GM Rosa Hostel: Harry Hardianto Tanggapi Insiden Tamu Hotel di Pekalongan

GM Rosa Hostel Bandar Lampung, Harry Hardianto

Merapah.com, Bandar Lampung – GM (General Manager) Rosa Hostel Bandar Lampung, Harry Hardianto, menanggapi insiden pengusiran tamu hotel di Pekalongan viral di media sosial.

Kronologi Insiden di Pekalongan

Peristiwa bermula ketika seorang tamu memesan kamar melalui aplikasi Online Travel Agent. Harga kamar promo tercatat sekitar Rp 130.000.

Pihak hotel meminta tambahan Rp 10.224 sesuai aturan internal dengan minimal Rp 150.000. Tamu menolak membayar selisih tersebut, tetapi pihak hotel tetap mengizinkan ia masuk kamar.

BACA JUGA: Mobil Terbaru di Indonesia 2025: Deretan Model Segar yang Wajib Dilirik

Sayangnya, sekitar pukul 23.00 WIB, pihak hotel mendatangi tamu itu dan meminta keluar. Video insiden tersebut viral di berbagai platform media sosial dan memicu banyak tanggapan.

Tanggapan GM Rosa Hostel Bandar Lampung

GM Rosa Hostel Bandar Lampung menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kejadian yang menimpa tamu hotel.

Harry menyebut miskomunikasi antara hotel dan sistem OTA memicu ketidaknyamanan dalam pelayanan.

“Biaya tambahan yang tidak dijelaskan sejak awal memicu kekecewaan tamu,” ujar Harry.

Ia menegaskan pelayanan hotel bukan hanya fasilitas, tetapi cara menyelesaikan masalah dengan empati.

“Tamu datang membawa harapan, dan tugas kami melayani dengan hati,” tegasnya lebih lanjut.

BACA JUGA: Pasar Pulung Kencana: Ikon Ekonomi dan Arsitektur di Tulang Bawang Barat

Pentingnya Pelajaran untuk Industri Hospitality

GM Rosa Hostel Bandar Lampung menilai langkah hotel menyampaikan permintaan maaf layak diapresiasi publik.
Menurutnya, sikap terbuka tersebut menunjukkan tanggung jawab moral untuk memperbaiki diri secara profesional.

“Dunia hospitality terus berkembang. Setiap kejadian menjadi refleksi penting untuk semua pihak,” ujarnya.

Harry menekankan pentingnya komunikasi jujur, prosedur konsisten, dan sikap ramah menghadapi tamu setiap saat.

Edukasi untuk Tamu Hotel

Harry juga memberi saran praktis kepada tamu yang memesan kamar lewat OTA. Ia menyarankan tamu segera menghubungi hotel setelah pemesanan demi menghindari masalah reservasi.

“Langkah kecil ini memastikan booking diterima, menghindari overbook, dan kesalahan teknis,” katanya.

Dengan konfirmasi langsung, tamu bisa mendapatkan kepastian dan kenyamanan lebih saat check-in.

BACA JUGA: Manfaat Kemampuan Coaching untuk Dorong Pertumbuhan Bisnis

Harapan untuk Perhotelan Indonesia

GM Rosa Hostel Bandar Lampung menegaskan insiden tersebut bukan akhir, melainkan awal perbaikan. Ia menilai semua pihak, mulai hotel, OTA, hingga tamu, punya tanggung jawab bersama.

“Harapan kami, pengalaman tamu selalu menjadi prioritas utama di dunia hospitality,” ucapnya.

Harry menutup dengan ajakan agar peristiwa ini menjadi cermin pelayanan lebih baik.

“Transparansi, empati, dan profesionalitas harus selalu menjadi dasar utama perhotelan Indonesia,” pungkasnya.