Merapah.com – Kasus serangan jantung melonjak setelah lebaran. Namun, menurun selama ramadan. Pola ini terjadi setiap tahun di berbagai rumah sakit di Indonesia.
Menurut dr. Bobby Arfhan Anwar, SpJP(K), pola makan selama ramadan lebih terkontrol. Masyarakat cenderung mengurangi konsumsi lemak, gula, dan garam. Selain itu, kebiasaan merokok juga menurun, sehingga risiko penyakit jantung berkurang.
Namun, setelah Lebaran, pola makan berubah drastis. Konsumsi makanan tinggi lemak dan gula meningkat tajam. Hal ini memicu lonjakan tekanan darah dan kolesterol, meningkatkan risiko serangan jantung.
Manfaat Puasa bagi Kesehatan Jantung
Puasa membawa manfaat besar bagi kesehatan tubuh. Kadar kolesterol dan tekanan darah menjadi lebih stabil. Selain itu, tubuh juga mengalami detoksifikasi alami selama berpuasa.
“Puasa membantu memperbaiki metabolisme dan sensitivitas insulin,” jelas dr. Bobby. Pola makan lebih sehat selama ramadan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
BACA JUGA: Tips Nikmati Hidangan Lebaran Tanpa Takut Kolesterol
Serangan Jantung Melonjak Setelah Lebaran
Setelah Lebaran, konsumsi makanan bersantan, manis, dan tinggi garam meningkat tajam. Kurangnya aktivitas fisik juga memperburuk kondisi kesehatan jantung.
“Setelah satu bulan menjaga pola makan, tubuh kaget dengan asupan lemak berlebihan,” tambahnya. Kondisi ini meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah yang memicu serangan jantung.
Tips Mencegah Serangan Jantung Melonjak Pasca Lebaran
1. Batasi konsumsi makanan tinggi lemak dan gula.
2. Perbanyak makan sayur dan buah.
3. Lakukan olahraga ringan setiap hari.
4. Hindari stres dan cukup istirahat.
5. Rutin cek kesehatan ke dokter.
Menjaga pola makan dan gaya hidup sehat sangat penting. Dengan langkah tepat, risiko serangan jantung dapat dikurangi. Sebab, jantung yang sehat dapat membuat jiwa raga lebuh bahagia. Selain itu, kita dapat bersama mencegah serangan jantung sejak dini.
Tentunya, melalui edukasi secara persuasif kepada keluarga besar, sahabat, relasi dan orang terkasih. Disarankan tetap berpuasa dengan sistem Senin dan Kamis, puasa Daud, atau ayyamul bidh 3 hari dalam satu bulan. Karena sudah banyak penelitian yang menyebut bahwa puasa memiliki manmfaat yang besar untuk tubuh.













