Merapah.com — Kecerdasan buatan (AI) telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir, membawa dampak besar pada berbagai aspek kehidupan.
Remaja, sebagai generasi yang tumbuh di tengah teknologi, merasakan pengaruh AI dalam cara mereka berinteraksi, belajar, dan menikmati hiburan.
Artikel ini membahas bagaimana AI membentuk kehidupan remaja, dari pendidikan hingga interaksi sosial, serta memberikan panduan untuk memanfaatkan teknologi ini dengan bijak.
Mengenal Generasi Z dan Alpha
Dua generasi yang saat ini mendominasi dinamika sosial adalah Generasi Z (lahir 1997–2012) dan Generasi Alpha (lahir setelah 2012). Kedua generasi ini memiliki karakteristik yang berbeda:
Karakteristik Generasi Z:
- Digital Native: Tumbuh bersama internet, Generasi Z terbiasa dengan teknologi sejak usia dini.
- Keterhubungan Sosial: Media sosial memudahkan mereka berinteraksi, tetapi juga membawa risiko seperti perundungan siber.
- Mobilitas Tinggi: Lebih memilih pekerjaan fleksibel dan berbasis passion, sering berpindah karier.
- Visual-Oriented: Konten visual seperti video di YouTube dan TikTok sangat diminati karena mudah dicerna.
- Fokus pada Pendidikan: Menganggap pendidikan sebagai investasi penting, meski banyak yang mengeksplor jalur alternatif seperti pelatihan keterampilan.
Perbedaan dengan Generasi Alpha:
- Teknologi: Generasi Alpha lebih mahir menggunakan perangkat digital, termasuk asisten suara seperti Alexa dan Google Assistant.
- Pendidikan dan Karier: AI menciptakan peluang belajar yang lebih interaktif serta jenis pekerjaan baru.
- Interaksi Sosial: Lebih sering menggunakan platform berbasis game atau aplikasi imersif dibanding media sosial tradisional.
Penerapan Kecerdasan Buatan AI dalam Pendidikan Remaja
AI memberikan dampak signifikan pada dunia pendidikan, membuat proses belajar lebih efisien dan menyenangkan.
Beberapa platform populer seperti Ruangguru, Duolingo, dan Khan Academy memungkinkan pembelajaran mandiri yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. Berikut manfaat dan tantangan AI dalam pendidikan:
Manfaat:
- Personalisasi Pembelajaran: AI menyesuaikan materi dengan gaya belajar individu.
- Aksesibilitas: Remaja dapat belajar kapan saja dan di mana saja.
Tantangan:
- Ketergantungan Teknologi: Berpotensi mengurangi interaksi sosial di sekolah.
- Kesenjangan Akses: Tidak semua remaja memiliki akses ke perangkat dan internet, terutama di daerah terpencil.
AI dalam Hiburan dan Kehidupan Sehari-hari
Platform seperti Spotify, YouTube, dan Netflix memanfaatkan AI untuk merekomendasikan konten sesuai preferensi pengguna, menciptakan pengalaman yang lebih personal.
Dalam dunia game, AI meningkatkan realisme dengan karakter non-pemain (NPC) yang dinamis dan cerdas.
Namun, hiburan berbasis AI juga menghadirkan tantangan:
- Potensi Adiksi: Konten yang dirancang untuk menarik perhatian dapat membuat remaja kecanduan.
- Kurangnya Aktivitas Dunia Nyata: Remaja cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di dunia virtual.
AI dan Cara Remaja Berinteraksi
Media sosial dengan fitur berbasis AI seperti chatbot, filter wajah, dan rekomendasi konten telah mengubah pola komunikasi remaja. Namun, hal ini memunculkan beberapa isu sosial:
- Tekanan Sosial: Kebutuhan validasi melalui “likes” atau komentar.
- Perbandingan Sosial: Membandingkan diri dengan kehidupan orang lain di media sosial.
Tantangan dan Peluang di Era AI
Tantangan:
- Kurangnya Pemahaman: Ketidaktahuan tentang cara kerja AI dapat menyebabkan ketergantungan atau penyalahgunaan.
- Tekanan Sosial: Fitur berbasis AI di media sosial dapat meningkatkan tekanan untuk tampil sempurna.
Peluang:
- Inovasi Teknologi: Dengan literasi digital yang baik, remaja dapat menjadi inovator di era AI.
- Peningkatan Keterampilan: AI membantu remaja mengembangkan keterampilan baru untuk menghadapi tantangan global.
Kecerdasan buatan telah membawa perubahan besar dalam kehidupan remaja, dari cara belajar hingga berinteraksi sosial.
Dengan memahami teknologi ini, remaja dapat memanfaatkannya secara bijak untuk mengembangkan potensi diri. Literasi digital yang baik akan menjadi kunci agar generasi muda mampu menghadapi tantangan sekaligus menciptakan peluang di masa depan.
Tentang Penulis
Sani Ngep
- Nama Lengkap: Sani Ngep
- Tempat, Tanggal Lahir: Kurumkim, 25 September 2005
- Asal: Papua Pegunungan, Kabupaten Pegunungan Bintang, Distrik Iwur
- Pendidikan: Mahasiswa Universitas Lampung, Semester 3
Wanda Ardilla
- Tempat, Tanggal Lahir: Lampung Tengah, 1 November 2003
- Asal: Lampung Tengah, PT Gunung Madu Plantations
- Pendidikan: Mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia, Program Studi Pendidikan Matematika, Angkatan 2022
- Aktivitas: Fasilitator Provinsi Duta Anti-Bullying Lampung, aktif di dunia entertainment.













