Merapah.com, Lampung — Sekolah Menengah Kejuruan Sekolah Pertanian Pembangunan (SMK SPP) Lampung terus mengembangkan pembelajaran berbasis praktik melalui budidaya melon modern di greenhouse.
Menariknya, proses penanaman dilakukan menggunakan sistem hidroponik fertigasi, yang memungkinkan pemberian nutrisi dan air secara terukur langsung ke akar tanaman.
Kepala SMK SPP Lampung, Margi Prasojo, menjelaskan bahwa total tanaman melon yang dibudidayakan mencapai 600 batang dengan dua varietas unggulan, yakni Intanon dan Sweet Net.
BACA JUGA: Wagub Lampung Apresiasi Panen Melon SMKN SPP, Dorong Inovasi Pertanian Berbasis Teknologi
“Sebanyak 215 batang melon varietas Intanon berada di Green House 2, sedangkan sekitar 415 batang varietas Sweet Net ditanam di Green House 1,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan sistem hidroponik fertigasi menjadi bagian dari pembelajaran berbasis teknologi pertanian modern. Sistem ini dinilai lebih efisien dalam penggunaan air dan nutrisi serta mampu meningkatkan kualitas hasil panen.
Saat ini, usia tanaman telah mencapai 75 hari dari total masa tanam sekitar 90 hari. Dengan kondisi tersebut, tanaman diperkirakan akan memasuki masa panen dalam waktu dua pekan ke depan.
Margi menegaskan, tujuan utama budidaya melon ini adalah sebagai sarana praktik siswa agar memiliki keterampilan di bidang agribisnis tanaman pangan dan hortikultura sesuai tuntutan kurikulum.
BACA JUGA: SMK Negeri SPP Lampung Buktikan Pertanian Modern lewat Panen Melon Smart Greenhouse
“Fokus utama tetap untuk pembelajaran siswa agar memiliki skill tinggi. Namun, tidak menutup kemungkinan hasilnya juga dikembangkan menjadi komoditas komersial sehingga memberikan nilai tambah,” jelasnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman nyata dalam mengelola budidaya tanaman modern, sekaligus membuka peluang untuk berwirausaha di sektor pertanian berbasis teknologi.













