan melalui penyusunan rekomendasi berbasis kajian ilmiah. Selain itu, turut terlibat secara aktif dalam proses perencanaan dan evaluasi pembangunan lingkungan.
Peningkatan kapasitas anggota juga menjadi agenda penting agar IALI mampu menjadi mitra strategis pemerintah. Tentunya dalam perencanaan, perancangan, dan pengelolaan lanskap di Provinsi Lampung.
Dengan kepemimpinan baru ini, IALI Provinsi Lampung yakin akan mampu berkontribusi lebih nyata dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.













