Hari di Bumi Bisa Menjadi 25 Jam? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kapan durasi waktu di bumi bisa jadi 25 jam?

rotasi bumi
Ilmuwan Jelaskan Perlambatan Rotasi Bumi dan Dampaknya di Masa Jauh

Merapah.com — Waktu seolah berjalan sama bagi semua orang, tetapi bagi planet kita, waktu tidak selalu tetap. Pernahkah Anda membayangkan satu hari di Bumi menjadi 25 jam?

Fenomena ini memang terdengar futuristik, tapi ilmuwan menunjukkan bahwa perubahan durasi hari adalah fakta ilmiah.

Perlambatan Rotasi

Rotasi saat ini berlangsung sekitar 24 jam. Namun, gaya tarik Bulan menyebabkan Bumi melambat secara perlahan.

NASA mencatat, “days have been getting longer by about 1.33 milliseconds per 100 years.”

Perlambatan ini terlalu kecil untuk kita rasakan sehari-hari, tetapi dalam skala jutaan tahun, perubahan ini signifikan.

 

BACA JUGA: Voyager Station: Hotel Luar Angkasa Pertama di Dunia Siap Dibuka pada 2027

 

Penyebab Utama

Fenomena ini terutama dipicu oleh pasang surut laut yang ditimbulkan Bulan. Tarikan gravitasi Bulan seperti rem alami yang memperlambat rotasi Bumi.

Selain itu, redistribusi massa di Bumi akibat pencairan es dan perubahan arus laut turut memengaruhi laju rotasi. Semua faktor ini bekerja secara bertahap sehingga hari semakin panjang.

Hari 25 Jam, Kapan Terjadi?

Menurut penelitian, durasi hari akan mencapai 25 jam dalam waktu sangat jauh, sekitar 200 juta tahun dari sekarang.

Earth’s rotation is slowing down, meaning the 24 hour day will eventually be replaced by a 25 hour day, but not for roughly another 200 million years.” — pernyataan ilmiah yang dikutip dalam laporan NDTV Science berdasarkan kajian ilmuwan tentang rotasi Bumi.

Artinya, manusia modern tidak akan merasakan fenomena ini, tapi pemahaman ini penting untuk memahami evolusi planet kita.

 

BACA JUGA: Rekomendasi Villa di Lampung Instagramable Cocok Untuk Liburan

 

Fakta dari Masa Lalu

Sejarah geologi juga menunjukkan bahwa hari di masa lalu lebih pendek. Sekitar 1 miliar tahun lalu, satu hari hanya berlangsung 19 jam.

Fenomena ini mendukung teori bahwa rotasi Bumi melambat secara konsisten akibat gaya pasang surut dan faktor geofisik lainnya.

Hari di Bumi memang tidak selalu 24 jam. Meskipun penambahan durasi hari berlangsung perlahan, tren ini konsisten dalam skala waktu geologi.

Pemahaman tentang fenomena ini memperkaya wawasan ilmiah dan menunjukkan keterkaitan Bumi, Bulan, dan dinamika alami planet.

Melalui pemahaman ini, manusia dapat lebih menghargai keunikan planet tempat kita tinggal.

Mempelajari perubahan durasi hari membantu ilmuwan memahami evolusi Bumi dan interaksi kompleks dengan Bulan.