Berita  

Insiden KM Barcelona: 5 Tewas, Ratusan Selamat dalam Kebakaran di Laut Talise

insiden KM Barcelona
Kapal KM Barcelona VA terbakar di perairan Pulau Talise, Sulawesi Utara, Minggu (20/7/2025).

Merapah.com, Minahasa Utara, 21 Juli 2025 – Insiden KM Barcelona mengejutkan publik setelah terbakar di Laut Talise, Sulawesi Utara. Kapal yang mengangkut ratusan penumpang terbakar saat berlayar dari Melonguane ke Manado.

Kronologi Kapal Terbakar di Laut Talise

Kapal KM Barcelona V dijadwalkan berangkat Sabtu, 19 Juli 2025, pukul 18.00 WITA. Karena cuaca buruk, awak kapal menunda keberangkatan hingga Minggu dini hari pukul 01.00 WITA. Kapal kemudian melanjutkan pelayaran menuju Manado dengan membawa 571 penumpang dan kru kapal.

Namun, api muncul mendadak saat kapal melintasi perairan timur Pulau Talise, Minahasa Utara. Kejadian berlangsung sekitar pukul 13.00 WITA, tepat di kamar nomor 33 dek atas. Asap tebal segera memenuhi bagian dalam kapal, memicu kepanikan di antara para penumpang.

BACA JUGA: KSOP – Pelindo Jaga Kondusifitas Pelabuhan dan Perkuat Sinergi lewat Kopi Sore

Sebagian penumpang langsung melompat ke laut untuk menyelamatkan diri dari kobaran api. Insiden KM Barcelona menjadi viral setelah video amatir menyebar di media sosial. Dalam video, seorang pria terlihat memeluk bayinya sambil berteriak meminta pertolongan.

Evakuasi Cepat dari Tim Gabungan SAR

Tim SAR gabungan langsung merespons insiden KM Barcelona begitu menerima laporan dari lokasi kejadian. Basarnas menurunkan KN Bima Sena, sementara PLP Bitung mengerahkan KN P-331 ke lokasi.

Bakamla menambahkan kekuatan dengan mengirimkan KN Gajah Laut sebagai bantuan evakuasi cepat. TNI AL menggerakkan KRI Pari dan KAL Tedung Selar untuk mempercepat proses penyelamatan.

Kapal swasta seperti KM Barcelona III dan KM Venetian juga turut membantu penyelamatan korban. Nelayan dari Pulau Gangga juga ikut menyelamatkan penumpang yang terapung di perairan. Mereka menampung penumpang di rumah warga sebelum dipindahkan ke Manado oleh kapal SAR.

Jumlah Korban dalam Insiden KM Barcelona

Total penumpang yang berhasil dievakuasi dalam insiden KM Barcelona mencapai 571 orang. Data tersebut melampaui jumlah penumpang dalam manifes yang hanya mencatat 295 orang. Basarnas mencatat lima korban meninggal dunia, termasuk seorang ibu hamil asal Talaud.

Tiga jenazah berhasil teridentifikasi, dua lainnya masih dalam proses identifikasi resmi. Seluruh jenazah saat ini berada di RS Bhayangkara Manado untuk proses lebih lanjut.

Sebagian korban selamat mendapat perawatan di pelabuhan dan rumah sakit terdekat Manado. Tim medis dari Kementerian Kesehatan memberikan pendampingan kepada korban yang trauma. Pemerintah menyediakan bantuan makanan, pakaian, dan layanan trauma healing untuk korban.

BACA JUGA: Sejarah Kota Bandar Lampung: Dari Kota Kembar ke Pusat Pelabuhan Modern Sumatra

Kondisi KM Barcelona Usai Kebakaran

Api di kapal KM Barcelona berhasil dipadamkan berkat upaya kapal patroli PLP Bitung. Saat ini, kapal masih terapung di perairan Talise dan dalam kondisi hangus sebagian.

Tim pengamanan laut terus menjaga kapal agar tidak hanyut atau mengalami ledakan susulan.

Insiden KM Barcelona memunculkan desakan publik terhadap audit keselamatan pelayaran domestik.

Kapal tersebut milik PT Surya Pacific Indonesia dan rutin melayani rute Melonguane–Manado. Pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab dan tanggung jawab kapal.

Langkah Pemerintah Terkait Insiden KM Barcelona

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, langsung memantau perkembangan di lapangan.

“Penumpang KM Barcelona VA yang tercantum dalam manifes telah ditemukan seluruhnya, baik yang selamat maupun yang meninggal dunia,” ujarnya saat dikutip dari Antara, Senin, 21 Juli 2025

Ia menyatakan semua penumpang dalam manifes telah ditemukan, baik selamat maupun meninggal.

Pemerintah mendirikan posko darurat di Pelabuhan Manado untuk menampung para korban selamat. KSOP Bitung dan Manado mengoordinasikan pemulangan penumpang ke daerah asal masing-masing.

Basarnas, Bakamla, dan TNI AL terus memantau kondisi laut pascakebakaran kapal. Investigasi mendalam sedang dilakukan untuk mengetahui sumber api secara pasti dan menyeluruh. Pemerintah menegaskan pentingnya peningkatan standar keselamatan pelayaran penumpang domestik.

Harapan Warga dan Evaluasi Layanan Laut

Para korban berharap pemerintah memberi santunan serta pendampingan pascakejadian tragis ini. Sebagian dari mereka kehilangan harta benda, surat penting, dan mengalami trauma cukup berat.

Insiden KM Barcelona mengingatkan semua pihak pentingnya sistem keselamatan laut yang ketat. Aktivis maritim mendesak uji ulang kelayakan teknis kapal-kapal penumpang beroperasi di daerah.

DPRD Sulawesi Utara meminta pengawasan ketat terhadap semua kapal antarpulau di wilayahnya. Insiden ini menjadi peringatan serius bagi semua operator transportasi laut di Indonesia.